Ikuti Kami

Kajian

Perempuan Tidak Boleh Dilarang untuk Shalat di Masjid

Keutamaan I’tikaf Masjid Istimewa
Hukum Perempuan Haid I'tikaf di Masjid

BincangMuslimah.Com – Ibadah merupakan salah satu upaya mendekatkan diri antara hamba dengan sang pencipta. Tentu tidak sekadar melakukan ibadah, namun didasarkan pada ketaatan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam Islam sendiri, pelbagai macam ibadah telah ditentukan beserta tata cara pelaksanaanya. 

Salah satunya adalah mendirikan shalat lima waktu sehari semalam. Kewajiban ini harus dilakukan oleh kaum muslimin dan muslimat, laki-laki atau perempuan. Salat yang menjadi pertama kali dipertanyakan pada saat pengadilan Allah di akhirat kelak. 

Karenanya penting untuk mengetahui ilmu shalat untuk hidup yang menenangkan dengan bekal di akhirat. Salah satu meningkatkan pahala shalat adalah melaksanakannya secara berjamaah. Shalat berjamaah bisa dilakukan di rumah, surau atau pun masjid. 

Pada dasarnya antara laki-laki dan perempuan boleh melakukan shalat berjamaah di masjid. Namun, beberapa daerah masih menerapkan aturan lama yang membatasi pergerakan perempuan di ruang publik. 

Satu di antaranya adalah menjalankan ibadah di luar rumah. Hal ini pun pernah dialami oleh penulis saat melakukan survei di salah satu wilayah pedesaan. Saat masuk jam shalat dan mencari masjid, tidak ditemukan mukena atau saf khusus untuk perempuan. 

Nyatanya, saat ditanya hanya laki-laki yang pergi shalat di masjid atau musala. Sedangkan perempuan melakukan shalat di rumah. Meski budaya dan tradisi telah bergeser, mungkin masih saja ditemukan sedikit banyak perempuan yang kesulitan di beribadah di masjid. 

Rasulullah sendiri melarang betul laki-laki yang mencegah perempuan yang ingin melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Hal ini disampaikan dalam hadis shahih. 

كانَتِ امْرَأَةٌ لِعُمَرَ تَشْهَدُ صَلاةَ الصُّبْحِ والعِشاءِ في الجَماعَةِ في المَسْجِدِ، فقِيلَ لَها: لِمَ تَخْرُجِينَ وقدْ تَعْلَمِينَ أنَّ عُمَرَ يَكْرَهُ ذلكَ ويَغارُ؟ قالَتْ: وما يَمْنَعُهُ أنْ يَنْهانِي؟ قالَ: يَمْنَعُهُ قَوْلُ رَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: لا تَمْنَعُوا إماءَ اللَّهِ مَساجِدَ اللَّهِ

Baca Juga:  Agung Hajjah Andi Depu, Nasionalis Perempuan dari Mandar

Ibnu Umar Ra mengatakan bahwa istri umar selalu ikut shalat subuh dan Isya berjamaah di masjid. Ditanyakan kepadanya ‘mengapa kamu masih keluar rumah, padahal kamu tahu suamimu, Umar membenci hal ini dan cemburu? Ia menimpali ‘Mengapa ia tidak mau melarangku saja sekalian?’ ‘Umar tidak melarangmu karena ada pernyataan Rasulullah Saw ‘Janganlah melarang perempuan yang ingin mendatangi masjid-masjid Allah. (H.R Imam Bukhari dalam Shahih-nya No 908). 

Berdasarkan hadis di atas, Faqihuddin Abdul Kodir dalam bukunya berjudul 60 Hadits Shahih mencatat pernyataan Nabi Muhammad Saw yang begitu tegas dan jelas. 

Seperti diketahui sejak zaman pra Islam hingga Rasulullah baru saja mendapatkan wahyu dari Allah SWT, masih ditemukan tradisi yang mengekang perempuan. Semisal melakukan aktivitas publik, terhitung beribadah di masjid.

Ketika tradisi tersebut masih saja dipegang oleh kaum laki-laki, Rasulullah pun mengeluarkan peringatan tegas melalui hadis ini. Melarang secara gamblang laki-laki atau suami yang mempunyai niat mencegah istri sholat berjamaah di masjid. 

Bahkan larangan itu pun berlaku pada sahabat Rasulullah Saw sekelas Umar bin Khattab. Dan ia pun mengikuti perintah tersebut. Pernyataan Nabi Muhammad Saw ini menurut Faqihuddin amatlah penting. 

Dimana, perintah Rasul mengembalikan kesadaran terhadap umat bahwa perempuan memiliki kebutuhan yang serupa dengan laki-laki. Dalam hal ini adalah untuk mendapatkan nilai kebaikan yang lebih. 

Oleh karena itu, sudah semestinya memberikan ruang yang sama antara laki-laki dan perempuan. Tentunya dalam berbuat kebaikan dan meningkatkan nilai pahala dari ibadah masing-masing. Kehadiran Islam bertujuan menyebarkan kebaikan dan kedamaian. Keduanya harus dirasakan oleh seluruh umat, baik itu laki-laki maupun perempuan.  

Rekomendasi

ummu salamah penyebutan perempuan ummu salamah penyebutan perempuan

Tafsir al-Ahzab Ayat 35: Kritik Ummu Salamah atas Ketiadaan Penyebutan Perempuan dalam Alquran

ratu safiatuddin pemimpin perempuan ratu safiatuddin pemimpin perempuan

Ratumas Sina, Pahlawan Perempuan dari Jambi

rasuna said pahlawan kemerdekaan rasuna said pahlawan kemerdekaan

Rasuna Said: Pahlawan Kemerdekaan dari Kalangan Santri dan Pejuang Kesetaraan Perempuan Bersenjata Pena

Hua Mulan: Mendobrak Stigma yang Mengungkung Perempuan

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

6 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect