Ikuti Kami

Ibadah

15 Sunnah Haiat Shalat yang Tidak Perlu Sujud Sahwi Jika Tertinggal

15 Sunnah Haiat Shalat https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ibadah/quraish-shihab-tidak-ada-perintah-memukul-anak-yang-tidak-shalat/

BincangMuslimah.Com – Sunnah haiat menurut ulama Syafi’iyah adalah sunnah yang tidak perlu ditambal dengan sujud sahwi. Bagi orang yang shalat, tidak boleh mengulang kembali sunnah haiat setelah tertinggal dan tidak perlu melakukan sujud sahwi, baik tertinggalnya disengaja atau lupa.

Sheikh Muhammad bin Qasim al-Ghazziy (918 H / 1512 M) menyebutkan dalam kitab Fathul Qarib ada 15 sunnah haiat dalam shalat, yaitu:

Pertama, mengangkat dua tangan sampai sejajar dua bahu saat takbiratul ihram, ruku’ dan bangun dari ruku’.

Kedua, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Keduanya berada di bawah dada dan di atas pusar.

Ketiga, membaca doa tawajjuh atau doa iftitah. Yakni membaca bacaan Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha (sesungguhnya aku menghadap kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi) sampai selesai. Dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca fatihah.

Keempat, membaca doa ta’awudz setelah doa tawajjuh atau iftitah. Sunnah pula membaca ta’awudz pada setiap lafaz yang mengandung ta’awudz. Yaitu dengan membaca a’udzubillah minasy syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk).

Kelima, mengeraskan suara bacaan surat pada tempatnya. Tempat mengeraskan suara adalah shalat Subuh, dua rokaat awal Maghrib, dua rakaat awal shalat Isya, shalat Jumat dan dua shalat hari raya.

Keenam, melirihkan suara bacaan surat pada tempatnya, yakni selain dari yang telah disebutkan.

Ketujuh, ta’min atau membaca “amin” setelah selesai membaca surat al-Fatihah, baik dalam shalat atau selainnya. Namun ta’min dalam shalat lebih ditekankan hukum sunnahnya. Makmun sunnah membaca Amin berbarengan dengan bacaan Amin Imam dan sunnah mengeraskan Aminnya.

Kedelapan, membaca surat setelah surat al-Fatihah, sunnah bagi Imam dan orang yang shalat sendiri dalam dua rakaat shalat subuh, dan shalat lainnya. Surat dibaca setelah membaca surat al-Fatihah sehingga tidak sah jika mendahulukan membaca surat sebelum al-Fatihah.

Baca Juga:  Sahkah Shalat Seorang Ibu Diimami Anaknya yang Masih Kecil?

Kesembilan, membaca bacaan takbir saat turun menuju ruku; dan bangun ketika mengangkat tulang rusuk dari posisi ruku’.

Kesepuluh, membaca sami’allahu liman hamidah (Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya dan memberi balasan padanya) saat mengangkat kepala dari ruku’. Serta membaca rabbana lakal hamdu (Wahai Tuhan kami, segala pujian bagi-Mu) saat berdiri tegak.

Kesebelas, membaca tasbih dalam ruku’. Kesempurnaan bacaan tasbih dalam ruku’ adalah subhaana rabbiyal ‘adzimi wabihamdih (Mahasuci Allah yang Mahaagung dan segala pujian untuk-Nya) dibaca tiga kali.

Kedua belas, meletakkan dua tangan di atas dua paha saat duduk tasyahud awal dan tasyahud akhir. Serta membentangkan jari-jari tangan kiri sekira ujung jari-jarinya sejajar dengan lutut. Kemudian menggenggamkan jari-jari kanan kecuali jari telunjuk karena digunakan untuk berisyarat dengan mengangkatnya saat mengucapkan syahadat, tepatnya ketika membaca “illa Allah” (kecuali Allah) dan tidak menggerakkannya. Jika menggerakkannya maka hukumnya makruh tetapi tidak sampai membatalkan shalat, demikian menurut pendapat yang diunggulkan dalam madzhab ini.

Ketiga belas, duduk iftirasy dalam semua posisi duduk dalam shalat. Seperti duduk istirohah (yaitu duduk sekilas setelah sujud kedua sebelum hendak berdiri), duduk antara dua sujud dan duduk tasyahud awal.

Duduk iftirasy adalah posisi duduk seseorang di atas mata kaki kanan dengan menjadikan bagian atas kaki menempel ke bumi dan menegakkan telapak kaki kanannya serta meletakkan jari-jari kaki di bumi menghadap kiblat.

Keempat belas, duduk tawaruk pada saat tasyahud akhir pada rakaat terakhir. Duduk tawaruk, sama seperti duduk iftirasy hanya saja orang yang shalat harus mengeluarkan sebagian telapak kaki kiri dari arah bawah kaki kanan dengan posisi sesuai duduk iftirasy dan menempelkan pantat ke bumi. Kecuali Makmum yang masbuq (tertinggal rakaat bersama Imam), maka ia menggunakan duduk iftirasy saat tasyahud akhir.

Baca Juga:  Bolehkah Ibu Memandikan Jenazah Anak Lelakinya?

Kelima belas, mengucapkan salam kedua. Sedangkan salam yang pertama termasuk rukun shalat yang jika ditinggalkan maka shalat batal.

Demikian 15 sunnah haiat dalam shalat yang tidak perlu diganti jika tertinggal baik sengaja atau tidak.

Rekomendasi

Sha;at saat gempa Sha;at saat gempa

Shalat saat Gempa, Lanjutkan atau Selamatkan Diri?

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

18 Rukun yang Wajib Dipenuhi dalam Shalat

istihadhah shalat sunah fardhu istihadhah shalat sunah fardhu

Lakukan Sujud Sahwi Jika Tinggalkan Enam Sunnah Ab’ad Ini dalam Shalat

Ditulis oleh

Pengajar di Pondok Pesantren Nurun Najah Pasuruan

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Connect