Ikuti Kami

Ibadah

Lima Amalan Sunnah untuk Ibu Hamil dan Pasca Melahirkan

amalan sunnah ibu hamil
s://www.istockphoto.com

BincangMuslimah. Com – Dalam kehidupan rumah tangga, hal yang paling ditunggu-tunggu adalah momen kelahiran sang buah hati. Tidak hanya pasangan suami-istri yang gembira ketika si kecil dilahirkan, mertua dan tetangga juga ikut bersuka-cita atas kelahirannya. Lebih-lebih, jika disertai dengan menjalani amalan sunnah Nabi yang bisa dilakukan baik oleh ibu hamil maupun pasangannya.

Menurut Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din (jus 2, hal 73-76), ada lima amalan sunnah yang bisa dilakukan oleh ibu hamil dan pasangannya. Berikut ini penjelasan dan rinciannya.

Pertama, tidak boleh berperasaan lebih senang mempunyai anak laki-laki daripada perempuan

Sikap ini disebut pertama kali oleh Imam Ghazali karena beliau menyadari bahwa budaya Jahiliah selalu menomor-duakan kaum perempuan daripada kaum laki-laki.  Tentu, perbuatan yang demikian bukan termasuk ajaran Islam. Justru, Islam datang dengan membawa prinsip kesetaraan dan keadilan antara kaum feminim dan maskulin, khususnya dalam persoalan anak ini.

Hal itu dibuktikan dari beberapa hadis Nabi yang sangat prihatin dan peduli kepada anak perempuan. Nabi Muhammad saw. bersabda,

من كانت له ابنة فأدبها فأحسن تأديبها وغذاها فأحسن غذائها وأسبغ عليها من النعمة التي أسبغ الله عليه كانت له ميمنة وميسرة من النار إلى الجنة

Artinya: Barang siapa yang mempunyai anak perempuan kemudian mendidiknya dan memberi makan (merawat) dengan baik, serta memuaskannya dengan segala nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. kepadanya maka dia akan sejahtera dalam hidupnya dan diberikan kemudahan (diloloskan) dari api neraka menuju surga. (Imam al-Thabrani, al-Mu’jam al-Kabir, jus 9, hal 45)

Dalam hadis lain, Nabi Muhammad saw. juga bersabda,

من كانت له ابنتان أو أختان فأحسن إليهما ما صحبتاه كنت أنا وهو في الجنة كهاتين

Baca Juga:  Bolehkah Ibu Hamil Shalat dengan Duduk?

Artinya: Barang siapa yang mempunyai dua anak perempuan atau dua saudara perempuan kemudian dia  selalu berperilaku baik kepada keduanya maka dia dan aku (Nabi Muhammad Saw.) seeperti dua ini (jari telunjuk dan tengah yang saling berdampingan) di surga. (Imam al-Suyuthi, Jami’ al-Ahadits, jus 21, hal 336)

Kedua, mengazani bayi yang baru lahir di telinga kanan dan iqamah di telinga kirinya

Disebutkan dalam sebuah hadis,

روى رافع عن أبيه قال رأيت النبي صلى الله عليه وسلم قد أذن في أذن الحسين حين ولدته فاطمة رضي الله عنها

Artinya: Diriwayatkan oleh sahabat Rafi’ dari ayahnya, beliau pernah melihat Nabi Muhammad Saw. mengazani Sayyidina Husain di telinganya setelah dilahirkan oleh Sayyidah Fatimah R. Anha. (al-Naisaibury, al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain li al-Hakim, jus 3, hal 213)

Dalam hadis lain, Nabi tidak hanya mengajarkan azan, melainkan juga iqamah. Tepatnya, mengazani bayi di telinga kanan dan iqamah di telingan kiri sang bayi,

وروي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من ولد له مولود فأذن في أذنه اليمنى وأقام في أذنه اليسرى دفعت عنه أم الصبيان

Artinya: Diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw., Beliau bersabda: Barang siapa yang (baru) mempunyai (dilahirkan) anak kemudian diazani di telinga kanannya, serta iqamah di telingan kirinya maka akan diangkat (segala penyakit dan musibah) dari ibu sang bayi. (Imam al-Baihaqi, Sya’b al-Iman, jus 6, hal 390)

Tidak hanya itu, Nabi Muhammad saw. juga menganjurkan kepada kedua orang tua untuk mengajarkan anaknya lafaz “La Ilaha Illa Allahu” di saat si kecil sudah mulai bisa berbicara, serta mengkhitannya di hari ke-tujuh pasca kelahiran.

Baca Juga:  Empat Aplikasi Penting untuk Program Hamil

Ketiga, memberi nama yang baik kepada anak

Pemberian nama ini termasuk dari hak-hak anak. Oleh karena itu, wajib bagi kedua orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya. Perihal tentang ini, Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda,

قال صلى الله عليه وسلم إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم

Artinya: Nabi Muhammad Saw. bersabda: Sesungguhnya kalian akan dipanggil di hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian. Oleh karena itu, berilah nama yang baik pada kalian. (Imam al-Baihaqi, al-Sunan al-Kubra, jus 9, hal 306)

Keempat, mengakikahi anak

Dalil anjuran mengakikahi anak adalah hadis Nabi Muhammad saw.,

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى

Artinya: Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi. Maka dari itu, sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya. (al-Naisaibury, al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain li al-Hakim, jus 6, hal 241)

Terkait dengan hukum akikah, ulama fikih masih berbeda pendapat. Menurut mazhab Hanafi, hukum akikah adalah boleh, bukan sunah. Sementara menurut jumhur ulama (selain mazhab Hanafi), hukum akikah adalah sunah.

Begitu pula dalam jumlah hewan akikah. Menurut mayoritas ulama, jumlah hewan akikah anak laki-laki dan perempuan berbeda. Bagi anak laki-laki, disunahkan dua kambing. Bagi anak perempuan, disunahkan satu kambing. Sedangkan menurut mazhab Maliki, anak laki-laki dan perempuan tidak diperlakukan berbeda dalam persoalan jumlah hewan akikahnya. Bagi anak laki-laki ataupun perempuan disunahkan satu kambing akikah.

Adapun waktu akikah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhmmad Saw. adalah hari ketujuh pasca kelahiran sang bayi. Sedangkan di selain hari ketujuh, tetap disunahkan sekalipun sudah baligh. (Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuh, jus 4, hal 284-286)

Baca Juga:  Empat Amanah yang Dimintai Pertanggungjawaban oleh Allah

Setelah akikah, kedua orang tua juga disunahkan mencukur rambut sang bayi dan bersedekah sejumlah uang yang beratnya sama dengan berat rambut yang sudah dicukur. Hal ini juga pernah dipraktikkan sendiri oleh Nabi Muhammad saw. yang memerintah Sayyidah Fatimah r.a untuk mencukur rambut Sayyiduna Husain serta bersedakah satu perak (mata uang Arab di masa Nabi) yang beratnya sama dengan rambut Sayyiduna Husain yang dicukur.

Kelima, mentahnik anak dengan kurma atau sesuatu yang manis

Tahnik adalah mengunyahkan kurma atau sesuatu yang manis kemudian dimasukkan ke mulut bayi dengan digosokkan ke langit-langitnya. Sebaiknya, hal ini dilakukan oleh orang yang saleh dengan harapan anak tersebut bisa mendapatkan keberkahan Allah dari perantara orang saleh yang menahniknya.

Disebutkan dalam sebuah Hadis,

روي عن أسماء بنت أبي بكر رضي الله عنهما قالت ولدت عبد الله بن الزبير بقباء ثم أتيت به رسول الله صلى الله عليه وسلم فوضعته في حجره ثم دعا بتمرة فمضغها ثم تفل في فيه

Artinya: Diriwayatkan oleh sahabat Asma’ binti Abu Bakr R. Anhuma, beliau berkata: Ketika aku melahirkan Abdullah bin Zubair di daerah Quba’, datanglah Rasulullah Saw. Kemudian, Beliau meletakkannya di pangkuannya seraya meminta kurma dan mengunyahnya lalu meludahkannya (menggosok-gosok kurma) di  (langit-langit) mulut Abdullah bin Zubair. (Imam al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, jus 9, hal 520)

Demikianlah lima amalan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada ibu hamil, baik pada saat hamil maupun pasca melahirkan. Semoga bermanfaat dan bisa kita praktikkan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Rekomendasi

keringanan tidak puasa, pendidikan prenatal ibu hamil keringanan tidak puasa, pendidikan prenatal ibu hamil

Empat Pendidikan Prenatal yang Harus Ibu Hamil Tahu

air ketuban air ketuban

Keluar Darah saat Hamil, Termasuk Darah Haid atau Istihadhah?

pendarahan sebelum melahirkan nifas pendarahan sebelum melahirkan nifas

Apakah Darah yang Keluar Setelah Kuret Termasuk Nifas?

puasa ramadan perempuan hamil puasa ramadan perempuan hamil

Hamil di Luar Nikah, Bolehkah Aborsi?

Ditulis oleh

Mahasiswa Universitas Ibrahimy Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo dan Aktivis IKSASS (Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah)

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect