Ikuti Kami

Subscribe

Diari

Pentingnya Self Love Bagi Perempuan Muslim

one asian muslim female headshot at wet market in the morning outdoor with positive emotion - gettyimages.com

BincangMuslimah.ComSelf-love adalah cara kita agar bisa mencintai dan memperlakukan diri kita dengan baik. Hal ini penting dilakukan untuk menjalani kehidupan dan menyelesaikan berbagai permasalahan, khusunya bagi perempuan muslim. Bentuk mencintai diri sendiri bukanlah tindakan yang egois, melainkan dengan mencintai diri sendiri, kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Bahkan ketika seorang perempuan mampu mencintai dirinya sendiri, dia akan lebih percaya diri. Kepercayaan diri inilah yang akan memancar dan mampu dirasakan semua orang yang ada di sekitarnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Karena sejatinya, kita sebagai perempuan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jangan buat diri kita tersiksa dengan mendengarkan opini orang lain terkait fisik, pemikiran dan lain-lain tentang kita. Jangan pernah menyiksa diri sendiri. Berikanlah waktu rehat untuk diri sendiri, seperti luangkan waktu untuk sekedar berjalan-jalan di taman, membaca buku yang bagus, atau menikmati makanan kesukaan. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan hubungan dengan diri sendiri, dan menciptakan perasaan lebih baik untuk memulai hari yang baru.

Sesungguhnya mencintai diri sendiri merupakan amanah dari Allah SWT. Mencintai diri kita sebagai perempuan muslim juga bisa dilakukan dengan cara menerima segala kekurangan yang ada dalam diri, dan mensyukuri kelebihan yang diberikan oleh Sang Pencipta. Marilah kita sebagai perempuan muslim menjadikan cinta kepada diri sendiri, untuk terus berusaha memperbaiki diri, merawat diri, dan senantiasa menjaga dan meningkatkan keimanan kita sebagai umat muslim.

Bahkan kita juga diperintahkan oleh Allah SWT untuk tidak hanya menyayangi diri kita sendiri, melainkan juga keluarga kita dengan berusaha menjaga dan merawatnya agar terhindar dari siksa api neraka, sebagaimana firman Allah dalam (QS al-Tahrim [66] ayat 6):

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS al-Tahrim [66] ayat 6)

Dalam Tafsir Al-Mishbah, Muhammad Quraish Shihab menafsirkan ayat ini dan berkata “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri atas manusia dan bebatuan. Yang menangani neraka itu dan yang menyiksa penghuninya adalah para malaikat yang kuat dan keras dalam menghadapi mereka. Para malaikat itu selalu menerima perintah Allah dan melaksanakannya tanpa lalai sedikit pun”.

Kemudian Quraish Shihab lebih merinci lagi menjelaskan bahwa ayat tersebut menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan bermula dari rumah. Walau secara redaksional ayat tersebut tertuju kepada kaum pria (ayah), itu bukan berarti hanya tertuju kepada mereka. Ayat tersebut juga tertuju kepada perempuan dan laki-laki (baik ibu maupun ayah). Misalnya sebagaimana ayat-ayat serupa seperti ayat yang memerintahkan berpuasa yang tertuju kepada laki-laki dan perempuan. Hal ini berarti kedua orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anak dan juga pasangan masing-masing sebagaimana masing-masing bertanggung jawab atas kelakukaannya.

Oleh sebab itu, mulailah mencintai dirimu, serta jagalah keluargamu. Mencintai diri sendiri itu asalnya dari lubuk hati dan dari jiwa yang paling dalam dengan tulus tanpa pamrih. Mencintai diri sendiri juga bermaksud untuk terus mendukung diri kita agar senantiasa beribadah kepada Allah serta dapat bermanfaat bagi semua mahluk hidup.

Rekomendasi

Crusita Maharani S
Ditulis oleh

Mahasiswa semester 7 program studi Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah. Saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Artistik Lembaga Pers Mahasiswa Journo Liberta. Tertarik dengan penulisan, design grafis dan fotografi.

Komentari

Komentari

Terbaru

Perkara Yang Membatalkan Wudhu Perspektif Empat Mazhab Perkara Yang Membatalkan Wudhu Perspektif Empat Mazhab

Perkara Yang Membatalkan Wudhu Perspektif Empat Mazhab

Ibadah

Hai Ladies, Mari Turut Serta Menjadi Aktor Kunci Penjaga Toleransi!

Diari

jenis mukena jenis mukena

Tiga Kesunnahan yang Dianjurkan Ketika Melakukan Shalat Fajar

Ibadah

apakah sikat gigi bisa menggantikan siwak? apakah sikat gigi bisa menggantikan siwak?

Apakah Sikat Gigi Bisa Menggantikan Siwak?

Ibadah

doa dalam wudhu doa dalam wudhu

Doa-doa dalam Wudhu Tidak Ada Sumber Hadisnya, Bolehkah Diamalkan?

Ibadah

menolak ruu-pks, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menolak ruu-pks, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Catatan Bagi Orang-Orang yang Menolak RUU-PKS

Diari

bolehkah berwudhu dengan bantuan bolehkah berwudhu dengan bantuan

Bolehkah Berwudhu Dengan Bantuan Orang Lain?

Ibadah

Berbicara Saat Berwudhu Berbicara Saat Berwudhu

Berbicara Saat Berwudhu, Batalkah?

Ibadah

Trending

Hukum Menghisap Kemaluan Suami

Kajian

Beauty Previllege, Menjadi Masalah Ketika Terobsesi dengan Kecantikan

Diari

dalil puasa rajab dalil puasa rajab

Berapa Hari Kita Disunnahkan Puasa Rajab?

Ibadah

Metode Nabi Muhammad Metode Nabi Muhammad

Parenting Islami: Tiga Langkah Membina Generasi Berkualitas bagi Perempuan Karir

Keluarga

Ini Keutamaan Bersedekah Di Bulan Rajab yang Perlu Kamu Ketahui

Ibadah

Mandi junub dan haid Mandi junub dan haid

Hukum Menggabungkan Mandi Jum’at Dengan Mandi Janabah, Bolehkah?

Ibadah

qabliyah shubuh qabliyah shubuh

Ini Surah-surah yang Sunah Dibaca Saat Shalat Qabliyah Shubuh

Ibadah

Jilbab, SKB 3 Menteri dan Kemerdekaan Perempuan

Diari

Connect