Ikuti Kami

Subscribe

Keluarga

Konsep Rumah Tangga Ideal Menurut Dr Nur Rofiah

Beautiful young family with spending time in house

BincangMuslimah.Com – Siapa tak kenal Dr. Nur Rofiah Bil Uzm? Namanya makin dikenal setelah ia sukses mengadakan Ngaji KGI (Kajian Gender Islam) yang telah diselenggarakannya di daerah-daerah. Ia berhasil memberikan pemahaman tentang kesetaraan dan isu gender kepada banyak orang melalui program ini.

Setelah dunia dilanda pandemik, kegiatan ini berlangsung secara online dan sama sekali tak mengurangi kebermanfaatan akan ilmu yang ia sebarkan. Penulis “Nalar Kritis Muslimah” dan dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Quran ini kembali mengadakan webinar berjudul “Landasan Spiritual dalam Pernikahan” pada Kamis, 4 Desember 2020 pukul 19.30 WIB.

Seperti pada kelas-kelas sebelumnya, ia selalu menekankan konsep taqwa. Bahwa ketaqwaan yang mutlak hanya diperuntukkan kepada Allah, adapun ketaatan kita kepada orang, guru, dan pasangan adalah wujud taqwa kepada Allah. Semata-semata semua menuju Allah.

Pada webinar tersebut, Bu Nur menjelaskan bahwa manusia bukan hanya diciptakan secara jasmaninya (fisik) saja, tetapi juga non fisiknya yang justru lebih penting dan substantif. Manusia diciptakan bersamaan dengan jiwa dan akalnya yang harus berkualitas, bernilai spiritual dan intelektual. Maka itulah yang membedakan ia dengan makhluk lainnya. Keduanya yang berfungsi untuk memilah dan memilih.

Dalam mewujudkan rumah tangga yang ideal, maka diperlukan standar untuk menentukan pasangan yang ideal. Standar tersebut dilihat dari taqwanya. Taqwa berelasi kuat dengan komitmen untuk berbuat baik kepada makhluk Allah. Dalam hadis Nabi disabdakan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ: تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا ، وَلِحَسَبِهَا ، وَلِجَمَالِهَا ، وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
(رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikanya, lalu agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, maka engkau akan berbahagia. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini seringkali disalah pahami, narasi tersebut merupakan berita yang menggambarkan kebiasaan manusia dalam memilih perempuan untuk dijadikan pendamping. Padahal kalimat perintahnya ada di akhir, yaitu pilihlah karena ketaatannya pada agama.

Akan tetapi tuntutan untuk taat beragama bukan hanya diberikan kepada perempuan, melainkan juga kepada laki-laki. Maka standar pasangan ideal adalah taqwa dan kebermanfaatnya kepada sesama. Seperti pada firman Allah surat al-Hujurat ayat 13:

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”
Juga pada sabda Nabi Muhammad yang berbunyi:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)

Soal sekufu atau standar juga sebenarnya ada pada taqwa, bukan pada paras. Dan kafaah (kapabilitas) sebagai suami istri yang ideal adalah proses yang terus dijalani selama berumah tangga. Sehingga masing-masing tidak berhenti untuk belajar dan menuju ideal yang hakiki. Sebab sejatinya kesempurnaan milik Allah semata.

Kemudian Bu Nur Rofiah menampilkan 5 pilar perkawinan yang berasaskan Alquran. Kelimanya ialah:

Pertama, Mitsaqan Ghalidlan, keyakinan bahwa perkawinan adalah janji yang kokoh sehingga tidak mempermainkannya. Hal ini termaktub dalam surat an-Nisa ayat 21.

Kedua, Zawaaj, keyakinan bahwa suami dan istri dalam perkawinan adalah berpasangan sehingga saling melengkapi dan bisa bekerja sama untuk kemaslahatan. Ia termaktub dalam surat al-Baqoroh ayat 187 dan ar-Rum ayat 21)

Ketiga, Mu’asyarah bil Ma’ruf, suami dan istri saling memperlakukan pasangannya secara bermartabat. Tercantum dalam surat an-Nisa ayat 19.

Keempat, Musyawarah, suami dan istri menjadikan musyawarah sebagai cara mengambil keputusan keluarga. Disarikan dari surat al-Baqoroh ayat 233.

Kelima, Taradlin, suami dan istri saling menjaga kerelaan pasangannya dalam setiap tindakan. Dikutip dari surat al-Baqoroh ayat 233 juga.
Kelima pilar tersebut menjadi landasan kuat dalam mewujudkan pasangan yang sakinah, mawaddah, dan rohmah.

Selain mencapai ketiga hal tersebut, rumah tangga juga harus memiliki beberapa relasi agar kemaslahatannya tidak hanya terjadi di dalam rumah saja, tetapi juga di luar.

Kelima relasi tersebut adalah marital, relasi antara suami dan istri yang solih dan solihah. Kedua, parental, relasi antara orang tua dengan anak. Ketiga, familial, relasi antara keluarga dengan keluarga besar. Keempat, sosial, relasi antara keluarga dengan masyarakat, negara, dan dunia. Terakhir, ekologi, relasi keluarga dengan lingkungan hidup dan alam.

Demikianlah beberapa indikator rumah tangga ideal yang sejatinya merupakan proses sepanjang usia dan dilakukan secara bersama-sama, bukan sepihak. Rumah tangga ideal bukan sesuatu yang bisa dicapai begitu saja lalu selesai. Karena sejatinya hidup adalah sekolah pembelajaran yang begitu luas.

Rekomendasi

Pemikiran Fatima Mernissi Tentang Kedudukan Perempuan dalam Hukum Keluarga Pemikiran Fatima Mernissi Tentang Kedudukan Perempuan dalam Hukum Keluarga

Pemikiran Fatima Mernissi Tentang Kedudukan Perempuan dalam Hukum Keluarga

Tafsir QS Al-Baqarah 187 : Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam

Hannan Lahham: Mufassir Perempuan dalam Menafsirkan Ayat Kekerasan

Moment Saat Nabi Perhatian kepada Istrinya; Shafiyyah Moment Saat Nabi Perhatian kepada Istrinya; Shafiyyah

Moment Saat Nabi Bercanda dengan Istri-istrinya

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Mahasiswa Jurusan Dirasat Islamiyah UIN Jakarta

Komentari

Komentari

Terbaru

Sayyidah Sukainah binti Al-Husain: Cicit Rasulullah, Sang Kritikus Sastra

Kajian

jenis mukena jenis mukena

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalatnya?

Ibadah

Zainab binti Jahsy, Istri Rasulullah Saw yang Paling Gemar Bersedekah

Kajian

Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Disahkan, AMAN Indonesia dan WGWC Gelar Syukuran

Kajian

Kuasai Tiga Ilmu Memahami Hadis di Sekolah Hadis El-Bukhari Institute

Kajian

hikmah menyusui dua tahun hikmah menyusui dua tahun

Dua Syarat Seorang Bayi Dihukumi Anak Susuan

Kajian

Hukum Masturbasi Dalam Islam Dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kajian

mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru

Berapa Usia Ideal Perempuan untuk Menikah?

Kajian

Trending

Toleransi: Perjumpaan Islam dengan Nasrani dan Romawi

Kajian

Hukum Tayamum bagi Istri yang Dilarang Bersuci Menggunakan Air oleh Suami

Ibadah

Perempuan dalam Perspektif Tafsir Klasik dan Kontemporer

Kajian

Tiga Contoh Perilaku Rendah Hati yang Diajarkan dalam Al-Qur’an

Muslimah Daily

hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran

Tidak Hanya Laki-laki, Perempuan Juga Berhak Memilih Calon Suaminya!

Kajian

Tidak Datang ke Pernikahan Teman Tidak Datang ke Pernikahan Teman

Hukum Tidak Datang Ketika Diundang ke Pernikahan Teman

Ibadah

Beberapa Hal Yang Patut Diketahui Perempuan Ketika Mengalami Nifas

Muslimah Daily

Apa Saja Ciri-ciri Rendah Hati?

Muslimah Daily

Connect