Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Hukum Bersetubuh dengan Istri saat Azan Berkumandang

bersetubuh saat azan
Menyetubuhi Istri yang Sedang Istihadah

BincangMuslimah.Com – Ketika menikah segala hal yang dilakukan bisa menjadi ibadah. Salah satunya jimak atau bersetubuh dengan pasangan. Namun apabila di pertengahan jimak, terdengar suara azan berkumandang apakah yang harus dilakukan? Bagaimana hukumnya bersetubuh ketika terdengar azan?

Menurut para ulama, tidak masalah bagi kedua pasangan meneruskan aktivitas jimak ketika terdengar azan berkumandang. Mereka juga tidak harus menyudahi jimak karena azan. Kecuali jika azan subuh pada hari diwajibkan puasa ramadhan. Maka pada keadaan tersebut ia wajib menghentikan aktivitas jimak seketika itu.

Akan tetapi jika terdengar azan dan ia sedang bercumbu maka maka makruh menjawab azan. Demikian menurut Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim. Dalam hal ini, posisi seseorang yang sedang bersetubuh seperti orang yang sedang membuang hajat, ia baru boleh menjawab azan jika telah menyelesaikan jimak atau membuang hajat.

Dalam kitabnya tersebut Imam Nawawi berkata

ويكره للقاعد على قضاء الحاجة أن يذكر الله تعالى بشيء من الاذكار فلا يسبح ولا يهلل ولا يرد السلام ولا يشمت العاطس ولا يحمد الله تعالى اذا عطس ولا يقول مثل ما يقول المؤذن. قالوا وكذلك لا يأتي بشيء من هذه الأذكار في حال الجماع، وإذا عطس في هذه الاحوال يحمد الله تعالى في نفسه ولا يحرك به لسانه. وهذا الذي ذكرناه من كراهة الذكر في حال البول والجماع هو كراهة تنزيه لا تحريم فلا إثم على فاعله. انتهى.

“Dan dimakruhkan bagi orang yang membuat hajat untuk menyebut nama Allah ta’ala dengan zikir apapun, tidak boleh pula bertasbih, bertahlil, dan tidak pula menjawab salam, menjawab doa orang yang bersin, atau bertahmid ketika bersin, tidak boleh pula menjawab azan.

Para ulama juga berpendapat tidak boleh pula melakukan hal yang disebutkan tadi ketika sedang jimak / bersetubuh. Jika sedang bersin pada keadaan tersebut hendaknya mengucapkan hamdalah dalam hati tanpa menggerakkan lisannya.

Inilah pendapat yang kami katakan tentang kemakruhan zikir pada saat buang air kecil dan jimak. Hukumnya makruh tanzih, tidak sampai haram, maka tidak berdosa jika ada seseorang melakukannya. Selesai.”

Wallahu’alam.

*Artikel ini pernah dimuat oleh BincangSyariah.Com

Neneng Maghfiro
Ditulis oleh

Peneliti el-Bukhari Institute, Mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta dan alumni Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

Komentari

Komentari

Trending

Hukum Penetapan Nasab dalam Agama Islam Hukum Penetapan Nasab dalam Agama Islam

Cara Nabi Memuliakan Ibu Asuhnya

Keluarga

Shalat Tanpa Mukena? Perhatikan Lima Prinsip Ini Agar Shalat Tetap Sah

Ibadah

Nikah Siri Sah dalam Islam? Ini Kata Pakar Perbandingan Mazhab Fikih

Keluarga

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Muslimah Talk

Ini Lima Skincare Aman dan Halal yang Cocok Untuk Para Muslimah

Muslimah Daily

Riwayat Uwais Al-Qarni: Menjadi Penghuni Langit karena Memuliakan Ibu

Keluarga

Cerai daripada poligami Cerai daripada poligami

Tafsir An-Nisa Ayat 128-130: Pilihan Cerai Daripada Poligami?

Kajian

Rekomendasi

bersetubuh saat azan bersetubuh saat azan

Menunda Mandi Besar Setelah Berhubungan Intim dengan Pasangan

Ibadah

bersetubuh saat azan bersetubuh saat azan

Khilaf Berhubungan Intim saat Istri Haid, Harus Bagaimana?

Keluarga

© 2019 Bincang Muslimah - All Right Reserved

Connect