Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Antara Islam dan Kebebasan Menurut Syeikh Mutawalli al-Sya’rawi

BincangMuslimah.Com – Trend kebebasan sepertinya sedang heboh-hebohnya digaungkan terutama di berbagai negara-negara sekuler dengan pernyataan bahwa kebebasan merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Sehingga menimbulkan pertanyaan agar tidak salah dalam mengartikan arti kebebasan dan apakah nilai ini juga berlaku dalam Islam?

Salah satu ulama yang membahas mengenai ini adalah Syeikh Mutawwali al-Sya’rawi dalam bukunya yang berjudul “Anta Tas’alu wal Islaamu Yujiibu”.

Menurut al-Sya’rawi prinsip kebebasan sebetulnya berbeda dengan prinsip agama, karena prinsip agama pada dasarnya berbenturan dengan prinsip kebebasan. Karena agama memiliki prinsip mengikat dan memiliki aturan oleh karena itu agama memiliki buku panduan tersendiri yaitu Al-Qur’an dan hadis sebagai petunjuk hidup umat Islam.

Sementara prinsip dalam kebebasan adalah bebas untuk melakukan atau menolak untuk melakukan sesuatu termasuk bebas untuk tidak memeluk agama sekalipun.

Oleh sebab itu, jika dirumuskan peran agama adalah merangkul manusia-manusia yang sebelumnya hidup bebas dan tidak terarah kemudian setelah masuk islam ia dirangkul sehingga terikat dalam aturan-aturan agama dengan tujuan terciptakan kehidupan yang terarah kepada manusia tersebut.

Ada beberapa alasan menurut al-Sya’rawi mengapa Islam bukanlah agama kebebasan.

Pertama, kalau Allah tidak memberikan ikatan kepada hambanya, maka sungguh kehidupan ini akan kacau maka tidak ada batas mana yang memimpin dan mana yang dipimpin sehingga setiap orang bebas melakukan apapun tanpa ada batasan, oleh sebab itu tentu sewaktu-waktu akan berbenturan satu sama lain dan akan menimbulkan masalah.

Kedua, kebebasan adalah sesuatu yang nantinya akan merugikan orang lain oleh karenanya harus dibatasi. Karena pada prinsipnya bukan hanya milik saya dan bukan hanya milik Anda saja, tetapi milik semua masyarakat. Kalau tidak ada pembatasan yang akan terjadi pada akhirnya adalah yang kuat akan menginjak yang lemah.

Ketiga, jika Anda dan Saya sudah terikat lantas siapa yang mengikat? Tentunya yang lebih tinggi dari Saya dan Anda, yang tidak punya kepentingan dari kebebasan tersebut dan yang memandang sama derajat semua manusia yaitu yang memberi larangan dan perintah kepada manusia yaitu Allah.

Namun prinsip kebebasan dalam Islam ditujukan kepada orang yang masih diluar Islam sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 256 yang berbunyi, “tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam”.

Ayat ini menurut al-Sya’rawi tidak berarti “tidak ada paksaan untuk melaksanakan sebagian ajaran agama” melainkan artinya ialah tidak ada paksaan bagi siapapun untuk memasuki agama Islam.

Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk meyakini Allah, sementara kita sebagai pemeluk Islam mesti harus taat dalam aturan dan perintah agama dan mengikuti seluruh ajarannya. Makanya jika seorang anak diingatkan oleh orang tuanya untuk shalat namun dia menjawab, “tidak ada paksaan dalam agama,” maka ini tidaklah berlaku. Begitu juga dengan contoh-contoh lain yang serupa, Wallahu a’lam.

Rekomendasi

Yuna Ulfah Maulina
Ditulis oleh

Mahasiswa S2 Studi Quran Hadis UIN Sunan Kalijaga

Komentari

Komentari

Terbaru

islam menghapus diskriminasi perempuan islam menghapus diskriminasi perempuan

Kehadiran Islam Menghapus Tradisi Diskriminasi Pada Perempuan

Muslimah Talk

masjid dhirar tempat ibadah masjid dhirar tempat ibadah

Masjid Dhirar dan Tragedi Perusakan Tempat Ibadah

Khazanah

perempuan bela diri senjata perempuan bela diri senjata

Perempuan Perlu Mahir Ilmu Bela Diri Bahkan Memiliki Senjata

Muslimah Talk

kelompok seruan meninggalkan hadis kelompok seruan meninggalkan hadis

Menyikapi Kelompok yang Melakukan Seruan untuk Meninggalkan Hadis

Khazanah

darah istihadhah hentakan setan darah istihadhah hentakan setan

Benarkah Darah Istihadhah Berasal dari Hentakan Setan?

Kajian

duo ibnu hajar islam duo ibnu hajar islam

Mengenal Duo Ibnu Hajar dalam Literatur Islam

Khazanah

mandi jumat sunnah shalat mandi jumat sunnah shalat

Apakah Mandi Hari Jumat Hanya Sunnah untuk yang Melaksanakan Shalat Jumat?

Kajian

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

Trending

tuna netra waktu shalat tuna netra waktu shalat

Cara Penyandang Tuna Netra dalam Memperkirakan Waktu Shalat

Ibadah

sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah

Tasawuf Cinta Murni Sufi Rabi’ah al-Adawiyah

Diari

nafkah keluarga ditanggung bersama nafkah keluarga ditanggung bersama

Nafkah Keluarga Boleh Ditanggung Bersama-Sama

Kajian

al-Mulk anjuran untuk merantau al-Mulk anjuran untuk merantau

Haruskah Laki-Laki Memberikan Kursi pada Perempuan di dalam Transportasi Umum?

Muslimah Talk

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

perempuan korban kekerasan zakat perempuan korban kekerasan zakat

Bisakah Perempuan Korban Kekerasan Menjadi Penerima Zakat?

Kajian

anak berbeda orang tua anak berbeda orang tua

Pandangan Islam Jika Anak Berbeda dengan Keinginan Orang Tua

Keluarga

fenomena adopsi spirit doll fenomena adopsi spirit doll

Fenomena Adopsi Spirit Doll dan Pandangan Islam Terhadapnya

Berita

Connect