Ikuti Kami

Kajian

Apakah dalam Jual Beli Harus Ada Ijab Kabul?

jual beli ijab kabul
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Dalam akad jual beli, salah satu rukunnya adalah ijab dan kabul. Selain itu, pedagang, pembeli, dan barang yang dijual pun harus ada dalam akad jual beli. Ijab dan kabul sendiri berarti lafal yang mengindikasikan adanya kerelaan dari penjual dan pembeli.

Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan orang lain untuk menjalani kehidupannya, termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan. Seperti petani yang tidak bisa hanya hidup dengan padinya saja, karena dia juga butuh lauk untuk melengkapi asupan gizinya, begitu pula dengan nelayan yang tidak bisa hanya makan ikan saja, tetapi juga butuh kompor untuk memasak ikannya agar layak dikonsumsi.

Manusia butuh makan, manusia butuh pakaian, manusia butuh tempat tinggal, dan masih banyak kebutuhan lainnya yang tidak bisa manusia dapatkan tanpa melibatkan orang lain. Dengan demikian setiap manusia pasti akan melakukan transaksi untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu transaksi yang sering dilakukan adalah jual beli.

Sebagaimana akad lainnya, untuk mencapai keabsahan jual beli pun harus memenuhi syarat dan rukun yang telah ditentukan oleh syariat. Rukun dan syarat tersebut secara ringkas sebagai berikut:

  1. Orang yang berakad (penjual dan pembeli) yang mukallaf (baligh dan berakal), dalam kondisi normal (tidak dipaksa)
  2. Barang yang diperjual belikan yang diketahui, bermanfaat, suci, mampu diserahkan, dimiliki oleh orang yang menjual/orang yang menjual punya kuasa terhadap barang yang diperjualbelikan
  3. Shighat (ijab dan kabul)

Jika syarat dan rukun ini terpenuhi maka akad jual beli akan sah yang berimplikasi pada adanya perpindahan kepemilikan dari penjual kepada pembeli. Sebaliknya, jika syarat dan rukun ini tidak terpenuhi maka akad tersebut bisa menjadi rusak.

Lantas bagaimana dengan realita yang terjadi pada zaman sekarang? Model transaksi jual beli yang dipraktikkan sudah semakin canggih. Sangat jarang bahkan bisa dikatakan tidak ada lagi manusia yang melakukan transaksi jual beli terutama di pusat perbelanjaan seperti supermarket, mall, dan lainnya yang menggunakan sighat (ijab dan kabul). 

Baca Juga:  Akad Muamalah dalam Sistem Pre Order, Begini Penjelasannya

Hukum Jual Beli Tanpa Ijab dan Kabul

Lantas bagaimanakah hukum jual beli yang dilakukan tanpa ijab kabul tersebut?

Jawabannya tetap sah. Di dalam literatur fikih akad tanpa ijab kabul ini disebut dengan akad mu’athah. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Imam Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fath Al-Mu’in Bi Syarh Qurrah Al-‘Ain hal. 317.

Ulama Syafi’iyyah asal India ini menyebutkan bahwa akad jual beli tanpa ijab-kabul (akad mu’athah) bisa terjadi pada barang yang sudah populer seperti roti dan daging.

Pada dasarnya shighat (ijab kabul) disyariatkan untuk dijadikan sebagai tanda dari kerelaan antara penjual dan pembeli. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.;

عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – “‌إنما ‌البيع ‌عن ‌تراض

Artinya: ”Dari Abu Sa’id al-Khudri beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: sesungguhnya jual beli itu adalah saling rela” (HR. Ibnu Majah)

Namun manusia tidak bisa menstandarisasi kerelaan, karena rela adalah salah satu perihal hati yang merupakan sesuatu yang samar. Lantas, untuk menstandarisasi kesamaran itu maka disyariatkan lah adanya ijab kabul sebagai tanda dari kerelaan dari penjual dan pembeli.

Dengan demikian tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam kasus jual beli di supermarket, mall dan sebagainya yang melakukan transaksi tanpa menggunakan ijab kabul. Terlebih di tempat-tempat tersebut sudah memiliki harga standar yang diketahui khalayak.

Ketika pembeli mengambil dan membawa barang ke kasir, bukankah sudah cukup sebagai tanda bahwa pembeli rela membeli barang tersebut. Begitu pula dengan penjual. Ketika kasir memberikan nota sambil menyebutkan harga, bukankah sudah cukup sebagai indikasi dari kerelaan penjual?

Sekian penjelasan tentang akad mu’athah, semoga bermanfaat.

Baca Juga:  Hukum Jual Beli dan Syarat Barang yang Sah Diperjual Belikan

Rekomendasi

Bolehkah Perempuan Melakukan Transaksi Jual Beli Saat Masuk Waktu Salat Jum’at? Bolehkah Perempuan Melakukan Transaksi Jual Beli Saat Masuk Waktu Salat Jum’at?

Bolehkah Perempuan Melakukan Transaksi Jual Beli Saat Masuk Waktu Salat Jum’at?

Hukum Jual Beli dan Syarat Barang yang Sah Diperjual Belikan Hukum Jual Beli dan Syarat Barang yang Sah Diperjual Belikan

Hukum Jual Beli dan Syarat Barang yang Sah Diperjual Belikan

Akad Muamalah dalam Sistem Pre Order, Begini Penjelasannya

menjual buah masih pohon menjual buah masih pohon

Bolehkah Menjual Buah yang Masih Berada di Pohon?

Ditulis oleh

Alumnus Ponpes As'ad Jambi dan Mahad Ali Situbondo. Tertarik pada kajian perempuan dan keislaman.

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect