Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Zainab binti Jahsy, Perempuan yang Dinikahi Nabi Saw atas Wahyu Allah

Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Bincangmuslimah.com- Zainab binti Jahsy al-Asadiyah adalah putri dari pasangan Jahsy bin Riab dan Umaimah binti Abdul Muthalib. Berdasarkan garis keturunan ini, Zainab berarti merupakan putri dari bibi Nabi Muhammad Saw.

Zainab binti Jahsy termasuk kaum muhajir pertama. Ia dikenal sebagai perempuan shalihah yang gemar bersedekah. Selian itu, sepupu Nabi ini juga memiliki paras yang rupawan, sebagaimana diakui Aisyah binti Abu Bakr.

Sebelum menikah dengan Nabi Saw, Zainab binti Jahsy pernah menikah dengan Zaid bin Haritsah, mantan budak yang dimerdekakan dan kemudian dijadikan anak angkat oleh Nabi Muhammad Saw. Namun rumah tangga Zaid dan Zainab tak berjalan harmonis, sehingga keduanya pun bercerai.

Setelah Zainab menuntaskan iddahnya. Allah Swt kemudian berfirman dalam surah al-Ahzab ayat 37:

وَإِذْ تَقُوْلُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ: أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللهَ، وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللهُ مُبْدِيْهِ وَتَخْشَى النَّاسَ، وَاللهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ، فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَراً زَوَّجْنَاكَهَا

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (QS. al-Ahzab: 37)

Begitu mendengar wahyu ini, Zainab binti Jahsy langsung bersujud, bersyukur atas nikmat yang luar biasa ini. Bagaimana tidak, kala itu Zainab resmi menjadi istri Rasulullah Saw. Ia bahkan dinikahkan langsung oleh Allah Swt, tanpa wali, juga tanpa syahid.

Atas keistimewaan inilah, Zainab seringkali membanggakan diri di hadapan istri-istri Nabi Saw yang lain, seraya berkata “Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan langsung oleh Allah Swt dari Arsy-Nya.”

Pernikahan Rasulullah Saw dengan Zainab binti Jahsy terjadi pada tahun 3 H, dalam riwayat lain disebutkan 5 H.

Keistimewaan pernikahan Nabi Saw dan Zainab tak hanya sebatas dilandaskan wahyu Allah Swt semata, melainkan juga menyiratkan begitu banyak hikmah dan pembelajaran bagi bangsa Arab dan segenap umat muslim.

Pasalnya, kala itu orang-orang Arab biasa menisbatkan anak angkat dengan nama ayah angkatnya. Dalam al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Imam al-Qurthubi menyatakan, Nabi Muhammad Saw mengadopsi Zaid bin Haritsah saat ia masih kecil. Saat Zaid beranjak dewasa, orang-orang biasa memanggilnya Zaid bin Muhammad. Menanggapi hal ini, Allah Swt kemudian berfirman:

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:5)

Selian menisbatkan nama anak angkat kepada nama ayah angkatnya, bangsa Arab juga meyakini bahwa istri dari anak angkat adalah mahram yang tidak boleh dinikahi oleh ayah angkatnya. Sehingga menurut mereka, Nabi Saw tidak boleh menikahi Zainab yang sebelumnya merupakan istri dari anak angkatnya, Zaid bin Haritsah. Maka, wahyu Allah Swt dan pernikahan Nabi Saw dengan Zainab menjadi penggugur tradisi ini.

Pada awalnya, Nabi Muhammad Saw pun begitu berberat hati menerima firman ini. Selain harus mendobrak tradisi bangsa Arab, Rasulullah Saw juga tentu menyadari perasaan Zaid bin Haritsah, anak angkat yang telah beliau asuh sejak kecil.

Al-Hasan dan Aisyah berkata “Kalaulah Rasulullah Saw hendak menyembunyikan wahyu, maka beliau tentu akan menyembunyikan ayat ini karena saking beratnya baginya.”

Namun Rasulullah Saw adalah utusan Allah yang amanah dan mustahil berkhianat, sehingga seberat apapun wahyu Allah baginya, tentu beliau akan tetap menyampaikannya.

Demikianlah, atas kehendak Allah Swt, Zainab resmi menjadi ummul mukminin. Ia mendampingi Nabi Saw hingga akhir hayat utusan Allah ini. Zainab binti Jahsy menutup usia 9 tahun setelah wafatnya Nabi Saw, tepatnya pada 20 H, di masa khilafah Umar bin Khattab.

Referensi: al-Ishabah fit Tamyiz as-Shahabah, Siyar A’lam an-Nubala, al-Jami’ li Ahkamil Qur’an atau Tafsir al-Qurthubi.

Rekomendasi

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Shafiyah binti Huyay, Putri Pembesar Yahudi yang Dinikahi Nabi Saw

Zainab binti Jahsy, Istri Rasulullah Saw yang Paling Gemar Bersedekah

Shafiyyah binti Huyay: Istri Nabi, Perempuan Yahudi yang Masuk Islam

sayyidah aisyah sayyidah aisyah

Benarkah Rasulullah Menikahi Sayyidah Aisyah di Bawah Umur?

Fera Rahmatun Nazilah
Ditulis oleh

Penulis adalah anggota redaksi BincangMuslimah. Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

Komentari

Komentari

Terbaru

mandi jumat sunnah shalat mandi jumat sunnah shalat

Apakah Mandi Hari Jumat Hanya Sunnah untuk yang Melaksanakan Shalat Jumat?

Kajian

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

anjuran healing dalam islam anjuran healing dalam islam

Anjuran Healing dalam Islam

Kajian

alquran tidak satu Qirâat alquran tidak satu Qirâat

Mengapa Alquran Tidak Cukup dengan Satu Qirâât?

Khazanah

al-Mulk anjuran untuk merantau al-Mulk anjuran untuk merantau

Tafsir al-Mulk ayat 15; Anjuran untuk Merantau

Kajian

islam memberi ruang istri islam memberi ruang istri

Islam Memberikan Ruang pada Istri untuk Bersuara dan Bersikap

Keluarga

peran perempuan domestik islam peran perempuan domestik islam

Peran Perempuan di Ranah Domestik Bernilai dalam Islam

Muslimah Talk

pemerkosa UMY laporkan balik pemerkosa UMY laporkan balik

Pemerkosa Mahasiswi UMY Malah Laporkan Balik Akun Pembongkar Kasus; Islam Memihak pada Korban

Muslimah Talk

Trending

tuna netra waktu shalat tuna netra waktu shalat

Cara Penyandang Tuna Netra dalam Memperkirakan Waktu Shalat

Ibadah

sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah

Tasawuf Cinta Murni Sufi Rabi’ah al-Adawiyah

Diari

nafkah keluarga ditanggung bersama nafkah keluarga ditanggung bersama

Nafkah Keluarga Boleh Ditanggung Bersama-Sama

Kajian

al-Mulk anjuran untuk merantau al-Mulk anjuran untuk merantau

Haruskah Laki-Laki Memberikan Kursi pada Perempuan di dalam Transportasi Umum?

Muslimah Talk

perempuan korban kekerasan zakat perempuan korban kekerasan zakat

Bisakah Perempuan Korban Kekerasan Menjadi Penerima Zakat?

Kajian

anak berbeda orang tua anak berbeda orang tua

Pandangan Islam Jika Anak Berbeda dengan Keinginan Orang Tua

Keluarga

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

fenomena adopsi spirit doll fenomena adopsi spirit doll

Fenomena Adopsi Spirit Doll dan Pandangan Islam Terhadapnya

Berita

Connect