Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Hukum Memakai Mukena Parasut yang Transparan

BincangMuslimah.Com – Saat ini, banyak sekali jenis mukena yang digunakan oleh para muslimah. Ada yang menggunakan mukena dengan jenis kain katun yang tebal, silk yang halus, atau juga mukena parasut yang ringan. Di antara kain-kain tersebut, jenis mukena parasut adalah mukena yang paling diminati masyarakat. Selain karena ringan, harga mukena parasut terjangkau dan mudah untuk dibawa kemana-mana.

Meski demikian, beberapa jenis parasut ternyata memiliki kadar transparansi bagi si pengguna yang dapat menampakkan warna pakaian atau kulit seseorang. Bagaimana sebenarnya hukum menggunakan mukena parasut (atau kain lain) yang transparan tersebut dalam shalat?

Dalam kitab Fathul Qarib dijelaskan, di antara syarat sahnya shalat adalah menutup aurat, yaitu menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan bagi perempuan. Untuk menutupi aurat tersebut, muslimah di Indonesia pada umumnya menggunakan kain atau yang disebut dengan mukena pada saat melaksanakan shalat.

Dalam hal ini, Habib ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin Husein pengarang Kitab Bughyatul Mustarsyidin berpendapat

فا ئدة. شرط ساتر العورة أن يمنع إدراك لون البشرة قال إبن عجيل فى مجلس التخاطب فلو قرب وتأملها فراها لم يضر وهو ظاهر كما لو رؤيت بواسطة نار أو شمس لم تر بدونها لمعتدل البصر ﺍﻫـ ﻉ ﺵ ، ﺍﻫـ ﺟﻤﻞ. ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﻣﺨﺮﻣﺔ : ﻭﺍﻟﻤﻌﺘﻤﺪ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻓﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﻣﺠﻠﺲ ﺍﻟﺘﺨﺎﻃﺐ ﻭﺩﻭﻧﻪ ، ﻧﻌﻢ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻻ ﺗﺮﻯ ﺇﻻ ﺑﺤﻴﺚ ﻳﻠﺼﻖ ﺍﻟﻨﺎﻇﺮ
ﻋﻴﻨﻪ ﺑﺎﻟﺜﻮﺏ ﺃﻭ ﻗﺮﻳﺒﺎً ﻣﻨﻪ ﻓﻼ ﺍﻋﺘﺒﺎﺭ ﺑﻪ ﻗﻄﻌﺎً. ﺍﻫ

“Syarat dasar menutup aurat adalah tidak terlihatnya warna kulit asli seseorang apabila dalam majelis komunikasi (pada saat berinteraksi dengan orang lain). Begitu juga jika transparansi (nerawang) tersebut disebabkan adanya bantaun cahaya (matahari atau lampu), maka itu sudah cukup dikategorikan sebagai menutup aurat sebagaimana pendapat Ibnu ‘Ajil. Masih dalam kitab yang sama, Habib Abdurrahaman menukil pendapat Abu Makhramah menjelaskan bahwa pendapat yang paling mu’tamad (kuat) dalam konsep dasar menutup aurat adalah tertutupnya warna kulit asli baik dalam majlis komunikasi ataupun di luar majlis (seperti majlis shalat)”.

Berdasarkan pendapat tersebut, menggunakan mukena parasut, silk, atau bahan lain yang transparan tetap sah selama tidak terlihat warna kulit asli orang yang shalat. Dalam hal ini, penulis ingin menambahkan bahwa jika muslimah menggunakan mukena yang transparan, jangan lupa untuk menggunakan pakaian (kaos atau pakaian lengan panjang, dll) yang dapat menutupi warna kulit tersebut.

Namun jika ini tidak dapat terpenuhi karena satu dan lain hal, maka ia harus menggunakan mukena yang memiliki kadar bahan yang tebal yang dapat menutupi warna kulit aslinya. Wallahu A’lam Bis Shawab.

Rekomendasi

Sahkah Shalat Memakai Mukena Sahkah Shalat Memakai Mukena

Sahkah Shalat Memakai Mukena Masker?

dzikir Isra' Mi'raj, kesetaraan perempuan, Membangunkan Shalat malam dzikir Isra' Mi'raj, kesetaraan perempuan, Membangunkan Shalat malam

Lima Perbedaan Lelaki dan Perempuan dalam Shalat

amalan bulan rajab, jenis mukena, Shalat fajar amalan bulan rajab, jenis mukena, Shalat fajar

Yuk, Kenali Jenis dan Bahan Mukena Khas Indonesia yang Nyaman Digunakan Shalat

Muslimah Shalat Tanpa Mukena, Sah atau Tidak?

Qurrota A'yuni
Ditulis oleh

Penulis adalah konten writer program Cariustadz.id Pusat Studi Al-Quran, dan kandidat magister pengkajian Islam dalam bidang dakwah dan komunikasi UIN Jakarta. Beliau merupakan alumni Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

2 Komentar

2 Comments

    Komentari

    Terbaru

    Mengunyahkan Makanan Untuk Anak Mengunyahkan Makanan Untuk Anak

    Mengunyahkan Makanan Untuk Anak Apakah Membatalkan Puasa?

    Kajian

    Batalkah Puasa Jika Mencicipi Batalkah Puasa Jika Mencicipi

    Batalkah Puasa Jika Mencicipi Makanan?

    Kajian

    Mencium Pasangan Saat Puasa Mencium Pasangan Saat Puasa

    Mencium Pasangan Saat Puasa, Batalkah Puasanya?

    Kajian

    dalil kekerasan seksual dalil kekerasan seksual

    Larangan Islam atas Pemaksaan Hubungan Seks Suami-Istri

    Kajian

    Sahkah Shalat Memakai Mukena Sahkah Shalat Memakai Mukena

    Sahkah Shalat Memakai Mukena Masker?

    Ibadah

    Perempuan Shalat di Rumah Perempuan Shalat di Rumah

    Perempuan Shalat di Rumah atau di Masjid, Mana Yang Lebih Baik?

    Ibadah

    Vaksinasi Corona pada Bulan Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasa?

    Kajian

    Saat Ziarah Kubur Perhatikan Saat Ziarah Kubur Perhatikan

    Saat Ziarah Kubur Perhatikan Dua Hal Berikut Ini

    Kajian

    Trending

    Asma Tubi sastrawan Asma Tubi sastrawan

    Asma Tubi: Sastrawan dan Revolusioner Palestina

    Khazanah

    poligami dan monogami poligami dan monogami

    Mengenal Konsep Poligami dan Monogami dalam Islam

    Kajian

    amalan nisfu sya'ban amalan nisfu sya'ban

    Lakukan Tiga Amalan Ini di Malam Nisfu Sya’ban

    Ibadah

    perempuan harus mandiri perempuan harus mandiri

    Sebuah Opini: Mengapa Perempuan Harus Mandiri dan Kuat Menjalani Hidup?

    Diari

    nikah institute nikah institute

    Menikah dengan Kesiapan Ala Nikah Institute

    Muslimah Daily

    berpuasa di bulan sya'ban berpuasa di bulan sya'ban

    Alasan Rasulullah Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban

    Ibadah

    peristiwa penting di bulan sya'ban peristiwa penting di bulan sya'ban

    Tiga Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Sya’ban

    Ibadah

    taubatnya seorang putri pembesar taubatnya seorang putri pembesar

    Taubatnya Seorang Putri Pembesar Kabilah Arab

    Kajian

    Connect