Ikuti Kami

Khazanah

Rohingya Aceh: Batasan Menolong Sesama Muslim

Rohingya Aceh
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Indonesia, khususnya masyarakat yang berada di pulau Sabang sedang dihadapkan dengan dilema terhadap kedatangan etnis Rohingya. Pasalnya etnis Rohingya tersebut datang berbondong-bondong ke Aceh, tepatnya Pulau Sabang sebagai pengungsi. 

Sebagai pengungsi, mereka diberikan makanan dengan porsi besar yang belum tentu dapat dirasakan oleh rakyat menengah ke bawah di Indonesia. Bukan hanya mengungsi, mereka juga dikeluhkan masyarakat karena sudah mengotori tempat mengungsi. Terlebih, mereka juga pernah membuang perbekalan yang diberikan rakyat Aceh ke laut Indonesia.

Siapakah Etnis Rohingya? 

Menurut catatan sejarah, etnis Rohingya merupakan kaum muslim minoritas di daerah Myanmar yang mayoritasnya beragama Budha. Etnis ini tidak memiliki kewarganegaraan dan  tempat tinggal di Myanmar. Terlebih pada saat Myanmar dijajah oleh Inggris-yang di antara tentaranya merupakan orang-orang Rohingya-membuat Myanmar tidak menerima etnis Rohingya. 

Setelah kejadian itu, PBB membuatkan mereka tempat tinggal di daerah Bangladesh. Namun, di Bangladesh mereka mengalami kesulitan termasuk dalam hal makanan. Sehingga mereka kembali melakukan perjalanan untuk mencari pengungsian termasuk ke Indonesia. Karena ini, sebagian dari mereka banyak yang menuju Indonesia, khususnya di daerah Sabang. 

Akan tetapi, semakin lama etnis Rohingya berada di Aceh, semakin banyak kejanggalan dan keluhan yang dirasakan rakyat Indonesia. Beberapa di antaranya adalah adanya orang Bangladesh yang diselundupkan datang ke Indonesia. Selain itu, beberapa fasilitas yang mereka dapat di Indonesia seperti rusun gratis, makanan, dan uang bulanan yang belum tentu dirasakan oleh rakyat kecil Indonesia membuat sebagian rakyat Indonesia merasa khawatir akan adanya penjajahan kembali.

Dilema Antara Menolong Rohingnya atau Menjaga Kenyamanan Rakyat Aceh

Fenomena semacam inilah yang membuat kita dilema. Antara berempati dalam aspek kemanusiaan, menolong karena saudara sesama muslim, atau justru menjaga lingkungan, keamanan dan kenyamanan rakyat Indonesia sendiri. Dalam hal ini, mungkin kita bisa menelaah tentang apa yang seharusnya lebih diprioritaskan dalam situasi demikian.

Baca Juga:  Ratu Safiatuddin, Tokoh Feminisme dan Pemimpin Perempuan Pertama di Indonesia

Islam memang menganjurkan kita untuk saling tolong-menolong. Sebagaimana firman Allah Swt. di dalam QS. Al-Maidah [5]:2 berikut: 

‌وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

Artinya: “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam keburukan dan permusuhan. Dan takutlah kamu kepada Allah, sesungguhnya azab Allah sangat pedih.”

Di dalam hadis, Rasulullah saw juga pernah bersabda bahwa sesama muslim itu bagaikan bangunan yang harus saling tolong menolong dan saling menguatkan. Namun, di samping hal itu Rasulullah saw juga bersabda dalam sebuah hadis: 

‌لَا ‌ضَرَرَ ‌وَلَا ‌ضِرَارَ

Artinya: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”

Singkatnya, Rasulullah saw memang memerintahkan kita untuk saling tolong menolong. Akan tetapi, beliau juga melarang kita untuk merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dari hadis ini kita juga bisa paham bahwa hak-hak yang kita miliki tidak boleh melewati batas hingga bisa merugikan orang lain, begitu pun sebaliknya. 

Dalam situasi demikian, kita bisa melihat bagaimana rakyat Sabang mengeluhkan hak keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan ketertibannya mulai terusik saat datangnya etnis Rohingya. Rakyat Sabang wajib membantu saudaranya yang tidak memiliki tempat tinggal untuk tinggal di rumah mereka, namun mereka juga tetap mempunyai hak untuk tetap tinggal dengan nyaman di rumah mereka sendiri. 

Terlebih lagi etnis Rohingya ini sejatinya sudah mempunyai tempat tinggal yang dibuatkan oleh PBB di Bangladesh. Ditambah dengan tindakan mereka saat membuang perbekalan yang diberikan rakyat Sabang di laut. Mereka bukan hanya tidak menghargai pemberian sebagai saudara, tetapi juga mengotori lingkungan yang mestinya dijaga. Sehingga sudah selayaknya pemerintah bertindak tegas dengan keluhan rakyat sendiri tentang keresahan mereka. 

Baca Juga:  Apa Saja Peristiwa Penting Dalam Bulan Ramadan?

Rekomendasi

Ditulis oleh

Alumnus Ponpes As'ad Jambi dan Mahad Ali Situbondo. Tertarik pada kajian perempuan dan keislaman.

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Connect