Ikuti Kami

Kajian

Benarkah Rasulullah Menikahi Aisyah di Bawah Umur?

rasulullah menikahi aisyah umur

BincangMuslimah.Com – Hadis tentang tindakan Rasulullah menikahi Aisyah yang dianggap masih di bawah umur menjadi narasi Islam yang dijadikan tudingan negati oleh banyak pihak.  Diketahui saat itu Aisyah masih berumur 6 tahun, terkait umur Aisyah ketika dinikahi Nabi terdapat beberapa perbedaan pendapat antara dinikahi ketika berusia 6 tahun dan 9 tahun.

Sebagaimana dalam kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

عَنْ ‏‏ هِشَامٍ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏أَبِيهِ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏عَائِشَةَ ‏ ‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ‏ ‏قَالَتْ : ‏تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏وَأَنَا بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ فَقَدِمْنَا ‏ ‏الْمَدِينَةَ ‏ ‏فَنَزَلْنَا فِي ‏ ‏بَنِي الْحَارِثِ بْنِ خَزْرَجٍ ‏ ‏فَوُعِكْتُ فَتَمَرَّقَ شَعَرِي ‏ ‏فَوَفَى ‏ ‏جُمَيْمَةً فَأَتَتْنِي أُمِّي ‏ ‏أُمُّ رُومَانَ ‏ ‏وَإِنِّي لَفِي أُرْجُوحَةٍ وَمَعِي صَوَاحِبُ لِي فَصَرَخَتْ بِي فَأَتَيْتُهَا لَا أَدْرِي مَا تُرِيدُ بِي فَأَخَذَتْ بِيَدِي حَتَّى أَوْقَفَتْنِي عَلَى بَابِ الدَّارِ وَإِنِّي ‏ ‏لَأُنْهِجُ ‏ ‏حَتَّى سَكَنَ بَعْضُ نَفَسِي ثُمَّ أَخَذَتْ شَيْئًا مِنْ مَاءٍ فَمَسَحَتْ بِهِ وَجْهِي وَرَأْسِي ثُمَّ أَدْخَلَتْنِي الدَّارَ فَإِذَا نِسْوَةٌ مِنْ ‏ ‏الْأَنْصَارِ ‏ ‏فِي الْبَيْتِ فَقُلْنَ عَلَى الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ وَعَلَى خَيْرِ طَائِرٍ فَأَسْلَمَتْنِي إِلَيْهِنَّ فَأَصْلَحْنَ مِنْ شَأْنِي فَلَمْ يَرُعْنِي إِلَّا رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏ضُحًى فَأَسْلَمَتْنِي إِلَيْهِ وَأَنَا يَوْمَئِذٍ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ

Artinya: Dari Hisyam dari ayahnya dari Aisyah r.a berkata: “Nabi saw. menikahiku ketika aku masih berusia enam tahun. Kami berangkat ke Madinah. Kami tinggal di tempat Bani Haris bin Khazraj. Kemudian aku terserang penyakit demam panas yang membuat rambutku banyak yang rontok. Kemudian ibuku, Ummu Ruman, datang ketika aku sedang bermain-main dengan beberapa orang temanku. Dia memanggilku, dan aku memenuhi panggilannya, sementara aku belum tahu apa maksudnya memanggilku, dia menggandeng tanganku hingga sampai ke pintu sebuah rumah.

Aku merasa bingung dan hatiku berdebar-debar. Setelah perasaanku agak tenang, ibuku mengambil sedikit air, lalu menyeka muka dan kepalaku dengan air tersebut, kemudian ibuku membawaku masuk ke dalam rumah itu. Ternyata di dalam rumah itu sudah menunggu beberapa orang wanita Anshar. Mereka menyambutku seraya berkata: ‘Selamat, semoga kamu mendapat berkah dan keberuntungan besar.’ Lalu ibuku menyerahkanku kepada mereka. Mereka lantas merapikan dan mendandani diriku. Tidak ada yang membuatku kaget selain kedatangan Rasulullah saw., ibuku langsung menyerahkanku kepada beliau, sedangkan aku ketika itu baru berusia sembilan tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:  Zainab binti Khuzaimah; Ummul Masakin yang Dinikahi Nabi pada Bulan Ramadhan

حَدَّثنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثنَا وُهَيْبٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ بها وَهِيَ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا وَهِيَ بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ وَبنَى قَالَ هِشَامٌ وَأُنْبِئْتُ أَنهَّا كَانَتْ عِنْدَهُ تِسْعَ سِنِينَ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Mu’alla bin Asad Telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahinya saat itu berusia enam tahun, dan mulai menggaulinya saat ia berumur sembilan tahun. Hisyam berkata; Dan telah diberitakan kepadaku bahwa Aisyah hidup bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selama sembilan tahun (HR.Bukhari).

Namun, ketika para ulama berbicara mengenai usia pasti Nabi menikahi Aisyah memang terdapat banyak perdebatan. Ada yang berpendapat, Nabi meminang Aisyah pada usia 6 tahun dan menikahinya di usia 9 tahun. Ada pula yang berpendapat, Nabi meminang Aisyah pada usia 9 tahun dan menikahinya pada usia 11 tahun. Menurut Imam at-Thabari dalam kitab Tarikh-nya bahwa hadis tentang usia pernikahan Aisyah belum bisa dinyatakan benar pada usia 7 atau 9 tahun.

Dapat dilihat ketika Aisyah dilahirkan, usia Nabi pada saat itu berusia 40 tahun. Jika Nabi meminang Aisyah pada usia 52 tahun, maka Aisyah sudah berusia 12 tahun, dan menempat dalam satu bilik di usia 15 tahun. Adapula pendapat yang menyatakan usia Aisyah menikah di umur 13 tahun. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada umur Asma kakak Aisyah, yang berusia 10 tahun lebih tua dibanding Aisyah. Asma berumur 27 tahun atau 28 tahun pada waktu hijrah, maka Aisyah 17 atau 18 tahun, maka di sinilah umur Aisyah ketika dinikahi Nabi.

Baca Juga:  Sepuluh Keistimewaan Sayyidah Aisyah

Menurut Bintu Syathi’ dalam buku Istri-Istri Rasulullah saw, permasalahan atas pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ini menjadi sangat kontroversial serta menjadi bahan tudingan serangan kaum misionaris dan orientalis. Mereka menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. menikahi Aisyah di bawah umur dan dianggap seorang pedofilia serta mempunyai akhlak yang tercela.

Tuduhan-tuduhan itu sangat tidak beralasan sebab mereka menjustifikasi suatu persoalan tanpa mengadakan penelitian terlebih dahulu yang menjadi pokok persoalan dan argumentasi yang berdasarkan pada asumsi-asumsi menurut takaran apa yang ada pada masyarakat mereka.

Menurutnya, pendapat mayoritas para ahli fikih dari empat mazhab (al-madzahib al-arba‘ah) yang menfatwakan tentang kebolehan mengawini gadis belia (nikah al-shaghirah) tanpa ada ketentuan batas usia minimal, disinyalir kuat menjadi penjelasan sekaligus bertanggung jawab atas fenomena berurat-akarnya tradisi perkawinan anak di bawah umur  di negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslim, di mana perkawinan Nabi saw. dengan Aisyah r.a yang masih “kanak-kanak” itu dijadikan sebagai model oleh sebagian pemeluk Islam.

Meski tidak menyebutkan ketentuan usia menikah, tapi kita harus memahami satu kriteria ketika seseorang dianggap pantas menikah adalah baligh. Yaitu ketika seseorang diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya dan mempunyai kebebasan menentukan hidupnya setelah cukup umur (baligh). Dalam bahasa Arab, baligh berarti sampai atau jelas, yakni anak-anak yang sudah sampai pada usia tertentu yang sudah menjadi jelas baginya segala urusan atau persoalan yang dihadapi.  (Baca juga : Benarkah Islam Menyunnahkan Nikah Muda?)

Rekomendasi

Juwairiyah Binti al-Harist : Putri Pemuka Bani Mustaliq yang Dinikahi Rasulullah

Lima Teladan yang Dapat Kita Pelajari dari Sayyidah Khadijah Istri Rasul Lima Teladan yang Dapat Kita Pelajari dari Sayyidah Khadijah Istri Rasul

Lima Teladan yang Dapat Kita Pelajari dari Sayyidah Khadijah Istri Rasul

Bagaimana Sikap Romantis Rasulullah kepada Aisyah

Benarkah Rasulullah Menikahi Maimunah saat Peristiwa Umratul Qadha?

Ditulis oleh

Mahasiswi Pascasarjana UIN Jakarta Minat Kajian Tafsir Al-Qur'an

1 Komentar

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Connect