Ikuti Kami

Kajian

Peran Ibu Sangat Istimewa dalam Islam

peran ibu istimewa islam
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Peran seorang ibu teramat besar terhadap anak-anaknya. Tiada alat ukur yang dapat menilai segala sesuatu yang telah ibu berikan kepada sang buah hati. Bayangkan saja, selama sembilan ibu mengandung. 

Selama mengandung, ibu selalu membawa calon bayi di dalam rahim. Dan tiap bulannya, berat janin pun selalu bertambah. Semakin bertambah usia kandungan, semakin besar perut ibu. Tentu aktivitas sehari-hari yang biasanya dijalankan secara normal, semenjak kehamilan jauh lebih menantang,

Tidak sekadar membawa jabang bayi di dalam janin, kondisi psikologis ibu pun turut berpengaruh. Perubahan hormon yang terjadi saat ibu sedang mengandung dapat menimbulkan kondisi emosional yang tidak stabil. Beberapa ibu pun terkadang sampai mengalami baby blues

Namun sayangnya tidak semua orang melihat peran besar dari sosok ibu. Sebagian bahkan beranggapan jika apa yang dilakukan oleh ibu sudah semestinya dilakukan. Sehingga mengasuh anak bukan menjadi hal yang istimewa dan dihargai. Padahal, peran seorang ibu sangat istimewa dan diakui dalam Islam.

Tidak ada yang memahami betapa besar peran dari ibu dalam pembentukan karakter anak. Ibu punya tanggung jawab yang besar terhadap tumbuh kembang anak-anaknya. Meski ayah, juga tidak boleh melupakan kewajibannya. Anak-anak sejatinya membutuhkan peran keduanya. 

Tapi ibu, punya posisi yang lebih istimewa perihal ini. Karena hanya ibu yang mengandung bayi selama sembilan bulan, lalu menyapihnya hingga berusia dua tahun. Posisi ini tidak dapat diganti oleh ayah. 

Sudah semestinya kita sebagai anak-anak dari seorang ibu melihat dan meresapi betapa besarnya keberadaan dari seorang ibu. Mempertaruhkan nyawanya sedemikian rupa, sampai bisa berada di muka bumi hingga saat ini.  

Islam pun berkali-kali memerintahkan kita untuk memuliakan sang ibu. Selain itu, menjadi seorang ibu punya posisi yang amat istimewa. Hal ini diungkapkan di dalam sebuah hadis. 

Baca Juga:  Keutamaan Puasa di Bulan Muharram Setelah Ramadhan


عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَتْهُ قَالَتْ جَاءَتْنِي امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ تَسْأَلُنِي فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثْتُهُ فَقَالَ مَنْ يَلِي مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ شَيْئًا فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنْ النَّارِ

Aisyah isteri nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menceritakan kepadanya, katanya; “Seorang wanita bersama dua anaknya pernah datang kepadaku, dia meminta (makanan) kepadaku, namun aku tidak memiliki sesuatu yang dapat dimakan melainkan satu buah kurma, kemudian aku memberikan kepadanya dan membagi untuk kedua anaknya, setelah itu wanita tersebut berdiri dan beranjak keluar, tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan aku pun memberitahukan peristiwa yang baru aku alami, beliau bersabda: “Barangsiapa yang diuji sesuatu karena anak-anak perempuannya lalu ia berlaku baik terhadap mereka maka mereka akan melindunginya dari api neraka.” (HR. Bukhari dalam Shahih-nya no 6061).

Menurut Faqihuddin Abdul Kodir di dalam bukunya yang berjudul 60 Hadis Shahih, teks di atas diucapkan oleh Rasulullah Saw kepada Aisyah Ra ketika seorang perempuan datang bersama kedua anaknya. 

Perempuan tersebut mengeluhkan perihal masalah hidup yang dihadapi. Hadis ini menurut Faqihuddin merupakan sebuah pengakuan dari Rasulullah terhadap posisi seorang ibu. 

Posisi seorang ibu yang mengasuh dan memiliki tanggung jawab atas anak-anaknya. Bahkan bentuk usaha sang ibu dalam mengasuh, menjaga dan membesarkan anak ini diapresiasi oleh Allah SWT. 

Apresiasi tersebut ditunjukkan dalam bentuk pahala yang dijelaskan di dalam hadis tersebut. Selain itu anak-anak perempuan tersebut kelak akan menjauhkan orang tua dari siksa api neraka. 

Sehingga dapat disimpulkan jika seorang perempuan atau ibu mengasuh anak-anaknya secara baik dan bertanggung jawab, maka ia akan dijauhkan dari neraka. Ini menurut Faqihuddin menjadi penegasan bagi kerja-kerja perempuan yang tidak diakui dan tidak diapresiasi.  

Baca Juga:  Mengapa Agama Menjadi Legitimasi Pernikahan Anak?  

Di sisi lain, menurut Faqihuddin ini tidak hanya berlaku pada anak perempuan saja. Mengasuh, membesarkan dan mendidikan anak laki-laki pun mempunyai nilai ibadah yang serupa. Sebab Islam tidak memandang jenis kelamin namun iman dan ketakwaan seseorang. 

Rekomendasi

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

1 Komentar

1 Comment

Komentari

Terbaru

Biografi Yenny Wahid Biografi Yenny Wahid

Biografi Alissa Wahid: Pejuang Moderasi Beragama Perempuan Indonesia

Muslimah Talk

meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme

Langkah-langkah dalam Memahami Alquran

Ibadah

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Kajian

denda larangan haji denda larangan haji

Denda yang Harus Dibayar saat Melanggar Larangan Haji

Ibadah

Tiga macam ibadah haji Tiga macam ibadah haji

Tiga Macam Ibadah Haji, Apa Saja?

Kajian

Puasa Dzulhijjah Qadha Ramadhan Puasa Dzulhijjah Qadha Ramadhan

Niat Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan

Ibadah

fomo media sosial islam fomo media sosial islam

Upaya Menghindari Fomo dalam Kacamata Islam

Muslimah Talk

puasa syawal senilai setahun Niat Puasa Dzulhijjah puasa syawal senilai setahun Niat Puasa Dzulhijjah

Niat Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Latin dan Artinya

Ibadah

Trending

Empat Karakteristik Kebudayaan Islam yang Dibawa Rasulullah

Kajian

Sayyidah Aisyah Sayyidah Aisyah

Belajar dari Fitnah yang Menimpa Sayyidah Aisyah  

Muslimah Daily

Makna Tawakkal atau Berserah Diri kepada Allah

Ibadah

butet manurung model barbie butet manurung model barbie

Butet Manurung, Dari Sokola Rimba Hingga Global Role Model Barbie

Diari

Kesalehan dan Domestikasi Perempuan Kesalehan dan Domestikasi Perempuan

Halal Lifestyle; Tawaran Gaya Hidup untuk Muslim Perkotaan

Muslimah Talk

Shafiyyah huyay istri nabi Shafiyyah huyay istri nabi

Shafiyyah binti Huyay, Perempuan Yahudi yang Masuk Islam dan Jadi Istri Nabi

Khazanah

18 Rukun yang Wajib Dipenuhi dalam Shalat

Ibadah

Resensi Buku Feminisme Muslim di Indonesia

Diari

Connect