Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Sayyidah Sukainah binti Al-Husain: Cicit Rasulullah, Sang Kritikus Sastra

pinterest.com

BincangMuslimah.Com – Siti Sukainah begitu orang Jawa menyebut Sayyidah Sukainah binti Al-Husain. Sayyidah Sukainah binti Al-Husain merupakan putri dari Imam Husain as dan ibunya bernama Rubab binti Imru al-Qais dan beliau merupakan cicit Rasululah Saw. Dikutip dari buku Perempuan Ulama Diatas Panggung Sejarah yang ditulis K.H. Husein Muhammad bahwa Sayyidah Sukainah binti Al-Husain lahir pada tahun 669 M  dan wafat pada 736 M.

Beliau bersama ibunya turut berpartisipasi dalam Peristiwa Karbala mengikuti ayahnya. Beliau beserta ibunya turut berpartisipasi dalam Peristiwa Karbala. Kala itu beliau bersama saudaranya, Sayyid Ali Husain as-sajad melihat secara jelas dengan mata kepalanya pembantaian atas ayahnya dilakukan oleh pasukan tentara Yazid bin Mu’awiyah.

Beberapa literatur menyebutkan bahwa Ayahnya sangat mencintainya dan ibunya. Sebuah syair puisi berbunyi:

Aku bersumpah demi dirimu

Aku senang dengan rumah

Yang didalamnya ada Sukinah dan Rubab

Semua milikku akan kuberikan

Aku akan menyesali diriku sendiri

Jika tak mampu melakukan hal ini.

Beberapa tokoh menyebut bahwa Sayyidah Sukainah binti Al-Husain merupakan sosok yang menarik perhatian para sejarawan  dan penulis biografi tokoh di dunia. Sebut saja Ibnu Jarir art-Thabari, seorang Syekh al-Mufassirin sekaligus sejarawan menulis Sayyidah Sukainah  dalam bukunya yang terkenal berjudul Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk.

Juga ada Ibnu Sa’d seorang sejarawan, menulis Sayyidah Sukainah dalam buku Ath-Thabaqat (biografi para tokoh): Abu al-Faraj dalam Al-Aghani: Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (sejarah Damaskus) dan Ibnu Hisan dalam Al-Hadaiq al-Ghina fi Akhbar an-Nisa dan lain-lain.

Nama-nama diatas menyebutkan bahwa Sayyidah Sukainah merupakan perempuan terhormat dan berkepribadian bersih dan paling terkenal pada masanya. Berakhlak mulia, seorang zahidah (bersahaja), bertutur kata indah, kritikus sastra dan pintar.

Lihatlah, Sukainah

Namanya menebar harum di seluruh pojok bumi

Ia mengajarkan kata-kata Nabi

Dan menafsirkan kitab suci.

Masih dari sumber yang sama juga disebutkan Sukainah sering berjumpa dan berdiskusi di rumahnya tentang sastra prosa maupun puisi dengan para begawan sastra pada masa itu Jarir, Frazdaq, dan Jamil Batsinah. Di rumahnya, terdapat ruang untuk pengajian  public dan salon sastra.

Dalam pengajiannya, hadirinnya berasal dari para sarjana, laki-laki dan perempuan serta masyarakat umum. Tidak hanya itu, Sukainah juga menjadi buah bibir public luas  dikarenakan parasnya yang cantik jelita dengan rambutnya yang tersisir indah. Dijelaskan bahwa ia sering membiarkan rambut indahnya itu terbuka. Dengan kata lain ia sering tidak mengenakan kerudung atau jilbab.

Abu al-Faraj al-Isfahani dalam buku Ensiklopedia Sastra, Kisah dan Puisi menuliskan “Sukainah adalah perempuan dengan rambut paling indah. Ia menyisir dan merapikan rambutnya begitu apik. Tak ada perempuan dengan rambut seindah rambutnya, hingga ia menjadi mode tersendiri bagi kaum perempuan pada zamannya yan disebut  dengan nama ‘mode Sukainah’. Umar bin Abdul Aziz menghukum laki-laki yang menyisir rambutnya ala Sukainiyah dengan mengguntingnya.”

Mengutip kembali dari buku Perempuan Ulama Diatas Panggung Sejarah yang ditulis K.H. Husein Muhammad bahwa banyak hal yang menarik dari pribadi Sayyidah Sukainah sekaligus pandangan-pandananya yang dinilai progresif dan kontroversial. Salah satunya ialah saat menikah, ia meminta dibuatkan perjanjian pranikah yang harus yang ditandatangani calon suaminya. Berikut beberap bunyi perjanjiannya adalah:

  1. Tidak boleh mengambil perempuan lain dengan kata lain tidak boleh poligini.
  2. Tidak boleh ada rahasia dalam hal keuangan dengan kata lain keuangan harus terbuka.
  3. Tidak boleh melarang keluar untuk beraktivitas di luar rumah jika dirinya menghendaki.

Jika salah satu syarat tersebut dilanggar, maka ia (Sukainah) bebas untuk menentukan pilihan gugat cerai atau melanjutkan begitu penjelasan yang dirujuk dari buku berjudul Tarajum Sayyidat Bait an-Nubuwwah karya Aisyah binti asy-Syathi.

Dalam sejarah dituliskan bahwa dalam perjalanan rumah tangga itu, konon suami Sukainah (Zaid bin Umar al-Ustmani) melanggar butir yang pertama. Suaminya mengambil perempuan lain dan berhubungan intim dengan perempuan itu. Sukainah lantas mengajukan gugat cerai.

Hakim menyampaikan, berdasarkan sabda Nabi Saw “Penggugat harus menunjukkan bukti, dan jika tergugat mengingkari, ia harus bersumpah.” Ini berarti Sukainah harus membuktikan hubungan intim suaminya dengan perempuan lain itu, dan Zaid binti Umar harus bersumpah jika menolak.  Saat hakim menanyakan kepada Sayyidah Sukainah, ia menatap suaminya dengan mengatakan:

Wahai Abu Utsman, pandanglah aku sekali lagi dan sesudah malam, demi Allah, kamu tak akan lagi boleh melihatku selamnya.”

Dan hakim diam seribu bahasa…”

Kemudian Zaid bin Umar menceraikan Sukainah.

Rekomendasi

Azzahra al-batul putri rasulullah Azzahra al-batul putri rasulullah

Julukan Azzahra dan Al-Batul untuk Fathimah Putri Rasulullah

Rasulullah Menolak Putrinya Dipoligami Rasulullah Menolak Putrinya Dipoligami

Alasan Rasulullah Menolak Putrinya Dipoligami Sayyidina Ali

Zainab binti Khuzaimah Zainab binti Khuzaimah

Ummu Kultsum; Putri Rasulullah yang Diperistri Utsman bin Affan

Avatar
Ditulis oleh

Mahasiswi UIN Jakarta dan volunter di Lapor Covid

Komentari

Komentari

Terbaru

Sayyidah Aisyah Difitnah Berselingkuh Sayyidah Aisyah Difitnah Berselingkuh

Saat Sayyidah Aisyah Difitnah Berselingkuh, Ini 4 Respon Para Sahabat Nabi

Kajian

Maudy Ayunda Pernikahan Campur Maudy Ayunda Pernikahan Campur

Apakah Pernikahan Maudy Ayunda Termasuk Pernikahan Campur?

Kajian

Pernikahan Anak Bahan Candaan Pernikahan Anak Bahan Candaan

Mengkhawatirkan, Pernikahan Anak Masih Jadi Bahan Candaan

Muslimah Talk

Keilmuan Islam Bumi Andalusia Keilmuan Islam Bumi Andalusia

Benih Keilmuan Islam di Bumi Andalusia

Khazanah

Maudy Ayunda Pernikahan Campur Maudy Ayunda Pernikahan Campur

Maudy Ayunda Menikah; Telaah Tafsir “Perempuan yang Baik untuk Lelaki yang Baik”

Kajian

bermain hak setiap anak bermain hak setiap anak

Bermain Adalah Hak Setiap Anak

Keluarga

Memahami Hadis syuhudi ismail Memahami Hadis syuhudi ismail

Langkah-langkah Memahami Hadis Menurut Prof. Muhammad Syuhudi Ismail

Kajian

sebab munculnya hadis palsu sebab munculnya hadis palsu

Hadis Maudhu’: Sebab-Sebab Munculnya Hadis Palsu

Kajian

Trending

kepemilikan aset kripto dizakati kepemilikan aset kripto dizakati

Apakah Kepemilikan Aset Kripto Harus Dizakati?

Kajian

anggota keluarga menggantikan puasa anggota keluarga menggantikan puasa

Apakah Anggota Keluarga Bisa Menggantikan Puasa Kerabat yang Sudah Wafat?

Kajian

laki-laki jadi korban kdrt laki-laki jadi korban kdrt

Tidak Hanya Pada Perempuan, Laki-Laki Pun Bisa Jadi Korban KDRT

Kajian

amalan shalat ashar jumat amalan shalat ashar jumat

Amalan Nabi Khidir Setelah Shalat Ashar di Hari Jumat

Ibadah

tata cara membayar fidyah tata cara membayar fidyah

Tata Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Kajian

as-syifa' guru baca-tulis as-syifa' guru baca-tulis

Mengenal As-Syifa’: Guru Baca-Tulis dalam Islam

Khazanah

Doa Saat Naik Kendaraan Doa Saat Naik Kendaraan

Doa Saat Naik Kendaraan

Ibadah

tips Mengajarkan Toleransi Keberagaman tips Mengajarkan Toleransi Keberagaman

Tips Mengajarkan Toleransi dan Keberagaman pada Anak

Keluarga

Connect