Ikuti Kami

Ibadah

Adab Berwudu yang Perlu Diperhatikan

adab berwudu perlu diperhatikan
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Wudu adalah salah satu ibadah fundamental yang telah disyariatkan dalam Al-Quran. Sebagaimana firman Allah swt :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ 

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (Al-Maidah: 6).

Dikatakan ibadah fundamental karena wudu masuk pada bab Thaharah (Bersuci) di mana suci lahir maupun batin adalah langkah awal untuk kemudian melakukan ibadah yang lain. Sebab tidak mungkin kita menghadap Allah swt dalam keadaan najis. Rasulullah saw bersabda:

إن المؤمن لا ينجس

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu tidak najis.” (HR. Bukhari Muslim).

Menurut syariat, wudu adalah peribadatan kepada Allah swt dengan menggunakan air yang suci dan mensucikan dengan cara tertentu di empat anggota badan yaitu wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki. Adapun empat anggota tersebut termasuk dalam fardu wudu, ditambah dengan niat di awal dan tertib di akhir (Safinatun Naja, Beirut: Darul Minhaj 2009, hlm 18)

Kasus yang sering diperbincangkan adalah bagaimana etika berwudu menggunakan keran ataupun menggunakan gayung pada bak mandi, serta boleh atau tidaknya berwudu di dalam kamar mandi. Berikut urutan wudu beserta fardu, sunnah, dan adab berwudu yang perlu diperhatikan:

Pertama, niat dan membaca basmallah. Pengucapan niat wudlu cukup dilafalkan dalam hati saja, apabila kondisinya berada di dalam kamar mandi, dianjurkan baginya melafalkan bismillah menurut Ibnu Abidin dalam Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah sebagaimana Madzhab Hanbali yang memperbolehkan hal itu, namun Madzhab Maliki memakruhkannya.

Baca Juga:  Sunnah Baca Doa Ini di Multazam, Tempat Antara Ka'bah dan Hajar Aswad

Kedua, menghadap kiblat dan mencari tempat wudlu yang airnya mengalir lancar dan tidak menggenangi tempat wudlu agar tidak menciprat ke arah tubuh dan lokasi sekitar.

 وأما الأدب فثمانية أشياء : أن يستقبل القبلة، وأن يعقد في مكان لا يرجع الماء عليه ولا يترشش

Artinya: “Adapun adab wudhu ada delapan. Di antaranya adalah menghadap kiblat, berada di tempat yang airnya bisa mengalir dan tidak menciprat. (Syekh Ahmad bin Muhammad, Al-Lubab, [Madinah: Darul Bukhari, 1416 H], hlm. 68).

Adapun tetap sah dan boleh bagi seseeorang yang berwudlu menggunakan gayung pada bak mandi, asalkan air yang digunakan termasuk air suci mensucikan. Penggunaannya pun tidak lebih dan tidak kurang.

Ketiga, mendahulukan anggota badan yang kanan

Keempat, Membasuh tangan dan menyela-nyela jari sebanyak tiga kali

Kelima, berkumur dan menghirup air ke hidung atau istinsyaq (kecuali sedang puasa) dan menyemprotkannya ke sebelah kiri (istintsar) sebanyak tiga kali

Keenam, membasuh wajah (dari tumbuhnya rambut kepala hingga bagian ujung dua tulang rahang dan dagu) sebanyak tiga kali, bagi laki-laki disunnahkan menyela-nyela jenggot yang tebal, serta dibarengkan dalam hati membaca niat wudlu,

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul Wudhu-a Liro’il hadatsil ashghori fardhon lillaahi ta’ala

Artinya: “Aku niat berwudu untuk menghilangkan hadas kecil fardu karena Allah.”

Ketujuh, membasuh tangan hingga ke siku sebanyak tiga kali, serta disunnahkan untuk melebihkannya hingga lengan.

Kedelapan, mengusap sebagian kepala sebanyak tiga kali.

Para ulama berbeda pendapat tentang kadar bagian kepala yang harus diusap saat wudhu. Ulama mazhab Maliki dan Hanbali mewajibkan mengusap seluruh kepala, demi kehati-hatian dalam beribadah. Ulama mazhab Hanafi mewajibkan mengusap seperempat kepala. Sedangkan ulama Mazhab Syafi’i mewajibkan mengusap sebagian kepala, walaupun hanya beberapa helai rambut.   

Baca Juga:  Enam Hal yang Membatalkan Wudhu

Perbedaan ini muncul karena perbedaan dalam memahami makna huruf “ba” pada lafadz بِرُءُوسِكُمْ/biru’ûsikum dalam ayat di atas. Ulama yang menganggap huruf “ba” tersebut berfaedah “zaidah/tambahan” mewajibkan mengusap seluruh kepala. Artinya, keberadaan huruf “ba” tidak mempengaruhi makna, karena hanya bersifat tambahan. Sedangkan ulama yang menganggap huruf “ba” dimaksud berfaedah “tab’idh/sebagian” mewajibkan mengusap sebagian kepala.

Kesembilan, mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam sebanyak tiga kali

Kesepuluh, membasuh kaki sampai mata kaki sebanyak tiga kali serta menyela-nyela jari kaki

Kesebelas, tertib (berurutan) dan muwalah (tidak diselingi dengan perkara lain)

Keduabelas, membaca doa setelah berwudu (ada pula yang menambahkan sholat sunnah 2 rakaat setelah berwudu). Berikut doa setelah berwudu:

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ.

Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluh. Allaahummaj’alnii mina-t-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriin

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah HambaNya dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang bertaubat dan jadikan aku bagian dari orang-orang yang suci.

Demikian merupakan urutan wudu yang termasuk di dalamnya fardu, sunnah serta adab berwudu yang harus kita perhatikan karena sahnya wudhu menentukan pula sahnya ibadah kita yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:

قال عليه الصلاة والسلام: مفتاح الصلاة الطهارة، وتحريمها التكبير، وتحليلها التسليم (رواه أحمد، والشافعي، وأبو داود، وابن ماجه، والترمذي. وقال: هذا أصح شيء في الباب وأحسن).

Artinya: Nabi Muhammad saw. bersabda, “Kuncinya shalat adalah Thaharah (bersuci), penghormatannya adalah takbir, dan perhiasannya adalah salam.” Thaharah dalam hal ini termasuk juga berwudu.

Rekomendasi

Eyelash Extension: Sahkah untuk Wudhu? Eyelash Extension: Sahkah untuk Wudhu?

Eyelash Extension: Sahkah untuk Wudhu?

Wudhu Perempuan Eyeliner Waterproof Wudhu Perempuan Eyeliner Waterproof

Sahkah Wudhu Perempuan yang Memakai Eyeliner Waterproof?

Wudhu Perempuan Keputihan Terus-menerus Wudhu Perempuan Keputihan Terus-menerus

Tata Cara Wudhu bagi Perempuan yang Alami Keputihan Terus-menerus

hukum wudhu bagi perempuan haid hukum wudhu bagi perempuan haid

Hukum Wudhu Bagi Perempuan Haid

Ditulis oleh

Mahasiwi Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Mahasantriwati Pesantren Luhur Sabilussalam.

2 Komentar

2 Comments

Komentari

Terbaru

Anjuran Bagi-bagi THR, Apakah Sesuai Sunah Nabi?

Video

QS At-Taubah Ayat 103: Manfaat Zakat dalam Dimensi Sosial QS At-Taubah Ayat 103: Manfaat Zakat dalam Dimensi Sosial

QS At-Taubah Ayat 103: Manfaat Zakat dalam Dimensi Sosial

Kajian

Sedang Haid, Apa Tetap DiAnjurkan Mandi Sunnah Idulfitri Sedang Haid, Apa Tetap DiAnjurkan Mandi Sunnah Idulfitri

Sedang Haid, Apa Tetap DiAnjurkan Mandi Sunnah Idulfitri

Ibadah

Anjuran Saling Mendoakan dengan Doa Ini di Hari Raya Idul Fitri

Ibadah

Bolehkah Menggabungkan Salat Qada Subuh dan Salat Idulfitri? Bolehkah Menggabungkan Salat Qada Subuh dan Salat Idulfitri?

Bolehkah Menggabungkan Salat Qada Subuh dan Salat Idulfitri?

Ibadah

kisah fatimah idul fitri kisah fatimah idul fitri

Kisah Sayyidah Fatimah Merayakan Idul Fitri

Khazanah

Kesedihan Ramadan 58 Hijriah: Tahun Wafat Sayyidah Aisyah Kesedihan Ramadan 58 Hijriah: Tahun Wafat Sayyidah Aisyah

Kesedihan Ramadan 58 Hijriah: Tahun Wafat Sayyidah Aisyah

Muslimah Talk

Kapan Seorang Istri Dapat Keluar Rumah Tanpa Izin Suami? Kapan Seorang Istri Dapat Keluar Rumah Tanpa Izin Suami?

Ummu Mahjan: Reprentasi Peran Perempuan di Masjid pada Masa Nabi

Muslimah Talk

Trending

Ini Tata Cara I’tikaf bagi Perempuan Istihadhah

Video

Ketentuan dan Syarat Iktikaf bagi Perempuan

Video

tips menghindari overthingking tips menghindari overthingking

Problematika Perempuan Saat Puasa Ramadhan (Bagian 3)

Ibadah

Tuan Guru KH Zainuddin Abdul Madjid Tuan Guru KH Zainuddin Abdul Madjid

Tuan Guru KH Zainuddin Abdul Madjid: Pelopor Pendidikan Perempuan dari NTB

Kajian

malam jumat atau lailatul qadar malam jumat atau lailatul qadar

Doa Lailatul Qadar yang Diajarkan Rasulullah pada Siti Aisyah

Ibadah

Anjuran Saling Mendoakan dengan Doa Ini di Hari Raya Idul Fitri

Ibadah

mengajarkan kesabaran anak berpuasa mengajarkan kesabaran anak berpuasa

Parenting Islami : Hukum Mengajarkan Puasa pada Anak Kecil yang Belum Baligh

Keluarga

Puasa Tapi Maksiat Terus, Apakah Puasa Batal?

Video

Connect