Ikuti Kami

Khazanah

Sosok Roehana Koeddoes yang Menjadi ‘Google Doodle’ Hari Ini

Roehana Koeddoes Google Doodle
https://id.wikipedia.org/wiki/Roehana_Koeddoes#/media/Berkas:Rohana_Kudus.jpg

BincangMuslimah.Com – Google Doodle adalah logo yang terpasang di laman pertama google saat kita membuka situs google. Biasanya, logo google akan berubah tergantung tema apa yang diangkat hari itu. Hari ini, 8 November 2021, logo google menampilkan sebuah ilustrasi perempuan yang khas mengenakan aksesoris kepala dengan hijab dililit seperti tanduk Padang. Ternyata ia adalah Roehana Koeddoes yang hari ini menjadi Google Doodle.

Dilansir dari beberapa sumber, Roehana Koeddoes merupakan seorang wartawati pertama Indonesia. Perempuan kelahiran Sumatera Barat ini hidup pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Ia lahir pada 20 Desember 1884 tepatnya di Koto Gadang, Agam, Sematera Barat. Pada 7 November tahun 2019, Jokowi menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional. Alasan pemberian gelar tersebut adalah karena perannya yang begitu besar untuk bangsa ini, terutama dalam pemberdayaan perempuan.

Roehana memang lahir di keluarga ningrat, ia merupakan putri dari Mohammad Rasjad Maharadja Soetan yang merupakan jaksa dan juru tulis Hindia Belanda. Oleh karena itu, ia memiliki akses untuk menempuh pendidikan saat Indonesia masih berada di bawah jajahan Belanda. Masa yang suram bagi perempuan biasa menjalani kehidupannya. Sebab segala akses baginya, termasuk akses pendidikan dibatasi.

Roehana menggunakan privilej itu sebagai modal untuk memberdayakan perempuan lainnya. Ia mendirikan surat kabar bernama Sunting Melayu yang menjadi salah satu surat kabar perempuan pertama di Indonesia. inisiatifnya untuk membangun surat kabar ini muncul setelah surat kabar Poetri Hindia yang didirkan oleh Mas Tirto Adhi Soerjo dibredel oleh pemerintah kala itu.

Kesadaran Roehana akan budaya patriarki yang melekat pada segala sistem di Indonesia membuat ia melakukan banyak gebrakan dan perubahan. Aktifitasnya diperuntukkan bagi pemberdayaan dan pemenuhan hak perempuan. Selain mendirikan surat kabar, ia juga mendirikan sebuah sekolah keterampilan khusus perempuan yang diberi nama Sekolah Kerajinan Amal Setia bersama dua orang kawannya, Rekni Putri dan Hadisah pada tahun 1911.

Baca Juga:  Tiga Perempuan Mesir yang Dapat Keistimewaan dari Allah

Di dalamnya, para perempuan diajarkan berbagai keterampilan seperti pengelolaan keuangan, baca-tulis, budi pekerti, penddikan agama dan bahasa Belanda. Tentu semua upaya untuk memberdayakan perempuan ini tak serta merta berjalan mulus. Semua yang ia lewati dan perjuangkan memiliki banyak rintangan. Terlebih saat budaya patriarki masih melekat itu. Ia melawan arus kontruksi sosial yang bertahun-tahun lamanya mengakar pada masyarakat Indonesia.

Selain mengajarkan berbagai keterampilan dan ilmu pengetahuan, Roehana juga membangun perekonomian masyarakat perempuan dengan memasarkan hasil kerajian perempuan-perempuan di sana. Pendistribusian produk-produk kerajinan tersebut tidak hanya tersebar di Indonesia, tapi juga ke negara-negara Eropa. Ini menunjukkan bahwa pada masa itu, hasil kerajinan dari tangan para perempuan yang diberdayakan oleh Roehana memiliki nilai kualitas yang bagus.

Pada dunia jurnalistik, media yang ia dirikan setahun setelah mendirikan sekolah ini banyak menghasilkan karya tulis. Bahkan tidak hanya berisi berita, tapi juga puisi dan karya sastra. Surat Kabar Sunting Melayu  tersebut dipimpin dan dikelola oleh perempuan. Maka itulah yang menyebabkan penobatan Sunting Melayu sebagai media perempuan pertama di Indonesia.

Sepanjang hidupnya didedikasikan untuk belajar dan mengajar. Melalui media yang ia dirikan, ia menyuarakan nilai-nilai keadilan dan kehidupan untuk memberi kesadaran pada para pembaca betapa nilai-nilai dan praktik patriarki sangat merugikan perempuan. Melalui lembaga pendidikan dan aktifitas yang ia lakukan dengan melibatkan banyak orang menunjukkan aksi nyatanya melaui dogma patriarki yang tak banyak disadari oleh masyarakat perempuan maupun laki-laki.

Roehana Koeddoes wafat di Jakarta pada 17 Agustus 1972 pada usianya yang ke-87. Perjuangan, dedikasi, serta kegigihannya memberi banyak dampak dan perubahan positif baik bagi perempuan maupun laki-laki. Maka itulah Roehana Koeddoes pantas diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional dan menjadi tema Google Doodle hari ini untuk dikenang.

Baca Juga:  Butet Manurung, Dari Sokola Rimba Hingga Global Role Model Barbie

Rekomendasi

ratu safiatuddin pemimpin perempuan ratu safiatuddin pemimpin perempuan

Ratumas Sina, Pahlawan Perempuan dari Jambi

rasuna said pahlawan kemerdekaan rasuna said pahlawan kemerdekaan

Rasuna Said: Pahlawan Kemerdekaan dari Kalangan Santri dan Pejuang Kesetaraan Perempuan Bersenjata Pena

perempuan rentan terpapar ekstrimisme perempuan rentan terpapar ekstrimisme

Taliban: Tak ada Tempat Bagi Perempuan di Afghanistan

juna hate speech perempuan juna hate speech perempuan

Chef Juna: Perempuan Memiliki Hak atas Tubuhnya dan Hate Speech yang Menimpa Perempuan

Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect