Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Cara Menghitung Masa Nifas Perempuan yang Operasi Sesar

operasi sesar dan nifas

BincangMuslimah.Com – Perkembangan teknologi kedokteran ikut memudahkan teknik persalinan bagi ibu yang hendak melahirkan, salah satunya dengan operasi sesar. Operasi sesar adalah proses persalinan melalui pembedahan dengan melakukan irisan di perut dan rahim perempuan untuk mengeluarkan bayi.

Setelah melahirkan, ibu biasanya mengalami nifas, yakni darah yang keluar dari rahim usai melahirkan. Nifas terjadi karena plasenta keluar dan organ dalam rahim mengalami masa pemulihan untuk bisa kembali ke bentuk semula. Rahim bersifat elastis, saat mengandung, rahim bisa menampung bayi seberat 3 hingga 4 kg.

Setelah melahirkan, rahim akan mengecil menjadi sekitar dua kepalan tangan laki-laki dewasa. Sekitar dua minggu kemudian, rahim akan  mengecil hingga satu kepalan tangan, kemudian menjadi seukuran telur ayam hingga akhirnya rata dan tak dapat diraba lagi melalui perut. Bila tidak terjadi masalah, proses pengecilan rahim terjadi selama 40 hari.

Lalu apakah perempuan yang melakukan operasi sesar juga menjalani masa nifas?

Operasi sesar berfungsi sebagai pengganti proses persalinan normal yang melalui farji. Meskipun prosesnya berbeda, namun tujuannya tetap sama, yakni untuk mengeluarkan bayi yang ada di kandungan. Oleh karena itu, nifas bagi ibu yang bersalin sesar tetap berlaku sebagaimana melahirkan normal.

Hal ini berdasarkan kaidah fiqih

حُكْمُ البَدَلِ حُكْمُ المُبْدَلْ مِنْهُ

Artinya, “Hukum pengganti sama dengan hukum yang digantikan.”

Meskipun sebagian darah sudah keluar saat proses sesar, ibu yang melakukan persalinan sesar tetap akan mengalami nifas. Namun proses kesembuhan organ-organ bagian dalamnya akan sedikit berbeda dengan ibu yang bersalin normal. Pasalnya, saat menjalani sesar lapisan-lapisan perut dibuka, mulai dari otot perut, dinding perut, hingga dinding rahim.

Secara umum tidak ada perbedaan masa nifas antara ibu yang bersalin normal dan sesar. Ibu yang bersalin sesar bahkan memiliki kemungkinan menjalani masa nifas yang lebih sebentar karena sebagian darah sudah dikeluarkan saat pembedahan rahim.

Terdapat beberapa pendapat mengenai batas maksimal nifas. Adapun Imam Atha, As-Sya’bi, dan Aisyah berpendapat bahwa batas maksimal nifas 60 hari. Namun, mayoritas ulama mengatakan 40 hari. Ibnu Rusyd dalam Kitab Bidayatul Mujtahid menyatakan:

وأما أكثره فقال مالك مرة: هو ستون يوما، ثم رجع عن ذلك، فقال: يسأل عنذلك النساء، وأصحابه ثابتون على القول الأول، وبه قال الشافعي. وأكثر أهل العلم من الصحابة على أن أكثره أربعون يوما، وبه قال أبو حنيفة.

Artinya, “Batas maksimal nifas, Imam Malik suatu kali pernah mengatakan 60 hari, namun ia meralat perkataannya dan mengatakan “Tentang hal itu ditanyakan kembali pada para wanita.” Mayoritas pengikutnya mengikuti perkataan yang pertama, begitu pula yang dikatakan Imam As-Syafi‘i. Mayoritas ulama dari kalangan sahabat berpendapat maksimalnya 40 hari, begitu pula yang dikatakan Imam Abu Hanifah,” (Lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid, [Kairo, Darussalam: 2018 M), halaman 69).

Ulama yang menyatakan masa nifas 40 hari mendasari pendapatnya pada teks-teks hadits, salah satunya hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْ: كَانَتِ النُّفَسَاءُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَجْلِسُ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، وَكُنَّا نَطْلِي وُجُوهَنَا بِالْوَرْسِ مِنَ الْكَلَفِ

Artinya, “Dari Ummu Salamah ia berkata, ‘Pada masa Rasulullah SAW perempuan-perempuan yang nifas duduk berdiam diri (menunggu masa nifas) selama empat puluh hari, dan kami membersihkan wajah kami dari kotoran dengan wars (semacam tumbuhan yang wangi),’” (HR Ibnu Majah).

Selain itu Ibnul Jarud dalam kitabnya, Al-Muntaqa minas Sunnanil Musnadah meriwayatkan sebagai berikut:

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ، أَنَّهُ كَانَ لَا يَقْرَبُ النِّسَاءَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا يَعْنِي فِي النِّفَاسِ

Artinya, “Dari Utsman bin Abil ‘Ash, ‘Sesungguhnya ia tidak mendekati (menjimak) perempuan (istrinya) selama 40 hari ketika masa nifas.’”

Dalam ilmu kesehatan, darah yang keluar dari rahim terbagi atas beberapa fase, yaitu: Fase Lochia rubra (Cruenta), yakni tahap keluarnya darah berwarna merah segar, terjadi selama dua hari pascapersalinan. Fase lochia sanguinolenta, yakni tahap keluarnya darah berwarna kecokelatan dan kekuningan, biasanya terjadi pada hari ketiga sampai ketujuh pascapersalinan. Fase lochia serosa, tahap keluarnya darah berwarna kuning dan cairan ini tidak berdarah lagi pada hari ketujuh sampai keempat belas pascapersalinan. Fase lochi alba, cairan putih kekuningan yang keluar setelah dua minggu. Lochia purulenta, terjadi karena infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk, (Lihat Suherni dkk, Perawatan Masa Nifas [Yogyakarta, Fitramaya: 2009 M), halaman 78-79).

Darah yang keluar pada empat fase pertama merupakan darah nifas, normalnya ini terjadi selama 6 hingga 8 minggu (42 hingga 56 hari). Jika darah merah dan pekat keluar lagi setelah fase lochi alba selesai, maka darah itu termasuk darah infeksi atau disebut lochia purulenta. Faselochia puruleta inilah yang merupakan masa istihadah.

Meskipun kebanyakan perempuan mengalami nifas selama 40 hari, bukan berarti ini menjadi satu-satunya rujukan, karena siklus nifas semua perempuan tidak selalu sama, kadang kala ada yang mengalami lebih sebentar, ada pula yang mengalami lebih dari 40 hari. Bahkan Imam Malik menyatakan bahwa perihal itu ditanyakan lagi kepada perempuan. Namun apabila selama delapan minggu sang ibu masih mengeluarkan darah, hendaklah ia mengonsultasikannya kepada dokter, karena kemungkinan ia mengalami infeksi.

Wallahu a’lam.

Artikel ini pernah dimuat di NUOnline

Rekomendasi

pengalaman perempuan pasca melahirkan pengalaman perempuan pasca melahirkan

Menilik Pengalaman Perempuan Pasca Melahirkan

pendarahan sebelum melahirkan pendarahan sebelum melahirkan

Pendarahan Sebelum Melahirkan: Termasuk Nifas, Haid atau Istihadhah?

Adakah Batasan Waktu Melakukan Adakah Batasan Waktu Melakukan

Darah Haid Keluar Saat Masuk Waktu Shalat, Apakah Harus Mengqadha Shalat?

pendarahan sebelum melahirkan pendarahan sebelum melahirkan

Beberapa Hal Yang Patut Diketahui Perempuan Ketika Mengalami Nifas

Fera Rahmatun Nazilah
Ditulis oleh

Penulis adalah anggota redaksi BincangMuslimah. Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

Komentari

Komentari

Terbaru

permen ppks kekerasan seksual permen ppks kekerasan seksual

Permen PPKS, Langkah Maju Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi

Muslimah Talk

meneladani nabi menyayangi anak-anak meneladani nabi menyayangi anak-anak

Meneladani Nabi Muhammad yang Menyayangi Anak-anak

Khazanah

maulid nabi spirit perdamaian maulid nabi spirit perdamaian

Maulid Nabi; Upaya Menegakkan Kembali Spirit Perdamaian

Tak Berkategori

Membaca Al-Qur’an Dekat Haid Membaca Al-Qur’an Dekat Haid

Hukum Membaca Al-Qur’an di Dekat Wanita Haid

Kajian

Melaksanakan Shalat Ketika Adzan Melaksanakan Shalat Ketika Adzan

Hukum Melaksanakan Shalat Ketika Adzan Masih Dikumandangkan, Apakah Sah?

Ibadah

Tindik Telinga pada Bayi Tindik Telinga pada Bayi

Tindik Telinga pada Bayi dan Pandangan Islam Terhadapnya

Kajian

pakaian perempuan penutup badan pakaian perempuan penutup badan

Pakaian Perempuan di Masa Rasulullah, Edisi Penutup Badan

Kajian

julukan buruk bagi orang julukan buruk bagi orang

Hukum Memberikan Julukan yang Buruk Bagi Orang Lain

Kajian

Trending

Shalat Sunnah Rawatib Perempuan Shalat Sunnah Rawatib Perempuan

Shalat Sunnah Rawatib Bagi Perempuan, Lebih Utama di Masjid atau Rumah?

Ibadah

Empat Kiat Mendidik Anak Empat Kiat Mendidik Anak

Empat Kiat Mendidik Anak Menurut Anjuran Islam

Keluarga

keutamaan melanggengkan wudhu islam keutamaan melanggengkan wudhu islam

Keutamaan Melanggengkan Wudhu dalam Islam

Kajian

pendapat ulama membasuh tangan pendapat ulama membasuh tangan

Pendapat Ulama Mengenai Hukum Membasuh Tangan.

Kajian

ad-dhuha tidak meninggalkan nabi muhammad ad-dhuha tidak meninggalkan nabi muhammad

Hukum Berdiri Ketika Mahallul Qiyam

Kajian

perempuan korban playing victim perempuan korban playing victim

Perempuan Sasaran Empuk Korban Playing Victim

Muslimah Talk

ad-dhuha tidak meninggalkan nabi muhammad ad-dhuha tidak meninggalkan nabi muhammad

Macam-macam Kitab Maulid Nabi Muhammad

Khazanah

pakaian perempuan penutup badan pakaian perempuan penutup badan

Pakaian Perempuan di Masa Rasulullah, Edisi Penutup Badan

Kajian

Connect