Ikuti Kami

Kajian

Akad Salam dalam Transaksi Online

Akad Salam dalam Transaksi Online
Akad Salam dalam Transaksi Online

BincangMuslimah.Com –  Dewasa ini, jual beli online sangat diminati oleh khalayak, di mana pembeli memesan barang yang akan dibeli dari aplikasi online. Jual beli pesanan secara online seperti ini dalam fikih Islam disebut dengan akad salam.

Menurut syariat, akad salam ialah menjual suatu barang yang hanya ditetapkan sifatnya dalam tanggungan penjual. Akad salam dihukumi tidak sah kecuali dengan Ijab dan Qabul. Akad salam sah baik dengan cara kontan (dalam penyerahan barang pesanan) dan juga cara tempo. Jika akad tersebut dimutlakkan, maka status akadnya menjadi kontan.

Dalam kitab Fathul Qarib, Sheikh Muhammad bin Qasim al-Ghazziy (918 H / 1512 M) menyebutkan, akad salam (pesanan) terhadap suatu barang bisa dianggap sah bila memenuhi lima syarat:

Pertama, barang yang dipesan bisa dibatasi sifat yang merupakan letak perbedaan maksud terhadap barang pesanan, sekira dengan penyebutan sifat itu bisa menghilangkan kesamaran (keserupaan). Dan dalam penyebutan sifat sifat, tidak didasarkan atas kelangkaan terhadap wujudnya barang pesanan, seperti memesan berlian yang besar dan memesan sapi  beserta anak-anaknya.

Kedua, barang yang dipesan merupakan, jenis yang tidak bercampur dengan lainnya. Karena itu, salam dihukumi tidak sah terhadap barang yang bercampur dengan beberapa macam jenis campuran yang tidak dapat diketahui secara jelas. Jika dapat diketahui macam-macam yang mencampurinya, maka sah memesannya, seperti roti keju.

AlloFresh x Bincang Muslimah

Ketiga, barang pesanan itu tidak terkena panasnya api yang dapat merubahnya, yakni barang tersebut dimasukkan ke dalam api untuk dimasak atau lainnya. Jika memasukkannya dalam api maka harus membedakan dan memisahkan barang itu dengan lainnya, semisal memisahkan pesanan madu dengan minyak sapi (sebab api di sini untuk memisahkan air susunya) maka hukum barang yang dipesan adalah sah.

Keempat, barang pesanan bukan merupakan perkara yang terlihat mata (saat akad), akan tetapi barang yang berstatus hutang (tanggungan bagi penjual). Jika barang yang dipesan sudah nyata, maka akad tersebut secara pasti bukan salam, dan juga tidak menjadi akad jual beli menurut pendapat yang lebih jelas.

Kelima, barang yang dipesan tidak dari tempat yang tertentu, seperti “aku pesan padamu dengan Dirham ini satu sha’ (empat mud/675 gram) beras dari tumpukan ini.

Kemudian, ada 8 syarat lain mengenai barang yang dipesan, yaitu:

Pertama, barang yang dipesan harus dirincikan jenis dan macamnya dengan sifat sifat yang dapat membedakan nilai harga barang. Seperti contoh; pakaian, hendaknya menyebutkan jenisnya, seperti kapas, katun atau sutra. Contoh lain dengan merincikan macamnya, seperti katun dari Irak. Perlu juga menyebutkan tentang panjang lebarnya, tebal tipisnya, halu,s dan kasar bahannya, dan hal hal yang lain yang dapat diqiyaskan dengan contoh-contoh tersebut.

Kedua, hendaknya ia menuturkan perkiraan barang yang dipesan dengan ukuran atau dari segi takaran di dalam barang yang ditakar, timbangannya dalam barang yang ditimbang, hitungannya dalam barang yang dihitung, ukuran hasta dalam barang yang diukur dengan hasta.

Ketiga, jika akad dengan penerimaan barang pesanan yang tempo, maka orang yang akad pesan itu hendaknya menuturkan batas waktunya. Seperti bulan ini (seumpama Syawal atau Dzulqo’dah). Jika menentukan dalam akad pesanan dengan datangnya seseorang umpamanya, maka akad tersebut tidak sah.

Keempat, barang yang dipesan harus berwujud dan dimiliki penjual saat akad. Artinya barang tersebut bisa diterimakan oleh penjual. Karena itu jika ia memesan barang yang tidak bisa ditemukan setelah sampai batas waktunya, seperti memesan kurma basah di musim kemarau, maka akad seperti ini tidak sah.

Kelima, menuturkan tempat penyerahan barang pesanan. Jika tempat yang dipergunakan mengerjakan transaksi tidak pantas untuk penyerahan (seperti penerimaan dilakukan di tengah-tengah hutan / laut misalnya). Atau tempat akad yang patut untuk penyerahan, tetapi untuk membawa barang tersebut ketempat penyerahan pasti memerlukan biaya. Kecuali jika akad pesan dan antar sudah satu paket.

Keenam, harga barang yang dipesan harus diketahui dengan kadarnya (jenis dan sifat nya).

Ketujuh, pemesan harus menyerahkan harga barang pesanan kepada penjual di tempat akad sebelum berpisah. Jika mereka berpisah sebelum menerima harga barang maka akad tersebut batal.

Kedelapan, akad harus masih berlangsung hingga barang yang dipesan sampai.

Itulah beberapa syarat yang harus dipenuhi agar transaski online atau akad salam bisa dikatakan sah.

Kalian bisa kolaborasi buat bantu BincangMuslimah.com terus menyajikan artikel-artikel yang bermanfaat dengan berbelanja minimal 150.000 di Allofresh. Dapatkan rangkaian cashback dengan download aplikasinya disini dan masukan kode AFBS12 saat berbelanja

Rekomendasi

menjual buah masih pohon menjual buah masih pohon

Bolehkah Menjual Buah yang Masih Berada di Pohon?

Membeli Minuman Vending Mesin Membeli Minuman Vending Mesin

Bolehkah Membeli Minuman di Vending Mesin?

jual beli ijab kabul jual beli ijab kabul

Apakah dalam Jual Beli Harus Ada Ijab Kabul?

transaksi anak tidak sah transaksi anak tidak sah

Hukum Transaksi oleh Anak-anak, Apakah Tidak Sah?

Ditulis oleh

Pengajar di Pondok Pesantren Nurun Najah Pasuruan

Komentari

Komentari

Terbaru

amalan meringankan sakaratul maut amalan meringankan sakaratul maut

Amalan untuk Meringankan Penderitaan Sakaratul Maut

Ibadah

Frugal living Rasulullah Frugal living Rasulullah

Frugal Living ala Rasulullah

Khazanah

Memberi nama baik bayi Memberi nama baik bayi

Mengapa Disunnahkan Memberi Nama yang Baik untuk Bayi?

Ibadah

Perbedaan lelaki perempuan shalat, Membangunkan Shalat malam Perbedaan lelaki perempuan shalat, Membangunkan Shalat malam

Lima Perbedaan Lelaki dan Perempuan dalam Shalat

Ibadah

krisis lingkungan krisis lingkungan

Aktivis Lingkungan Berbasis Agama Serukan Pemerintah Serius Atasi Krisis Lingkungan

Berita

perempuan tulang rusuk laki-laki perempuan tulang rusuk laki-laki

Tafsir An-Nisa Ayat 1; Benarkah Perempuan Berasal dari Tulang Rusuk Laki-laki?

Kajian

Hukum dan Hikmah Membersihkan Rambut Kemaluan Bagi Perempuan

Ibadah

nyai hamdanah sejarah islam nyai hamdanah sejarah islam

Nyai Hamdanah, Tokoh Perempuan yang Turut Andil dalam Sejarah Islam Nusantara

Khazanah

Trending

istihadhah shalat sunah fardhu istihadhah shalat sunah fardhu

Bolehkah Perempuan Istihadhah Shalat Sunah dengan Wudhu Shalat Fardhu?

Ibadah

perempuan tulang rusuk laki-laki perempuan tulang rusuk laki-laki

Tafsir An-Nisa Ayat 1; Benarkah Perempuan Berasal dari Tulang Rusuk Laki-laki?

Kajian

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Memberi nama baik bayi Memberi nama baik bayi

Mengapa Disunnahkan Memberi Nama yang Baik untuk Bayi?

Ibadah

angin vagina membatalkan wudhu angin vagina membatalkan wudhu

Apakah Angin yang Keluar dari Vagina Dapat Membatalkan Wudhu?

Ibadah

doa menjelang persalinan rasulullah doa menjelang persalinan rasulullah

Doa Menjelang Persalinan dari Rasulullah untuk Fatimah

Ibadah

Makna aurat buya syakur Makna aurat buya syakur

Empat Makna Aurat Menurut Buya Syakur Yasin

Kajian

Masa iddah perempuan hamil Masa iddah perempuan hamil

Masa Iddah Perempuan Hamil yang Cerai Kemudian Keguguran

Kajian

Connect