Ikuti Kami

Muslimah Talk

Tidak Ditolong Saat Dilecehkan di Lampu Merah, Tunjukkan Fenomena Bystander Effect

dilecehkan fenomena bystander effect
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Baru-baru ini, terjadi peristiwa yang menyayat hati. Terjadi kasus pelecehan seksual yang dialami oleh seorang pelajar yang baru duduk di sekolah menengah atas (SMA). Lokasi kejadian berada di tempat umum yang ramai oleh masyarakat, tepatnya di perempatan lampu merah Pemda-Imigrasi, Karawang. Sayangnya, walau korban telah meminta pertolongan, tidak ada satu pun yang menaruh hati. Tidak menolong korban saat dilecehkan tunjukkan fenomena bystander effect. 

Kisah bermula ketika korban baru saja pulang latihan atletik. Datanglah seorang pria paruh baya berbadan cukup besar menghampiri dengan tatapan tidak sopan. Seketika, pria tersebut memegang daerah sensitif tubuh korban dan melontarkan kalimat tidak pantas. 

Korban sempat meminta pertolongan kepada pengguna jalan lain. Namun tidak ada yang memberi pertolongan. Bahkan pada keterangan video, bukannya ditolong, korban malah mendapatkan klakson dari pengendara karena lampu lalu lintas sudah berwarna hijau. 

Mungkin dikarenakan rasa yang bercampur aduk yaitu sedih, takut, panik dan bingung korban pun menangis histeris. Setelah itu baru lah korban mendapatkan pertolongan oleh warga setempat. Peristiwa itu pun pulang dalam keadaan takut dan trauma. Ia takut akan bertemu dengan pelaku pelecehan seksual tersebut. 

Kejadian ini membuat hati terasa perih. Pertama, korban masih anak-anak yang baru saja melakukan kegiatan. Apa yang dialami oleh korban tentu saja akan menorehkan trauma yang dalam. Sehingga selain memburu pelaku, perlu rasanya pihak terkait mendampingi korban dari sisi psikis. 

Kedua, aksi pelecehan seksual terjadi di ruang public, dan tidak ada satu pun masyarakat yang berada di sana memberikan pertolongan. Padahal sudah disebutkan jika korban berkali-kali meminta pertolongan. Cukup menyedihkan, tidak ada satu pun yang tergerak hatinya ketika kasus pelecehan seksual sedang berlangsung. 

Baca Juga:  Fatwa Grand Syaikh Azhar Mengenai Perempuan

Bahkan menurut keterangan di video, orang-orang yang mengendarai kendaraan memberikan ‘klakson’. Sebuah upaya agar korban yang meminta pertolongan tersebut menyingkir dari ‘hadapan’ mereka. Karena dianggap menghalangi jalan. 

Hal ini mengingatkan penulis pada kasus pemerkosaan yang terjadi di Piladelphia pada 13 Oktober 2021 lalu. Seorang perempuan dilecehkan di kereta, tapi tidak ada satu pun yang tergerak untuk menghentikan. 

Pada dua kasus di atas, sama-sama terjadi di ruang public. Dan ketika peristiwa pelecehan berlangsung, terdapat beberapa masyarakat atau penumpang di antaranya. Lantas kenapa tidak ada masyarakat yang ingin menolong?

Tidak menolong seseorang dari tidak kriminal memang tidak sekali dua terjadi. Fenomena ini disebut sebagai bystander effect. Di mana ketika terjadi sebuah insiden, dan disaksikan oleh sejumlah masyarakat, semakin kecil kemungkinan akan membantu korban. 

Ada beberapa alasan kenapa terjadi bystander effect. Setiap orang berpikir jika pasti akan ada orang lain yang akan membantu korban. Selain itu, ada perasaan ragu dari masyarakat yang melihat peristiwa tersebut. Mereka khawatir jika memberikan bantuan, tidak ada masyarakat lain yang ikut menolong. 

Sehingga menjadi buah pikir apakah menghentikan kasus ini adalah sebuah tindakan yang benar dan salah. Kemudian, diperkirakan tidak semua masyarakat memahami peristiwa yang terjadi antara korban dan pelaku. Sehingga mereka menunggu dan melihat reaksi dari orang lain. 

Di sisi lain, kerap kali stigma masih melekat di antara masyarakat kita. Ada pandangan miring jika perempuan menjadi korban. Menyalahkan pakaian, sikap dan sebagainya. Permasalahan objektifikasi perempuan memang belum selesai di tengah-tengah kita. 

Bystander effect sudah semestinya dicegah dari setiap isi kepala orang. Sudah sebaiknya menumbuhkan empati kembali. Karena jika seandainya empati ada di setiap orang, maka kasus pelecehan seksual bisa dihentikan saat terjadi di ruang publik.

Baca Juga:  Tidak Ada Kata Terlambat dalam Pendidikan dan Karir bagi Perempuan

Setidaknya ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghilangkan fenomena bystander effect. Pertama, bisa dimulai dengan menumbuhkan rasa empati terlebih dahulu. 

Kedua, jika tidak memiliki kuasa atau kapasitas untuk membantu, bisa segera meminta pertolongan kepada pihak aparat atau satpam terdekat. Bisa pula mengontak ambulans kalau korban memang membutuhkan bantuan kesehatan. 

Ketiga, berinisiatif membantu orang tersebut. Biasanya ketika ada satu orang yang membantu, maka orang lain akan melakukan hal serupa. Atau, kumpulkan barang bukti seperti mendokumentasikan pelaku. Sehingga ketika pelaku melarikan diri, maka ada bukti yang bisa diproses oleh aparat hukum. 

Terakhir, mulailah mengajak orang untuk menumbuhkan rasa empati dan melawan rasa apatis. Sehingga jika ada orang yang membutuhkan bantuan di sekitar kita, tidak ada rasa keraguan atau enggan untuk meminta pertolongan. 

Di dalam Islam sendiri diajarkan untuk meringankan beban orang lain dan saling tolong menolong. Hal ini tercantum pada  Q.S Al-Maidah ayat 2.

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Berdasarkan pada Li Yaddabaru Ayatih, Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Profesor dr Umar bin Abdullah al Muqbil, dari Fakultas Syariah Universitas Qashim -Saudi Arabia, ayat ini menekan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan kemaslahatan kehidupan dunia. Dengan catatan diperbolehkan oleh syariat. 

Dan membantu korban kekerasan seksual merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan. Sehingga dapat disimpulkan jika sudah saatnya menumbuhkan kepekaan dan empati di sekitar kita, Demi bisa membantu sesama manusia.  

Baca Juga:  Walau Terlihat Ceria, Ibu Usai Melahirkan Bisa Saja Alami Depresi

Rekomendasi

Kalau Ganteng Pasti Mau’: Saat Candaan Berisiko Membungkam Korban Pelecehan Seksual Kalau Ganteng Pasti Mau’: Saat Candaan Berisiko Membungkam Korban Pelecehan Seksual

Kalau Ganteng Pasti Mau’: Saat Candaan Berisiko Membungkam Korban Pelecehan Seksual

Hari Anak Nasional: Anak Harus Bebas dari Perilaku Bullying dan Kekerasan Seksual Hari Anak Nasional: Anak Harus Bebas dari Perilaku Bullying dan Kekerasan Seksual

Hari Anak Nasional: Anak Harus Bebas dari Perilaku Bullying dan Kekerasan Seksual

Perempuan Kerap Jadi Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan Seksual Perempuan Kerap Jadi Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan Seksual

Perempuan Kerap Jadi Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan Seksual

Apakah Komentar Seksis Termasuk Pelecehan Seksual?

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

7 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect