Ikuti Kami

Kajian

Bagaimana Uzlah di Masa Kini?

Tahun 2025: Momen Aktualisasi Perempuan Dalam Ruang Publik

BincangMuslimah.Com- Seperti yang kita ketahui, ulama di zaman dahulu sering beruzlah dalam beberapa keadaan. Seperti hendak menuliskan sebuah kitab, belajar mengenai suatu permasalahn yang mengharuskan untuk beruzlah dan masih banyak lagi. Ketika setelah melakukan uzlah, seringkali mendapatkan pencerahan untuk menyelesaikan kesuitan-kesulitan yang sedang mereka alami.

Uzlah adalah proses pengasingan diri untuk memusatkan perhatian pada ibadah seperti berzikir dan bertafakur pada Allah. (KBBI). Uzlah merupakan salah satu rangkaian yang biasanya seorang sufi lakukakan agar dapat berfokus pada suatu ibadah dengan mengasingkan diri di suatu tempat yang hanya ada ia sendiri. Tujuan utama uzlah adalah taqarub atau mejadikan diri lebih dekat dengan Allah.

Ulama dahulu terkenal dengan cara mereka uzlah atau pengasingan diri dari masyarakat. Mereka biasa memilih tempat yang benar-benar tidak bertemu dengan orang lain, biasanya mereka memilih gunung maupun gua atau tempat sepi lainnya. Lantas, apakah masih relevan ibadah uzlah ini di era modern ini? Yang mana manusia sekarang membutuhkan tolong-menolong dan hubungan timbal balik?

Tanggapan ulama mengenai uzlah

Uzlah para ulama pada zaman dahulu tentunya sudah tidak bisa menerapkannya di zaman sekarang. Karena banyak dari masyarakat sekarang yang beorietasi antara dunia dan akhirat secaara bersamaan. Mereka membutuhkan sandangan, papan dan pangan yang layak agar bisa beribadah dengan nyaman. Hal ini yang menjadikan banyak pertimbangan ketika seseorang ingin beruzlah.

Menurut Syekh Muhanna, dalam mengkaji Ihya Ulum al-Din, bahwasannya seseorang tidak wajib untuk beruzlah. Karena dalam agama Islam, Allah memberitahu kepada umatnya bahwasannya Islam adalah agama yang mudah, yang tidak memberatkan bagi pengikutnya. Sebagaimana ulama terdahulu menjalankan uzlah.

Dahulu, para ulama melaksanakan uzlah dengan sukarela dan menjadi kebutuhan mereka. Mereka merasa dengan uzlah adalah jalan yang tepat untuk mendapatkan manfaat, maka uzlah di zaman tersebut sah-sah saja. Di era modernisasi ini, ketika seseorang mendapatkan lebih banyak manfaat dengan bertemu seseorang atau berkumpul dengan banyak orang, menjalankan kewajiban seperti memberi nafkah, maka uzlah tersebut tidak berlaku. Pungkas Syekh Muhanna.

Baca Juga:  Larangan bagi Perempuan Istihadhah

Dari urain di atas, bahwa seseorang harus lebih dahulu mengetahui mengenai kebutuhan atas dirinya sendiri. Mereka harus bisa memilih keadaan mana yang terbaik bagi dirinya dan ibadahnya serta tidak meninggalkan kewajibannya. Karena ibadah adalah sesuatu hal yang harus dibangun dengan kesadaran yang tinggi.

Uzlah di era modernisasi

Tujuan dari adanya uzlah adalah untuk mendekatkan diri dengan Allah. Uzlah di masa sekarang tidak hanya bermakna dengan mengasingkan diri. Tapi bisa juga dia mendekatkan Allah di waktu orang-orang sibuk dengan dunianya, dalam waktu sepertiga malam misalnya. Ketika seseorang berkhalwat atau sedang beribadah di tempat yang sunyi, di waktu yang sunyi juga termasuk ke dalam uzlah.

Maka dari itu, ibadah di sepertiga malam adalah uzlah terdekat yang dapat kita tiru sebagaimana ulama dahulu melakukannya. Karena di waktu sepertiga malam adalah waktu yang tepat, dan waktu yang sunyi untuk dapat mendekatkaan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Dengan begitu, suatu ibadah sunnah tidak harus memaksakan beberapa pihak, kita harus melihat lagi mana manfaat yang bisa ambil lebih banyak. Sebagaimana uzlah di atas. Jika kita bisa mengambil lebih banyak manfaat daripada madharat pada suatu komunitas atau masyarakat, tentunya uzlah bukan jalan yang tepat. Dan sebaliknya demikian.

 

Rekomendasi

Amatul wahid ulama perempuan Amatul wahid ulama perempuan

6 Manfaat “Nyepi” Menurut Ibnu Abi Dunya

Amatul wahid ulama perempuan Amatul wahid ulama perempuan

Ternyata Ada Tradisi Nyepi dalam Islam

Ditulis oleh

Mahasiswi Universitas Al-Azhar, Kairo jurusan Akidah dan Filsafat.

1 Komentar

1 Comment

Komentari

Terbaru

Mengulas Berbagai Peristiwa Bersejarah di Bulan Syawal Mengulas Berbagai Peristiwa Bersejarah di Bulan Syawal

Mengulas Berbagai Peristiwa Bersejarah di Bulan Syawal

Muslimah Talk

Anjuran Bagi-bagi THR, Apakah Sesuai Sunah Nabi?

Video

QS At-Taubah Ayat 103: Manfaat Zakat dalam Dimensi Sosial QS At-Taubah Ayat 103: Manfaat Zakat dalam Dimensi Sosial

QS At-Taubah Ayat 103: Manfaat Zakat dalam Dimensi Sosial

Kajian

Sedang Haid, Apa Tetap DiAnjurkan Mandi Sunnah Idulfitri Sedang Haid, Apa Tetap DiAnjurkan Mandi Sunnah Idulfitri

Sedang Haid, Apa Tetap DiAnjurkan Mandi Sunnah Idulfitri

Ibadah

Anjuran Saling Mendoakan dengan Doa Ini di Hari Raya Idul Fitri

Ibadah

Bolehkah Menggabungkan Salat Qada Subuh dan Salat Idulfitri? Bolehkah Menggabungkan Salat Qada Subuh dan Salat Idulfitri?

Bolehkah Menggabungkan Salat Qada Subuh dan Salat Idulfitri?

Ibadah

kisah fatimah idul fitri kisah fatimah idul fitri

Kisah Sayyidah Fatimah Merayakan Idul Fitri

Khazanah

Mengulas Berbagai Peristiwa Bersejarah di Bulan Syawal Mengulas Berbagai Peristiwa Bersejarah di Bulan Syawal

Kesedihan Ramadan 58 Hijriah: Tahun Wafat Sayyidah Aisyah

Muslimah Talk

Trending

Ini Tata Cara I’tikaf bagi Perempuan Istihadhah

Video

Ketentuan dan Syarat Iktikaf bagi Perempuan

Video

tips menghindari overthingking tips menghindari overthingking

Problematika Perempuan Saat Puasa Ramadhan (Bagian 3)

Ibadah

Tuan Guru KH Zainuddin Abdul Madjid Tuan Guru KH Zainuddin Abdul Madjid

Tuan Guru KH Zainuddin Abdul Madjid: Pelopor Pendidikan Perempuan dari NTB

Kajian

malam jumat atau lailatul qadar malam jumat atau lailatul qadar

Doa Lailatul Qadar yang Diajarkan Rasulullah pada Siti Aisyah

Ibadah

Anjuran Saling Mendoakan dengan Doa Ini di Hari Raya Idul Fitri

Ibadah

mengajarkan kesabaran anak berpuasa mengajarkan kesabaran anak berpuasa

Parenting Islami : Hukum Mengajarkan Puasa pada Anak Kecil yang Belum Baligh

Keluarga

Puasa Tapi Maksiat Terus, Apakah Puasa Batal?

Video

Connect
Tanya Ustadzah