Ikuti Kami

Khazanah

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

kehidupan muhammad sebelum nabi
id.pinterest.com

BincangMuslimah.Com – Saat ini kita tengah berada di bulan Rabiul Awal. Bulan maulid, merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Namun tak semua orang sepakat dengan adanya maulid. Alasan penolakan maulid adalah karena para sahabat saja tidak merayakan maulid Nabi. Artikel ini akan menjawab kenapa sahabat Nabi tidak merayakan maulid?

Di antara nikmat terbesar yang Allah swt berikan kepada umat akhir zaman ini, adalah datangnya Islam melalui Nabi Muhammad saw, setelah sebelumnya, peradaban manusia selalu pasang-surut dan kembang-kempis, bahkan sejarah mencatat tidak ada istilah kemanusiaan yang menjunjung nilai-nilai akhlakul karimah saat itu.

Tepat pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal, bertepatan dengan tanggal 20 April tahun 571 M, Rasulullah saw dilahirkan. Kelahirannya membawa rahmat bagi alam semesta. Langit dan bumi sangat bergembira, tanah yang awalnya gersang dan tandus menjadi subur dan makmur, pepohonan yang sebelumnya tidak pernah berbuah, ikut berbuah dengan kegembiraan atas kelahiran umat manusia yang kelak akan menjadi pimpinan para manusia, nabi dan rasul.

Merayakan hari kelahirannya merupakan salah satu bentuk gembira dan senang untuk menyambut kelahiran manusia paling mulia dan paling agung di muka bumi. Hanya saja, salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan adalah kenapa para sahabat Nabi tidak merayakan maulid? Berikut penulis akan menjelaskan jawabannya sebagaimana yang telah dijawab oleh Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi (al-Qaradhawi).

Syekh Yusuf al-Qardhawi dalam salah satu kitabnya mengatakan, bahwa ada beberapa bentuk perayaan yang bisa dianggap dan diakui bisa memberikan manfaat bagi kaum muslimin. Hanya saja, para sahabat tidak merayakannya karena mereka selalu hidup bersama Rasulullah. Ia selalu terpatri dalam hati para sahabat, dan tidak pernah hilang dari pikiran mereka.

Baca Juga:  Apakah Daging Hewan Kurban Boleh Dijual?

Ulama yang wafat 96 tahun itu mengutip salah satu riwayat dari Sa’ad bin Abi Waqash, yaitu: “Kami bercerita kepada anak-anak kami tentang peperangan Rasulullah, sebagaimana kami menghafalkan satu surah Al-Qur’an kepada mereka,” Kemudian mereka menceritakan kepada anak-anaknya tentang apa yang terjadi pada perang Badar, Uhud, Khaibar dan yang lainnya. Mereka juga menceritakan perihal peristiwa dalam hidup Rasulullah. Oleh sebab itu, mereka tidak perlu diingatkan perihal semua peristiwa yang berkaitan dengan Rasulullah.

Kemudian akan tiba suatu masa, kaum muslimin melupakan berbagai peristiwa tersebut, semua peristiwa itu tidak lagi ada di benak mereka. Tidak ada dalam akal dan hatinya. Oleh sebab itu kaum muslimin perlu menghidupkan kembali makna-makna yang telah mati, mengingatkan kembali berbagai peristiwa yang terlupakan.

Syekh Yusuf menegaskan bahwa memang benar dalam perayaan maulid ada beberapa bentuk bid’ah terjadi, akan tetapi ia menyatakan bahwa merayakan maulid nabi untuk mengingatkan kaum muslimin tentang kebenaran hakikat sejarah Rasulullah, kebenaran risalahnya. Oleh karenanya, ketika umat Islam merayakan maulid nabi, maka mereka sedang merayakan lahirnya risalah Islam.

Dalam hal ini, Syekh Yusuf mengingatkan umat manusia tentang sebuah peristiwa agung dan banyak pelajaran yang bisa diambil dalam perayaan maulid nabi. Hal itu agar dapat mengeratkan kembali antara manusia dengan sejarah nabi. Allah berfirman dalam al-Qur’an, yaitu:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Baca Juga:  Saras Dewi, Penulis Kesetaran Gender dan Lingkungan

Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi kembali menegaskan perihal pentingnya merayakan maulid nabi. Menurutnya, kita membutuhkan pelajaran-pelajaran ini. Peringatan maulid nabi merupakan sarana untuk mengingatkan kembali umat manusia akan makna-makna yang mulia ini.

Saya yakin bahwa hasil positif di balik peringatan maulid adalah mengikat kembali kaum muslimin dengan Islam dan mengeratkan mereka kembali dengan sejarah nabi Muhammad Saw agar mereka bisa menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan.

Demikian penjelasan kenapa sahabat Nabi tidak melaksanakan maulid? Dan ini penjelasan dari Syekh Muhammad Yusuf al-Qardhawi perihal maulid nabi, sekaligus jawaban atas pertanyaan kenapa para sahabat tidak merayakannya. Wallahu a’lam

Tulisan ini pernah diterbitkan di Bincangsyariah.com.

Rekomendasi

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Ditulis oleh

Redaksi bincangmuslimah.com

6 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect