Ikuti Kami

Subscribe

Diari

Sinopsis Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal el-Saadawi

Judul buku     : Perempuan di Titik Nol

Penulis           : Nawal el-Sadawi

Penerjemah  : Amir Sutaarga

Penerbit        : Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Tahun            : 2018 (cetakan ketiga belas)

Halaman       : 176

BincangMuslimah.Com – Di kalangan feminisme nama Nawal al-Sa’dawy sudah tidak asing. Ia dikenal sebagai penulis yang memperjuangkan hak-hak perempuan Mesir yang terintimidasi. Melalui karya-karyanya yang diangkat dari kisah nyata tersebutlah ia menyuarakan kegelisahannya.

Selain sebagai penulis, ia juga merupakan seorang jurnalis dan dokter jiwa. Karya pertamanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Perempuan di Titik Nol”, dalam bahasa Arabnya berjudul “Imroatun ‘Inda Nuthqotin as-Shifr”.

Novelnya banyak menerima pertentangan dari masyarakat Mesir sendiri karena sangat jujur merepresentasikan kehidupan para perempuan Mesir, termasuk novel ini. Tapi Nawal begitu berani sejak mula ia memutuskan untuk menulis novel ini yang diangkat dari kisah nyata seorang perempuan Mesir yang membunuh seorang germo. Pembunuhan yang sebenarnya terjadi karena pembelaan terhadap dirinya yang terus dieksploitasi.

Berkisah tentang seorang perempuan bernama Firdaus yang terlahir dari keluarga miskin dan orang tua yang berpendidikan rendah. Sejak kecil ia telah melakukan pekerjaan-pekerjaan berat yang seharusnya dilakukan orang dewasa. Pengalaman-pengalamannya akan peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh temannya, pamannya, dan laki-laki yang ia temua membuat ia merasa bahwa menjadi perempuan di Mesir merupakan suatu nasib buruk.

Selain itu ia dan ibunya juga mendapat perlakuan tidak adil dari ayahnya. Dikisahkan Ayahnya terbiasa makan lebih banyak dari dia dan ibunya, melindungi dirinya saat musim dingin dengan tidur dekat tungku tanpa memperdulikan dirinya dan ibunya. Perangainya yang kasar dan perlakuan merendahkan ibunya membuat ia membenci ayahnya sendiri.

Pamannya yang merupakan lelaki terdekat setelah ayahnya juga melakukan pelecehan seksual dan Firdaus tidak menyadari akan hal itu. Ia tak melawan atau menganggap itu sebuah tindakan yang tidak dibenarkan. Padahal pamannya merupakan pelajar di al-Azhar, Kairo, Mesir. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Firdaus tinggal bersama pamannya dan masuk Sekolah Dasar.

Di samping kegiatannya di sekolah ia juga melakukan semua pekerjaan domestik mulai dari menyapu, mencuci baju pamannya, dan memasak untuknya. Pelecehan seksual yang pernah dilakukan terus berlanjut setelah mereka tinggal bersama.

Seiring berjalannya waktu, pamannya berubah sikap. Ia seringkali pulang setelah Firdaus tertidur dan pergi sebelum Firdaus terbangun. Pamannya sudah tidak memperdulikannya. Setelah menikah dengan anak dari gurunya di al-Azhar nasib Firdaus makin terasingkan.

Atas bujukan istrinya ia dipindahkan ke asrama sekolahnya di tingkat menengah. Firdaus merupakan anak yang cerdas dan cinta ilmu pengetahuan. Pengalaman-pengalaman sosialnya mengantarkannya pada pribadi yang kritis dan tangguh.

Ia melihat berbagai praktik marjinalisasi perempuan dan ketidakadilan gender. Baginya, perempuan seringkali menjadi objek dan pemeran kedua di sosial. Baginys, perempuan mengalami berbagai pengalaman sosial yang menyedihkan.

Tidak hanya berhenti di situ, rentetan peristiwa menyedihkan masih terus dialama Firdaus sampai akhirnya ia menjadi seorang pelacur. Pasca kelulusan sekolah, ia dinikahkan dengan seorang lelaki tua berusia 60 tahun lebih. Dalam rumah tangganya ia mengalami kekerasan. Saat ia mengadukan hal tersebut kepada pamannya, ia justru membenarkan perlakuan suaminya.

Pamannya mengatakan bahwa lelaki biasa memukul istrinya, termasuk dirinya. Firdaus memahami bahwa ajaran Tuhan tidak membenarkan perilaku kekerasan yang dilakukan terhadap lelaki maupun perempuan. Makin bertambah usia ia makin memahami bahwa dunia benar-benar tidak adil bagi perempuan.

Lantas ia kabur dari rumah suaminya dan hidup menggelandang. Perjalanannya mengantarkan ia kepada Bayoumi, seorang lelaki yang berjanji akan memberikan pekerjaan baginya tapi malah justru mengeksploitasinya. Saat Firdaus tinggal bersama Bayoumi, ia juga mengurus segala keperluannya.

Tapi ketika kembali bertanya mengenai janjinya, ia justru mengalami kekerasan seksual. Firdaus lantas mencoba kabur dari rumah Bayoumi sampai ia berhasil. Kemudian ia bertemu tanpa sengaja dengan seorang perempuan yang ternyata berprofesi sebagai muncikari. Firdaus tidak tahu profesinya sampai ia diajak untuk tinggal bersama Syarifah Salah el-Din, muncikari tersebut.

Ternyata Firdaus dipekerjakan sebagai pelacur. Tenaga dan fisiknya dieksploitasi. Akan tetapi ia tak melakukan perlawanan. Suatu ketika ia kabur dari Syarifa karena mendengar pertikaiannya dengan seorang lelaki yang hendak menikahi Firdaus. Kehidupannya terus mengantarkan ia pada peristiwa eksploitasi perempuan.

Ia terus menjadi pelacur sampai menjadi pelacur sukses dengan bayaran tertinggi di Mesir dan semua orang mengenalnya sebagai pelacur. Baginya menjadi pelacur lebih baik daripada menjadi seorang istri yang diperbudak. Menjadi pelacur bebas untuk mengatakan ya atau tidak dan bisa menentukan harga. Sedangkan menjadi seorang istri seperti budak yang diperlakukan semena-mena.

Dr. Nur Rofiah bil-Uzm, tokoh gender, dosen, dan peneliti mengatakan terdapat lima pengalaman sosial yang dialami perempuan. Kelimanya ialah marjinalisasi, subordinasi, kekerasan, stigmasisasi, dan kekerasan. Lima pengalaman sosial perempuan ini selalu ia sampaikan di setiap seminarnya dan juga ngaji KGI (Kajian Gender Islam) yang sudah mulai ada sejak pertengahan 2019.

Baginya, pengalaman sosial yang dialami perempuan membuat perempuan selalu terkubang dalam masalah hanya karena ia menjadi seorang perempuan. Padahal siapapun tidak bisa memilih untuk menjadi lelaki atau perempuan. Novel ini menggambarkan kelima pengalaman sosial tersebut.

Firdaus dihukum mati karena ia membunuh seorang germo laki-laki yang mengeksploitasi dirinya. Padahal pembunuhan itu ia lakukan untuk membela dirinya yang sedang ditahan untuk lepas dari ikatan kerja dengan germo tersebut. Pidana mati yang diterimanya sungguh tidak adil karena banyak kasus pembunuhan namun pelakunya tidak mendapat pidana hukuman mati.

Firdaus menerima hukuman mati tersebut dan tidak mau meminta keringanan kepada pemerintah Mesir karena ia merasa perbuatannya tidak salah. Ia merasa puas telah menguak kejahatan-kejahatan yang selama ini tersembunyi.

Nawal jelas ingin menceritakan kepada dunia bagaimana saat itu Mesir, tanah kelahirannya menjadi tempat yang tidak aman bagi perempuan. Novel ini merupakan salah satu novel dari sekian banyak novel yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Dan ia sendiri telah memutuskan untuk menerima risiko sebagai pejuang perempuan secara sadar.

Rekomendasi

Resensi Buku: Kritik Terhadap Interpretasi Feminis pada Al-Qur’an (bag II)

Resensi Buku: Perempuan Ulama di Atas Panggung Sejarah

Review Novel Telembuk, Potret Buram Perempuan Miskin

Telling Islam to the World Telling Islam to the World

Resensi Buku Telling Islam to the World

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

pendidikan prenatal ibu hamil pendidikan prenatal ibu hamil

Empat Pendidikan Prenatal yang Harus Ibu Hamil Tahu

Muslimah Daily

Resensi Buku: Kritik Terhadap Interpretasi Feminis pada Al-Qur’an (bag II)

Kajian

Poligami dan Dampaknya bagi Perempuan

Diari

Enam Pesan Syekh Abdul Qadir al-Jailani Agar Kita Menghargai Orang Lain

Muslimah Daily

Ini Surah-surah yang Sunah Dibaca Saat Shalat Qabliyah Shubuh

Ibadah

ruu-pks ruu-pks

Kawal Terus RUU-PKS Sampai Tuntas, Kekerasan Seksual Bukan Sekedar Angka Bukan?

Diari

poligami ajaran islam poligami ajaran islam

Poligami Bukanlah Ajaran yang Dibawa Islam

Kajian

Alasan Rasulullah Menolak Fatimah Dipoligami

Kajian

Trending

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Shafiyah binti Huyay, Putri Pembesar Yahudi yang Dinikahi Nabi Saw

Muslimah Talk

Beauty Previllege, Menjadi Masalah Ketika Terobsesi dengan Kecantikan

Diari

Hukum Menghisap Kemaluan Suami

Kajian

dalil puasa rajab dalil puasa rajab

Berapa Hari Kita Disunnahkan Puasa Rajab?

Ibadah

waktu berbulan madu waktu berbulan madu

Kapan Sebaiknya Waktu Berbulan Madu?

Ibadah

Skincare Aman bagi Muslimah Skincare Aman bagi Muslimah

Tips Memilih Kosmetik dan Skincare Aman Bagi Muslimah

Muslimah Daily

Metode Nabi Muhammad Metode Nabi Muhammad

Parenting Islami: Tiga Langkah Membina Generasi Berkualitas bagi Perempuan Karir

Keluarga

larangan meminta-minta larangan meminta-minta

Larangan Meminta-minta untuk Memperkaya Diri

Ibadah

Connect