Ikuti Kami

Muslimah Talk

Belasan Perempuan Rela Foto Bugil demi Bansos; Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan

pendampingan pemulihan korban kekerasan seksual
pinterest.com

BincangMuslimah.Com Kabar tak mengenakkan bagi perempuan datang dari Padang Sidempuan, Sumatera Utara.  Pasalnya, belasan perempuan di daerah Tapanuli Selatan diduga menjadi korban penipuan. Para korban yang mayoritas ibu rumah tangga ini diimingi-imingi akan mendapat bantuan dana Covid 19 senilai Rp5 juta. Dana tunai itu akan dikirim setelah para perempuan itu rela mengirimkan foto bugil hanya demi bansos.

Sialnya, setelah mengirimkan foto bugil, pelaku masih terus berkilah. Butuh uang 3,5 juta sebagai syarat untuk mencairkan bantuan. Tak cukup meminta uang, pelaku juga memeras para korban—mengancam akan menyebarkan foto bugil tersebut bila tak membayar.

Tak tanggung-tanggung, sudah ada belasan perempuan yang menjadi korban. Adapun alasan perempuan ini rela mengirimkan foto bugilnya, sebab kesulitan ekonomi, terlebih di era pandemi. Sialnya, uang tak juga ada, justru malah diperas oknum yang tak bertanggungjawab.

Ini adalah kesekian kalinya perempuan menjadi sasaran penipuan dan kekerasan seksual. Peristiwa ini sudah berjalan dalam waktu yang cukup panjang.  Namun yang penting dikaji setiap tahun, kasus kejahatan seksual yang menimpa kaum perempuan tak kunjung usai. Bahkan semakin meningkat. Terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal itu bisa terlihat dari data yang ada. Menurut Komisi Nasional (Komnas) Perempuan dalam laporan Catatan Tahunan (CATAHU) di tahun 2020, dalam 12 tahun terakhir, kekerasan seksual pada perempuan mengalami peningkatan sebanyak 792%. Komnas Perempuan menduga masih banyak kasus yang belum terdata. Pun masih banyak kasus yang tenggelam—tidak diketahui dengan jelas rimba dan ujung penanganannya.

Sementara itu, di tahun 2019 terdapat 2.341 kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan. Angka ini terbilang meningkat fantastis— bila di banding tahun 2018, dengan jumlah di angka 1.417.  Di samping itu, ada juga kasus pelecehan seksual lewat internet seperti ancaman penyebaran foto atau video korban mengandung unsur porno sebanyak 281. Itulah runtutan peristiwa kejahatan seksual yang menimpa perempuan.

Baca Juga:  Membumikan Pancasila Pada Generasi Milenial

Pandangan Misoginis Terhadap Perempuan

Perempuan sebagai obyek merupakan pandangan diskriminatif yang berkembang di masyarakat. Dalam kasus yang terjadi di Tapanuli Selatan di atas, perempuan dijadikan sebagai obyek seksual. Yang bisa dinikmati dan diperdagangkan. Itu tentu tindakan biadab dan terkutuk.

Namun sadarkah kita, di sebagian masyarakat ada pandangan yang lebih hina dari tindakan pelaku di atas. Yaitu pandangan sebagian masyarakat yang menganggap rendah perempuan. Sialnya, pandangan ini dicarikan ayat atau hadis untuk legitimasi.

Pandangan ini jamak kita kenal dengan istilah misoginis. Pandangan yang mengutarakan kelemahan dan kekurangan perempuan, menggunakan ayat suci dan teks suci. Pandangan ini sudah berkarat dan lama ada. Hingga kini tak kunjung usai.

Contoh dari pandangan misoginis terhadap perempuan misalnya, perempuan adalah sumber fitnah, suara perempuan adalah aurat, perempuan terlaknat bila menolak ajakan hubungan seksual dari suami, perempuan tak diperkenankan menempuh pendidikan tinggi, dan perempuan tak bisa menjadi pemimpin.

Narasi ini juga tak kalah berbahaya bila dibanding perilaku biadab penipu tadi. Bila dalam kasus penipuan di atas, kita sama-sama mengutuk dan menyumpahinya, tetapi dalam kasus misoginis yang menimpa perempuan kita seolah terkesan diam.

Apa musabab? Sebab membawa teks kitab suci dan hadis Nabi. Dua wilayah yang dianggap sakral. Bila disentuh akan takut dilaknat dan terkutuk. Doktrin itulah yang melekat sejak dulu, bahkan sebelum sebagian kita lahir ke dunia. Tak ada yang mau menyentuh itu.

Hemat penulis, paradigma diskriminatif terhadap perempuan harus segera disingkirkan. Toh, pada hakikatnya lelaki dan perempuan adalah makhluk Allah. Keduanya diciptakan sama-sama untuk mengabdi pada Allah. Di samping itu, keduanya dianugerahkan keahlian dan bakat luar biasa.

Baca Juga:  Islam Mengecam Perdagangan Perempuan dan Anak

Allah berfirman;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Arti: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Rekomendasi

isu perempuan najwa shihab isu perempuan najwa shihab

Kekerasan, Kesenjangan, dan Krisis Percaya Diri: Isu Penting Perempuan Menurut Najwa Shihab

Review Novel “Telembuk”, Potret Buram Perempuan Miskin

pakaian terbuka perempuan dilecehkan pakaian terbuka perempuan dilecehkan

Habib Ali al-Jufri: Pakaian Terbuka Bukan Menjadi Sebab Perempuan Dilecehkan

Lelucon Pelecehan Seksual Lelucon Pelecehan Seksual

Jangan Dinormalisasi, Stop Lelucon Berbau Pelecehan Seksual

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Komentari

Terbaru

Film Ipar Adalah Maut Film Ipar Adalah Maut

Review Film Ipar Adalah Maut; Badai Besar Bermula Dari Angin yang Tak Terlihat

Tak Berkategori

Perempuan Pelaku Fitnah Pertama Perempuan Pelaku Fitnah Pertama

Kajian Hadis: Perempuan Pelaku Fitnah Pertama

Kajian

poligami poligami

Tiga Syarat Melakukan Poligami

Kajian

Dampak Pernikahan Siri Dampak Pernikahan Siri

Dampak Pernikahan Siri, Perempuan dan Anak Sering Jadi Korban

Keluarga

menjaga toleransi menjaga toleransi

Perempuan Dukung Perempuan: Solusi Pemberantas Poligami Secara Sederhana

Kajian

cinta pengorbanan idul adha cinta pengorbanan idul adha

Belajar Arti Cinta dan Pengorbanan dari Sejarah Idul Adha

Kajian

Nasihat al-Ghazali Penuntut Ilmu Nasihat al-Ghazali Penuntut Ilmu

Nasihat Penting Imam al-Ghazali Bagi Penuntut Ilmu

Kajian

pembagian waktu shalat dzuhur Zikir Setelah Shalat Dhuha pembagian waktu shalat dzuhur Zikir Setelah Shalat Dhuha

Zikir Setelah Shalat Dhuha: Lengkap Latin dan Artinya

Ibadah

Trending

butet manurung model barbie butet manurung model barbie

Butet Manurung, Dari Sokola Rimba Hingga Global Role Model Barbie

Diari

Kesalehan dan Domestikasi Perempuan Kesalehan dan Domestikasi Perempuan

Halal Lifestyle; Tawaran Gaya Hidup untuk Muslim Perkotaan

Muslimah Talk

fomo media sosial islam fomo media sosial islam

Upaya Menghindari Fomo dalam Kacamata Islam

Muslimah Talk

meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme

Langkah-langkah dalam Memahami Alquran

Ibadah

pembagian waktu shalat dzuhur Zikir Setelah Shalat Dhuha pembagian waktu shalat dzuhur Zikir Setelah Shalat Dhuha

Zikir Setelah Shalat Dhuha: Lengkap Latin dan Artinya

Ibadah

Beauty Previllege terobsesi kecantikan Beauty Previllege terobsesi kecantikan

Beauty Previllege akan Menjadi Masalah Ketika Terobsesi dengan Kecantikan

Diari

keutamaan puasa dzulhijjah keutamaan puasa dzulhijjah

Keutamaan Puasa di Awal Bulan Dzulhijjah

Ibadah

Aksi Sosial Ibu Masyarakat Aksi Sosial Ibu Masyarakat

Betapa Hebatnya Aksi Sosial Ibu-ibu di Masyarakat

Muslimah Talk

Connect