Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Benarkah Jin Senang Makan Darah Haid Perempuan?

masa suci
masa suci

BincangMuslimah.Com – Dulu sekali waktu awal-awal haid, orang tua sering menasehati agar saat mencuci pembalut bekas darah haid dengan bersih. Karena kalau tidak, darah haid yang tertinggal akan dimakan oleh Jin. Karena sering dibilang seperti itu sama orang tua, kadang kalau sedang di kamar mandi saat malam hari sering ketakutan dan parno. Hehe.

Darah haid merupakan darah kotor sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 222. Sementara menurut Abu Bakar Syatha al-Dimyathi dalam kitab I’anatul Thalibin, darah haid adalah darah yang keluar dari urat atau otot yang berada di ujung Rahim perempuan dalam waktu-waktu khusus.

Namun belum ditemukan ada ayat atau hadis yang menyatakan atau menyiratkan bahwa darah haid adalah makanan Jin atau setan.  Sementara beberapa nash yang menerangkan tentang makanan Jin tidak juga menyebutkan tentang darah haid. Seperti dalam riwayat hadis berikut Rasulullah bersabda,

أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ فَذَهَبْتُ مَعَهُ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِمْ الْقُرْآنَ قَالَ فَانْطَلَقَ بِنَا فَأَرَانَا آثَارَهُمْ وَآثَارَ نِيرَانِهِمْ وَسَأَلُوهُ الزَّادَ فَقَالَ لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ يَقَعُ فِي أَيْدِيكُمْ أَوْفَرَ مَا يَكُونُ لَحْمًا وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ

“Seorang dai dari kalangan jin mendatangiku, maka aku pergi bersamanya, lalu aku membaca al-Qur’an di hadapan mereka.’ Perawi berkata, ‘Lalu beliau beranjak pergi bersama kami untuk menunjukkan jejak-jejak mereka dan jejak perapian mereka. Dan mereka meminta kepadanya bekal, maka beliau bersabda, ‘Kamu mendapatkan setiap tulang yang disebutkan nama Allah atasnya (ketika disembelih), yang mana di tangan kalian lebih banyak menjadi daging dan setiap kotoran hewan adalah makanan untuk hewan tunggangan kalian.” (HR. Muslim)

Dalam hadis ini dikisahkan bahwa para jin gurun pasir meminta perbekalan Rasulullah dan para sahabat ketika mereka bermalam dan membuat api unggun di gurun. Jin meminta perbekalan Rasulullah dan para sahabat, yang mana perbekalan itu adalah daging. Sementara dalam riwayat lain, Jin hanya akan memakan makanan seseorang yang tidak menyebut basmalah. Rasulullah bersabda

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لَا يُذْكَرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ

Sesungguhnya setan akan memakan makanan yang tidak diawali menyebut nama Allah. (HR. Muslim)

Imam Nawawi menerangkan bahwa ketika seseorang tidak mengucapkan basmalah saat menyantab makanan maka golongan jin akan mendapatkan santapan mereka bersamaan dengan setiap suapan yang ia makan. Sebagaimana disebutkan juga dalam hadis lainnya

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:   إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

Dari Jabir ra, sesungguhnya Nabi Muhammad Saw bersabda, “Jika seseorang masuk rumahnya kemudian ia menyebut nama Allah ketika memasukinya dan ketika makan, maka setan akan berkata (kepada kawanannya), ‘tidak ada tempat tidur dan makanan untuk kalian,’ tapi jika seseorang masuk dan menyebut nama Allah ketika masuk, maka setan akan berkata, ‘kalian dapat tempat tidur,’ dan jika ia tidak menyebut nama Allah juga ketika makan, sungguh setan berkata, ‘selamat, kalian dapat tempat menginap dan makan malam,’,” (HR. Muslim)

Dari semua nash ayat dan hadis yang menyebutkan tentang makanan yang dikonsumsi oleh golongan jin dan setan, belum ditemukan yang menyebutkan jin senang memakan darah haid perempuan. Wallahu’alam.

Neneng Maghfiro
Ditulis oleh

Peneliti el-Bukhari Institute, Mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta dan alumni Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

2 Komentar

2 Comments

  1. Pingback: Jin Senang Memakan Darah Haid, Benarkah? - Bincang Syariah

  2. Pingback: Darurat Sampah Pembalut; Yuk, Beralih ke Pembalut Ramah Lingkungan! - Bincang Syariah

Komentari

Trending

Hukum Penetapan Nasab dalam Agama Islam Hukum Penetapan Nasab dalam Agama Islam

Cara Nabi Memuliakan Ibu Asuhnya

Keluarga

Shalat Tanpa Mukena? Perhatikan Lima Prinsip Ini Agar Shalat Tetap Sah

Ibadah

Nikah Siri Sah dalam Islam? Ini Kata Pakar Perbandingan Mazhab Fikih

Keluarga

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Muslimah Talk

Ini Lima Skincare Aman dan Halal yang Cocok Untuk Para Muslimah

Muslimah Daily

Riwayat Uwais Al-Qarni: Menjadi Penghuni Langit karena Memuliakan Ibu

Keluarga

Cerai daripada poligami Cerai daripada poligami

Tafsir An-Nisa Ayat 128-130: Pilihan Cerai Daripada Poligami?

Kajian

Rekomendasi

Bincang Haid : Mengenal Macam-macam Sifat dan Syarat Darah Haid Bincang Haid : Mengenal Macam-macam Sifat dan Syarat Darah Haid

Bincang Haid : Mengenal Macam-macam Sifat dan Syarat Darah Haid

Video

Darurat Sampah Pembalut, Tertarik Beralih ke Produk Pembalut Ramah Lingkungan?

Muslimah Daily

Lima Hal yang Diwajibkan Bagi Perempuan yang Selesai Haid Tapi Menunda Mandi Suci

Ibadah

bersetubuh saat azan bersetubuh saat azan

Khilaf Berhubungan Intim saat Istri Haid, Harus Bagaimana?

Keluarga

Bolehkah Mengulang Hafalan Al-Quran saat Haid?

Muslimah Daily

Tiga Portal Khusus Muslimah Masa Kini

Muslimah Daily

Selesai Haid tetapi Belum Mandi, Apakah Tetap Wajib Berpuasa? Selesai Haid tetapi Belum Mandi, Apakah Tetap Wajib Berpuasa?

Bolehkah Perempuan Sujud Syukur saat Haid?

Ibadah

Bekas Darah Haid Susah Hilang di Pakaian, Apakah Najis?

Muslimah Daily

© 2019 Bincang Muslimah - All Right Reserved

Connect