Ikuti Kami

Khazanah

Kejam! Israel Lakukan Pelanggaran HAM terhadap Anak-anak Palestina

Pelanggaran HAM Anak-anak Palestina
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Kejam. Itulah kata yang layak disematkan pada Israel. Sejak konflik berkecamuk 7 Oktober 2023 silam, korban semakin banyak berjatuhan. Aturan peperangan tak diindahkan. Serangan bom meluluhlantakkan sekolah dan menewaskan anak-anak tak berdosa. Ini bukti yang nyata bahwa Israel telah melakukan pelanggaran HAM terhadap anak-anak di Palestina.

Anak-anak Palestina di tepi Barat dan Jalur Gaza yang terlibat terus menjadi korban pelanggaran HAM oleh Israel. Terdapat sebanyak 500-700 anak-anak di Palestina, beberapa masih berumur 12 tahun, ditahan dan diadili dalam kerangka pengadilan taktis Israel. Tuduhan yang paling sering yaitu pelemparan batu, seperti yang dikatakan oleh Safeguard for Youngsters Global Palestine (DCI-P).

Hukum militer Israel memperbolehkan siapa pun yang berumur 12 tahun ke atas untuk ditahan. Akan tetapi, seperti yang ditunjukkan oleh Bill Van Esveld, seorang ilmuwan senior untuk Divisi Hak Istimewa Anak-anak di Common Freedoms Watch, pelemparan batu juga dipandang sebagai pelanggaran ‘keamanan’ di bawah hukum militer Israel. Hal ini menyiratkan bahwa anak-anak Palestina disalahkan karena melempar batu.

Pada tahun 2019, Israel menjadi satu-satunya negara yang menerapkan undang-undang penjara kepada anak utamanya anak-anak yang berasal dari Palestina. Anak-anak tersebut diperlakukan dengan kasar, tidak diberi akses untuk menghubungi orang tuanya. Israel sendiri menolak untuk merevisi undang-undangnya tersebut.

Salah satu korban kekejaman Israel yang menceritakan kisahnya ialah Malak Al-Ghalit. Ia ditahan pada usia 14 tahun. Alasannya tak jelas, Kasusnya dikaitkan dengan dokumen yang dia sendiri tidak paham isinya. Dalam laporan setiap tahun, ada 500 anak yang ditahan pihak Israel dengan tuduhan yang tidak terbukti. Israel menganggap mereka ancaman, walaupun semestinya anak-anak memiliki hak untuk bermain dan belajar daripada menjadi tawanan perang.

Baca Juga:  Meneladani Sikap Rasulullah terhadap Masyarakat Adat

Hal ini sangat tidak mencerminkan asuransi anak-anak, mengingat fakta bahwa dengan penangkapan tersebut angkatan bersenjata Israel telah membatasi bahkan menghilangkan hak istimewa anak-anak untuk belajar dan bermain layaknya anak pada umumnya. Penjara tersebut juga dapat berdampak buruk pada kondisi mental anak karena mereka menyaksikan setiap hari perilaku kebiadaban eksekusi oleh prajurit Israel terhadap para tawanan.

Pemuda Palestina yang ditawan oleh prajurit Israel juga mendapatkan perlakuan tidak berperasaan dan siksaan tiada henti. Mereka dipaksa mengakui tuduhan atas tindakan yang tidak pernah mereka lakukan. Selama pemeriksaan silang, sebagian besar anak-anak tidak bergabung dengan orang tua mereka, tidak mendapatkan haknya, dan anak-anak juga dipaksa untuk menandatangani catatan yang ditulis dalam bahasa yang tidak mereka mengerti.

Penindasan dan bahaya yang dilakukan oleh Israel untuk anak-anak Palestina adalah pelanggaran terhadap Konvensi Jeneva III 1949 dan Konvensi Jeneva IV 1949. Hal itu dinyatakan dalam bagian utama Pasal 13 dari Konvensi Jeneva III 1949.

Terlepas dari fakta bahwa terdapat banyak undang-undang di seluruh dunia yang menjamin keistimewaan anak muda, terkhusus anak-anak di daerah perjuangan. Namun, sampai saat ini, masih banyak peraturan yang belum dipatuhi dalam perjuangan Israel-Palestina. Misalnya, ketika Israel menghancurkan kantor-kantor publik di wilayah Palestina seperti klinik dan sekolah. Akan tetapi, Israel tidak akan mengakui kegiatan ini, Israel juga mengatakan bahwa mereka tidak boleh berada di negara yang mengabaikan kebebasan dasar atau kebebasan umum. Padahal kenyataannya mereka melanggar hal tersebut.

Konvensi Jenewa sendiri menyatakan bahwa perselisihan apa pun yang terjadi dilarang menyerang klinik medis. Sebab, klinik darurat merupakan tempat yang aman untuk orang-orang yang lemah, orang-orang yang memang harus diselamatkan dari wilayah peperangan secepat mungkin.

Baca Juga:  Keistimewaan dan Kenikmatan Mati Syahid

Penjajahan oleh Israel di tanah Palestina masih berlangsung sampai sekarang. Serangan terus dilakukan oleh zionis sampai anak-anak pun menjadi korban peperangan Israel. Bahkan sampai hari ini, Jumat (3/11/2023), ada sebanyak 3.760 anak-anak dari total 9.061 masyarakat yang tewas di Jalur Gaza. Hak-hak anak palestina yang dirampas oleh zionis, meliputi; tidak memiliki kebebasan, tidak dapat mengenyam pendidikan, tidak bisa merasakan ekonomi yang baik, hak hidupnya terganggu, hak untuk menjadi seperti anak-anak pada umumnya tidak dapat dirasakan oleh anak palestina.

Sumber

Dewantara, Jagad Aditya dkk. “Pelanggaran HAM Dalam Konflik Israel dan Palestina Berdampak Terhadap Hilangnya Hak Asasi Manusia Khususnya Hak Anak di Palestina”. Jurnal Kewarganegaraan. Vol. 7, No. 1. 2023.

Arbar, Thea Fathanah. “Anak Tewas Gaza Lampaui Jumlah Korban di Zona Konflik Dunia”. https://www.cnbcindonesia.com/news/20231103112344-4-486108/anak-tewas-gaza-lampaui-jumlah-korban-di-zona-konflik-dunia/ Diakses pada 03 November 2023.

Rekomendasi

Konflik Israel dan Palestina Konflik Israel dan Palestina

Prof. Quraish Shihab; Konflik Israel dan Palestina Bukan Konflik Agama

Ambil Peran Dukung Palestina Ambil Peran Dukung Palestina

Diskusi Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Ajak Masyarakat Ambil Peran Dukung Palestina

Keistimewaan dan Kenikmatan Mati Syahid Keistimewaan dan Kenikmatan Mati Syahid

Keistimewaan dan Kenikmatan Mati Syahid

Perempuan Hidup di Palestina Perempuan Hidup di Palestina

Nasib Perempuan yang Hidup di Palestina

Ditulis oleh

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam

4 Komentar

4 Comments

Komentari

Terbaru

Film Ipar Adalah Maut Film Ipar Adalah Maut

Review Film Ipar Adalah Maut; Badai Besar Bermula Dari Angin yang Tak Terlihat

Tak Berkategori

Perempuan Pelaku Fitnah Pertama Perempuan Pelaku Fitnah Pertama

Kajian Hadis: Perempuan Pelaku Fitnah Pertama

Kajian

poligami poligami

Tiga Syarat Melakukan Poligami

Kajian

Dampak Pernikahan Siri Dampak Pernikahan Siri

Dampak Pernikahan Siri, Perempuan dan Anak Sering Jadi Korban

Keluarga

menjaga toleransi menjaga toleransi

Perempuan Dukung Perempuan: Solusi Pemberantas Poligami Secara Sederhana

Kajian

cinta pengorbanan idul adha cinta pengorbanan idul adha

Belajar Arti Cinta dan Pengorbanan dari Sejarah Idul Adha

Kajian

Nasihat al-Ghazali Penuntut Ilmu Nasihat al-Ghazali Penuntut Ilmu

Nasihat Penting Imam al-Ghazali Bagi Penuntut Ilmu

Kajian

pembagian waktu shalat dzuhur Zikir Setelah Shalat Dhuha pembagian waktu shalat dzuhur Zikir Setelah Shalat Dhuha

Zikir Setelah Shalat Dhuha: Lengkap Latin dan Artinya

Ibadah

Trending

butet manurung model barbie butet manurung model barbie

Butet Manurung, Dari Sokola Rimba Hingga Global Role Model Barbie

Diari

Kesalehan dan Domestikasi Perempuan Kesalehan dan Domestikasi Perempuan

Halal Lifestyle; Tawaran Gaya Hidup untuk Muslim Perkotaan

Muslimah Talk

fomo media sosial islam fomo media sosial islam

Upaya Menghindari Fomo dalam Kacamata Islam

Muslimah Talk

meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme

Langkah-langkah dalam Memahami Alquran

Ibadah

pembagian waktu shalat dzuhur Zikir Setelah Shalat Dhuha pembagian waktu shalat dzuhur Zikir Setelah Shalat Dhuha

Zikir Setelah Shalat Dhuha: Lengkap Latin dan Artinya

Ibadah

Beauty Previllege terobsesi kecantikan Beauty Previllege terobsesi kecantikan

Beauty Previllege akan Menjadi Masalah Ketika Terobsesi dengan Kecantikan

Diari

keutamaan puasa dzulhijjah keutamaan puasa dzulhijjah

Keutamaan Puasa di Awal Bulan Dzulhijjah

Ibadah

Aksi Sosial Ibu Masyarakat Aksi Sosial Ibu Masyarakat

Betapa Hebatnya Aksi Sosial Ibu-ibu di Masyarakat

Muslimah Talk

Connect