Ikuti Kami

Subscribe

Diari

Apakah Komentar Seksis Termasuk Pelecehan Seksual?

BincangMuslimah.Com – Baru-baru ini nama Pangeran Mateen dari Brunei Darrussalam menjadi perbincangan warganet di media sosial. Pangeran yang mempunyai nama lengkap Abdul Mateen ini, unggahan fotonya banyak dibanjiri komentar terutama oleh pengguna media sosial perempuan asal Indonesia. Beberapa orang mengatakan komentar-komentar pada postingan Pangeran Mateen di Instagram adalah bentuk ‘halu’ pengguna media sosial yang lazim dilakukan.

Namun, banyak pula yang berkomentar bahwa hal tersebut mengganggu karena komentar yang ditulis bernada seksis dan tidak pantas dilontarkan. Tak hanya itu, akun medsos kekasih Pangeran Mateen, Anisa juga ikut dikomentari. Kebanyakan komentar yang tertulis mendoakan agar hubungan keduanya berakhir. Hingga Anisa enggan untuk membuka social media untuk beberapa waktu, karena merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.

Kemudian banyak warganet yang menanyakan apakah menuliskan komentar seksis dan membuat orang lain merasa tidak nyaman di social media termasuk pelecehan seksual? Apa sebenarnya yang dimaksud pelecehan seksual? Dan apa saja jenis pelecehan yang dapat terjadi di media sosial? Mari kita simak.

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual adalah segala tindakan yang mengarah pada tindakan yang bernuansa seksual disampaikan baik melalui kontak fisik maupun tidak, tertuju pada bagian tubuh seksual dan seksualitas seseorang. Tindakan tersebut dapat berupa siulan, rayuan, memainkan mata, komentar atau ucapan yang bernada seksual, memperlihatkan konten-konten pornografi serta hasrat seksual sentuhan tubuh, dan gerakan yang bersifat seksual. Tentunya tindakan-tindakan tersebut adalah hal yang tidak diinginkan oleh korban.

Tindakan seksual yang dilakukan menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman, merasa direndahkan, mengganggu pekerjaan, menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan. Dalam hal ini perempuan paling sering menjadi korban pelecehan seksual, tetapi laki-laki juga bisa menjadi korban.

Saat ini media sosial tidak bisa luput dari kehidupan manusia sebagai salah satu media bertukar informasi dan hal lainnya. Namun, banyak juga yang menyalahgunakan kemudahan dalam berselancar di dunia maya seperti melakukan pelecehan seksual. Ternyata ada banyak jenis pelecehan seksual yang bisa terjadi di dunia maya. Di antaranya;

1. Spamming dengan Komentar Tidak Pantas.

Jenis pelecehan seksual yang satu ini sering kita temui, ketika seseorang memposting sebuah foto atau video kemudian banyak yang memberikan komentar tidak menyenangkan, menggoda dan berbau seks seperti, “Hai cantik!”, “Ganteng banget!”, “Badannya bohai!”.

2. Pelecehan Visual

Pelecehan ini dilakukan dengan mengirimkan foto atau video porno, bahkan sering muncul juga dalam bentuk meme. Biasanya kita dapati di grup kantor atau kelas, ada orang yang suka mengirim video/ gambar seperti itu, dengan alasan untuk lucu-lucuan atau meramaikan grup. Padahal, tanpa dia sadar, tindakan itu sudah mengacu pada praktek pelecehan visual.

3. Pelecehan Verbal

Pelecehan seksual selanjutnya adalah pelecehan verbal. Bentuknya bisa berupa obrolan (chatting) yang tak senonoh pada social media. Hal ini pernah terjadi pada penyanyi Via Vallen dan youtuber Gita Savitri.

4. Flaming

Flaming adalah sebuah ajakan ataupun ancaman untuk melakukan hubungan seksual. Jika menerima ajakan seperti ini melalui chatting, meskipun itu dari pacar atau tunangan, termasuk ke dalam bentuk pelecehan seksual.

5. Doxing

Doxing, yakni pelecehan yang dilakukan dengan menyebarluaskan data pribadi kita tanpa izin. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini menyebarkan data pribadi kita dengan tujuan kepentingan mereka sendiri. Tindakan stalking atau membaca akun orang lain untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, bisa termasuk salah satu contohnya. Informasi yang didapat dapat dari stalking kemungkinan dapat disalahgunakan untuk tindakan kejahatan.

6. Pelecehan Seksual dengan Menggunakan Akun Palsu.

Akun palsu ini dibuat untuk menguntungkan pihak tertentu, dan imbasnya akan sampai pada pemilik akun yang sebenarnya. Akun-akun palsu jika tidak segera ditangani bisa meresahkan public, menjelekkan image akun sesungguhnya dan dapat berujung pada tindakan kriminal.

Lakukan Tips Ini, Saat Menerima Pelecehan Seksual di Medsos

Nah, setelah tahu apa itu pelecehan seksual dan apa saja bentuknya, lalu apa yang harus kita lakukan kerika menerima pelecehan secara online? Berikut tips-tips yang bisa dilakukan.

Manfaatkan fitur report/lapor pada media sosial, cara ini bisa dilakukan ketika mendapatkan pesan atau DM (direct messenger) yang bernada pelecehan seksual, maka fitur report yang tersedia di setiap media sosial bisa digunakan. Di Twitter ada BRIM (block, report, ignore, mute), Facebook mempunyai mekanisme report yang bisa digunakan untuk melaporkan konten, grup, komentar, profil, ataupun pesan.

Kita juga bisa membiasakan diri untuk tidak membalas komentar ataupun pesan yang bernada pelecehan seksual di media sosial. Dengan diam, hal itu bisa jadi tidak memperkeruh suasana terlebih saat sudah memilih menempuh jalur hukum. Selain itu kita bisa memberikan tindakan tegas dengan menyebarluaskan komentar atau pesan yang bermuatan seksual lewat instastory Instagram dan facebook sebagai bagian dari edukasi kepada teman-teman kita dan masyarakat luas, seperti yang pernah dilakukan oleh Via Vallen.

Ketika sudah merasa mendapatkan pelecehan seksual secara online maka kita bisa mengambil keputusan untuk memberi tindakan tegas dengan melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib. Sebelumnya tentu kita sudah menyimpan berbagai bukti atas tindakan pelecehan seksual yang dilakukan pelaku, salah satunya kita bisa menggunakan metode screenshot pada ponsel tepat pada posisi chatting ataupun komentar di media sosial kita. Terakhir dan yang sangat penting adalah mindset dan sikap kita jangan menyalahkan korban atau victim blaming, justru harus memberi semangat dan dukungan agar korban tidak merasa sendiri, dan menghentikan rantai tersebut.

Jadi dengan melontarkan komentar-komentar seksis di media sosial, termasuk dalam salah satu pelecehan seksual. Perilaku tersebut dapat merendahkan ataupun melecehkan martabat seseorang, baiknya kita bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak merugikan ataupun menyakiti siapapun.

Rekomendasi

Perempuan Kerap Jadi Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan Seksual

Ayu Fatma
Ditulis oleh

Mahasiswa Indonesia Jentera Law Shcool

Komentari

Komentari

Terbaru

Peran Ibu dalam Membentuk Karakter Anak: Nasehat Nabi Kepada Ummi Athiyah

Keluarga

Melunasi Qadha Puasa Ramadhan Dulu atau Puasa Syawal Dulu?

Ibadah

Bolehkah Puasa Syawal pada Hari Jum’at?

Ibadah

Parenting Islami: Haruskah Memukul Anak Sebagai Bagian dari Pendidikan?  

Keluarga

Kenapa Puasa Syawal Enam Hari Disebut Seperti Puasa Setahun?

Ibadah

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

Ibadah

Balaslah Kebaikan Meskipun Hanya Dengan Doa

Ibadah

Tiga Orang yang Merugi Menurut Rasulullah

Ibadah

Trending

Cara Khadijah Memuliakan Nabi sebagai Suami

Muslimah Talk

Tata Cara I’tikaf di Rumah Selama Masa Pandemi Corona

Ibadah

qadha puasa qadha puasa

Enam Orang Ini, Harus Qadha Puasa Meski Tetap Puasa di Bulan Ramadhan

Video

Mengenal Tipe Kepribadian dari Cara Mengurus Rumah Tangga, Tipe Istri Seperti Apa Kamu?

Muslimah Daily

Mengapa Kita Harus Sahur? Ini Tiga Keutamaan Sahur dalam Sabda Nabi

Ibadah

Sunnah Baca Doa Ini di Akhir Witir Sebelum Salam

Ibadah

Pekerja Perempuan yang Belum Tuntas Haknya

Diari

Doa yang Diberikan Nabi pada Fatimah Az-Zahra saat Hadapi Kegelisahan

Ibadah

Connect