Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Tolak KDRT; Istri Laporkan KDRT Bukan Bongkar Aib Suami

keberanian lesti korban kdrt
https://www.befren.com/

BincangMuslimah.Com – Baru-baru ini sebagian pengguna media sosial, termasuk penulis dibuat terheran-heran sekaligus gemas. Seorang publik figur, kerap dipanggil masyarakat umum sebagai ustazah yaitu Oki Setiana Dewi menyampaikan pesan yang menurut penulis cukup mencengangkan. 

Dalam sebuah video berdurasi satu menit lebih 47 detik, tampak Oki sedang menceritakan sebuah kisah dari tanah Arab, Jeddah. Dikisahkan olehnya seorang istri yang berselisih paham dengan suami. Kemudian sang istri berakhir dengan mendapatkan pukulan di wajah. 

Sang istri usai diberi pukulan oleh suami, pun menangis. Di saat yang bersamaan, suara bel pintu berbunyi. Dan ketika pintu dibuka, ternyata yang sedang bertamu adalah orangtua dari sang istri. Bukannya memberi tahu kekerasan yang baru saja didapatkan dari suami, sang istri, kata Oki malah menutupi perilaku suami. 

Orangtua sang istri diceritakan sempat menanyakan apa yang sedang terjadi. Apa yang menyebabkan putrinya menangis. Alih-alih berkata jujur, sang istri berkata jika ia sedang merindukan mereka, orangtuanya. Hal ini lah yang menyebabkan dirinya bercucuran air mata. 

Suami yang sempat dag-dig-dug dan khawatir akan ketahuan setelah memukul istrinya menjadi lega. Oki pun menyebutkan jika suami akhirnya luluh dan bertambah cinta pada sang istri. 

Di akhir cerita, Oki menyelipkan sebuah kalimat yang mengatakan jika perempuan terkadang suka lebay alias berlebihan dalam bercerita. Alias suka melebih-lebihkan. Karenanya dapat disimpulkan jika dipukul lalu tidak memberitahu pada keluarga, polisi atau pihak terkait, maka istri tersebut sudah berhasil menjaga aib suami.

Setidaknya ada dua poin yang jika dianggap benar, dapat bersifat membahayakan. Pertama, tentang istri yang menerima mendapatkan pukulan yang merupakan bentuk kekerasan. Namun tetap rida dan malah menutupi kasus tersebut. 

Ini sebuah perkara yang serius. Yang mana saat ini kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi salah satu bentuk kekerasan perempuan tertinggi saat ini. Hingga saat ini, kasus kekerasan dalam ranah domestik terus meningkat.

Berdasarkan data, sebanyak 8.243 kasus yang ditangani oleh Komnas Perempuan, sebanyak 79 persen adalah KDRT atau 6.480 kasus. Kekerasan pada istri, berada peringkat pertama yaitu 50 persen sebanyak 3221 kasus. Ini baru yang dilaporkan. 

Fenomena KDRT serupa dengan gunung es. Banyak yang tidak terungkap di publik. Bahkan harus jadi korban selama bertahun-tahun dan berakhir menjadi jenazah. 

Jika tidak percaya, silakan lihat saja di pemberitaan. Tidak sedikit istri yang meregang nyawa karena kekerasan yang didapatkan oleh suami secara terus menerus. Namun senyap, bungkam dan tidak berani berbicara. 

Tidak adanya literasi, pengawasan dan wadah yang menampung korban membuat pelaku semakin berada di atas angin. Kekerasan dianggap sebagai bentuk didikan istri pada suami. 

Secara Undang-Undang, sudah tidak perlu disangsikan lagi jika segala bentuk  kekerasan adalah bentuk kriminal. Hal ini tercantum pada Pasal 1 UU Penghapusan KDRT (PKDRT). 

Mendefinisikan KDRT sebagai perbuatan terhadap seseorang terutama perempan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan penelantaran rumah tangga. Termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. 

Pandangan Islam Terkait Suami yang Memukul Istri

Poin kedua yang penulis tangkap dari penyampaian Oki adalah diam terhadap prilaku KDRT adalah bentuk menjaga aib suami. Hal ini sepertinya perlu dibantah. Selain dapat membuat persepsi yang salah, kondisi perempuan semakin riskan. 

Hingga kini beberapa instansi terkait dan lembaga masyarakat mati-matian memberikan edukasi pada perempuan untuk berani berbicara. Terbuka terhadap kasus pelecehan dan kekerasan, bukan menyembunyikannya. Islam sendiri punya peran amat besar untuk memberantas kekerasan dan diskriminasi pada perempuan. 

Allah SWT telah mengutus Nabi Muhammad Saw untuk meluruskan segala bentuk sikap yang merugikan dan mendiskriminasi perempuan. Tidak hanya menyampaikan risalah, Rasulullah pun hadir sebagai suri teladan, contoh bagi seluruh umat. 

Beliau pun memperlihatkan, tidak sekali pun ia memperlakukan istri beserta anak-anaknya dengan kekerasan. Hal itu pun telah disaksikan oleh Aisyah Ra.

 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا ضَرَبَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ وَلاَ امْرَأَةً وَلاَ خَادِمًا إِلاَّ أَنْ يُجَاهِدَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا نِيْلَ مِنْهُ شَىْءٌ قَطُّ فَيَنْتَقِمَ مِنْ صَاحِبِهِ إِلاَّ أَنْ يُنْتَهَكَ شَىْءٌ مِنْ مَحَارِمِ اللَّهِ فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Dari Aisyah r.a., berkata: “Bahwa Rasulullah saw. tidak pernah memukul siapapun dengan tangannya. Tidak pada perempuan (istri), tidak juga pada pembantu, kecuali dalam perang di jalan Allah. Nabi saw. juga ketika diperlakukan sahabatnya secara buruk, tidak pernah membalas. Kecuali kalau ada pelanggaran atas kehormatan Allah. Maka, ia akan membalas atas nama Allah azza wa jalla.” (H.R. Muslim).

Berdasarkan hadis di atas jelas, bagaimana sikap Rasulullah pada perempuan dn istrinya. Tidak pernah sekalipun ia memukul bahkan berkata buruk. Semua diperlakukan secara baik. 

Islam pun mempunyai sindiran yang keras pada suami yang kerap memukul istri. Hal ini berdasarkan satu hadis shahih.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ زَمْعَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَجْلِدُ أَحَدُكُمُ امْرَأَتَهُ جَلْدَ الْعَبْدِ، ثُمَّ يُجَامِعُهَا فِي آخِرِ الْيَوْمِ». رواه البخاري.

“Dari Abdullah bin Zam’ah ra, dari Nabi Saw bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu memukul istrinya layaknya memukul hamba sahaya, (padahal) ia menggaulinya di ujung hari”. (Shahih Bukhari, no. Hadits: 5259).”

Terkait hadis di atas, Faqihuddin Abdul Kodir dalam bukunya berjudul 60 Hadits Shahih menyebutkan hadis ini merupakan bentuk sindiran pedas pada suami tukang pukul. Oleh karena itu dapat disimpulkan jika suami menghormati serta melindungi istri sepenuh hati. Memukul istri jauh dari sifat hormat dan bahkan bisa disebut menjatuhkan martabat.

Selain itu ketika mendapatkan KDRT, korban tidak harus diam dan menyembunyikan. Namun berani untuk membuat laporan pada lembaga terkait. Dengan harapan, tidak ada lagi korban yang berjatuhan dari pihak mana pun.

Rekomendasi

perempuan hak memilih pasangan perempuan hak memilih pasangan

Dalam Islam, Perempuan Punya Hak untuk Memilih Pasangan

Faktor Terjadinya Pernikahan Dini Faktor Terjadinya Pernikahan Dini

Beberapa Faktor Terjadinya Pernikahan Dini

Menolak Ajakan Istri Berhubungan Menolak Ajakan Istri Berhubungan

Hukum Istri Curhat Masalah Rumah Tangga Pada Orang Lain

Maudy Ayunda Pernikahan Campur Maudy Ayunda Pernikahan Campur

Apakah Pernikahan Maudy Ayunda Termasuk Pernikahan Campur?

Aisyah Nursyamsi
Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Komentari

Terbaru

istri Meminta Barang Mewah istri Meminta Barang Mewah

Hukum Istri Meminta Barang Mewah

Kajian

nama anak kakek buyutnya nama anak kakek buyutnya

Memberi Nama Anak dengan Nama Kakek Buyutnya dalam Tradisi Islam

Kajian

sosok maryam dalam alquran sosok maryam dalam alquran

Sosok Maryam Bunda Isa dalam Alquran

Khazanah

Hukum Sharenting dalam Islam Hukum Sharenting dalam Islam

Hukum Sharenting dalam Islam

Kajian

perempuan hak memilih pasangan perempuan hak memilih pasangan

Dalam Islam, Perempuan Punya Hak untuk Memilih Pasangan

Kajian

Mu’asyarah bil Ma’ruf husein Mu’asyarah bil Ma’ruf husein

Tafsir Mu’asyarah bil Ma’ruf Menurut Kyai Husein Muhammad

Kajian

Bantuan dari Non Muslim Bantuan dari Non Muslim

Hukum Menerima Bantuan dari Non Muslim Saat Bencana

Kajian

istighfar imam penjual roti istighfar imam penjual roti

Keajaiban Istighfar; Kisah Imam Ahmad dan Penjual Roti

Kajian

Trending

Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka

Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka

Ibadah

Forum R20 Pemimpin Agama Forum R20 Pemimpin Agama

Forum R20: Perkumpulan Pemimpin Agama dalam Mengatasi Konflik

Muslimah Talk

Doa Hendak Masuk Pasar Doa Hendak Masuk Pasar

Doa Saat Hendak Masuk Pasar

Ibadah

Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan

Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan

Kajian

Amalan Sunnah Hari Jumat Amalan Sunnah Hari Jumat

3 Amalan Sunnah di Hari Jumat

Kajian

Sujud Syukur Pemain Bola Sujud Syukur Pemain Bola

Hukum Sujud Syukur bagi Pemain Bola Setelah Mencetak Gol

Kajian

Berhubungan Badan Sebelum Mandi Berhubungan Badan Sebelum Mandi

Bolehkah Berhubungan Badan Sebelum Mandi Wajib Pasca Haid?

Kajian

Cemburu Ibnu Qoyyim Al-Jauzi Cemburu Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Makna Cemburu Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Khazanah

Connect