Ikuti Kami

Muslimah Talk

Stop Stigma Pada Perempuan yang Memilih untuk Bekerja

stigma perempuan memilih bekerja
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Sedikit demi sedikit, perempuan sudah bisa mendapatkan beberapa hak yang selama ini sempat ‘tertunda’ begitu lama. Seperti mendapatkan pendidikan, hak bersuara, termasuk memilih untuk meniti jenjang karir. Meski begitu, masih saja ditemukan stigma pada perempuan yang memilih untuk bekerja. 

Berbagai anggapan tidak sedap terkait perempuan bekerja memang masih berseliweran entah di media sosial, tempat kerja hingga lingkungan tempat tinggal. Baru-baru ini yang tidak sengaja terbaca misalnya, perempuan yang bekerja akan lupa dengan kewajiban tugasnya di rumah. 

Anak-anak bisa tidak terurus, begitu pula dengan aktivitas domestik seperti rumah, kasur, dapur dan sumur. Stigma lain yang cukup mengganggu adalah jika ‘upah’ istri lebih besar ketimbang ‘suami’, maka istri rentan bersikap arogan dan tidak menghormati pasangannya. 

Jika belum menikah, perempuan yang memiliki posisi tinggi pada suatu pekerjaan atau jabatan akan membuat laki-laki merasa minder. Alhasil, sang perempuan akan menjadi ‘jomblowati’ karena banyak laki-laki yang ‘segan.’

Lingkungan sosial kita juga masih menganggap perempuan yang bekerja terlalu berambisi dan hal ini dicap buruk oleh masyarakat. Beragam komentar yang keluar seperti terlalu fokus dan ambisius bakal sulit menikah, tidak bisa mengurus rumah tangga dan sebagainya. 

Anggapan tidak menyenangkan kadang juga datang dari tempat bekerja. Perempuan terkadang dituding tidak bisa profesional. Keluhan bisa saja muncul jika seorang karyawan disandingkan dengan karyawati ‘ya, sama cewek. Ribet.’ Dan sebagainya. 

Beberapa kalimat beraroma underestimate seperti ‘sudah, perempuan di belakang saja. Nanti malah bikin susah’ mungkin tidak asing atau pernah didapat jika dirimu adalah seorang perempuan.  

Sekelumit stigma di atas terkadang membuat perempuan, istri, ibu mundur dari mimpi-mimpi mereka. Ranah domestik hingga pengasuhan yang dititikberatkan pada perempuan membuat mereka tidak berkutik. Situasi ini diperberat dengan tidak ada support system untuk memberikan dukungan sekaligus kekuatan. 

Baca Juga:  Bagaimana Jika Penghasilan Suami Lebih Kecil dari Istri?

Pernah pada suatu waktu, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani menyatakan perempuan memiliki banyak rintangan yang mesti dihadapi ketimbang laki-laki ketika ingin mengejar mimpi, bekerja. 

Laki-laki jarang sekali mendapatkan dilema di atas, bahkan terus mendapatkan sokongan dari berbagai pihak. Tidak ada tugas domestik yang wajib dikerjakan, begitu pula pada pengasuhan anak. 

Disadari atau tidak, stigma di atas sebenarnya telah terbantahkan. Banyak perempuan yang bisa menjalankan perannya dengan sangat baik, sebagai ibu dan pengusaha, misalnya. 

Ada juga ibu yang bisa bekerja dan menjabat sebagai posisi penting namun tidak terlihat sisi arogan dan memandang remeh pada pasangannya. 

Lihat saja ibu Menteri Keuangan, Sri Mulyani, ibu Martha Tilaar, Najwa Shihab, Kalis Mardiasih dan masih banyak lagi. 

Mereka semua adalah istri dan sebagian lagi telah menjadi seorang ibu. Tidak mudah jalan yang ditempuh oleh perempuan-perempuan hebat di atas. Semuanya tentu memiliki support system yang selalu memberikan sokongan, dukungan dan pengharapan. 

Ada keluarga yang percaya pada mimpi mereka. Ada pula pasangan yang mau saling bahu membahu, membantu. Entah itu saling berbagi pekerjaan domestik. Atau berbagi tanggung jawab terkait pola pengasuhan anak. 

Di sisi lain, ada beberapa dampak positif atau hal yang tidak disadari kenapa perempuan memilih untuk bekerja. Selain dapat mengembangkan potensi diri, perempuan dapat memperluas koneksi. 

Selain itu juga dapat meringankan sekaligus membantu perekonomian keluarga dan masih banyak lagi. 

Islam sendiri mendukung perempuan hak-hak perempuan sepenuhnya. Begitu juga dengan hak perempuan yang ingin meraih cita-cita atau bekerja. Sama halnya dengan laki-laki, perempuan punya kesempatan yang sama. Ini diungkapkan dalam sebuah hadis shahih.

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه; كنا في الجاهلية لا نعد النساء شيئا, فلما جاء الاسلام وذكرهن الله, رأينا لهن بذلك علينا حقا.(رواه البخاري)

Baca Juga:  Kisah Ibu dari Rabi’ah Ar-Ra’yi, Single Mom yang Didik Anaknya Jadi Ulama Besar

“Ibnu Abbas Ra menuturkan bahwa Umar bin Khatab Ra berkata ‘ Dulu pada masa Jahiliah, kami tidak memperhitungkan perempuan sama sekali. Kemudian ketika Islam turun dan Allah mengakui mereka, kami memandang bahwa mereka pun memiliki hak atas kami ( H.R Imam Bukhari dalam Shahih-nya No 5904).

Dalam buku yang ditulis Faqihuddin Abdul Kodir berjudul 30 Hadis Shahih, hadis tersebut menjelaskan jika Islam telah memberikan hak-hak perempuan. Di mana sebelumnya hal itu tidak pernah didapatkan. Begitu juga beraktivitas di luar rumah hingga bekerja. 

Oleh karena itu dapat disimpulkan jika stigma yang disematkan pada perempuanyang memilih bekerja sudah seharusnya dihilangkan. Selagi tidak menyalahi aturan agama Islam dan negara, perempuan yang bekerja bukanlah sebuah masalah.

Rekomendasi

single mom ulama besar single mom ulama besar

Kisah Ibu dari Rabi’ah Ar-Ra’yi, Single Mom yang Didik Anaknya Jadi Ulama Besar

islam kenyamanan perempuan pendapat Kepemimpinan Perempuan keadilan gender islam kenyamanan perempuan pendapat Kepemimpinan Perempuan keadilan gender

Islam Menyediakan Kenyamanan pada Perempuan untuk Mengemukakan Pendapat

Islam menjunjung kesetaraan gender Islam menjunjung kesetaraan gender

Benarkah Islam Menjunjung Tinggi Kesetaraan Gender? 

Serial Merajut Dendan Serial Merajut Dendan

Serial Merajut Dendam: Pentingnya Mengenalkan Kesetaraan Sejak Kecil

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Komentari

Terbaru

Benarkah Janin yang Gugur Menjadi Syafaat Bagi Orang Tuanya Kelak?

Kajian

pendarahan sebelum melahirkan nifas pendarahan sebelum melahirkan nifas

Pendarahan Sebelum Melahirkan, Apakah Termasuk Nifas?

Kajian

berjilbab kasih sayang Allah berjilbab kasih sayang Allah

Ajaran Berjilbab, Bentuk Kasih Sayang Allah kepada Perempuan

Kajian

faqihuddin abdul kodir mubadalah faqihuddin abdul kodir mubadalah

Faqihuddin Abdul Kodir, Aktivis Penggiat Keadilan Gender Lewat Metode Mubadalah

Muslimah Talk

Hubungan Gender dan Tafsir Agama Menurut Quraish Shihab

Kajian

pakaian terbuka perempuan dilecehkan pakaian terbuka perempuan dilecehkan

Habib Ali al-Jufri: Pakaian Terbuka Bukan Menjadi Sebab Perempuan Dilecehkan

Kajian

amalan meringankan sakaratul maut amalan meringankan sakaratul maut

Amalan untuk Meringankan Penderitaan Sakaratul Maut

Ibadah

Frugal living Rasulullah Frugal living Rasulullah

Frugal Living ala Rasulullah

Khazanah

Trending

istihadhah shalat sunah fardhu istihadhah shalat sunah fardhu

Bolehkah Perempuan Istihadhah Shalat Sunah dengan Wudhu Shalat Fardhu?

Ibadah

perempuan tulang rusuk laki-laki perempuan tulang rusuk laki-laki

Tafsir An-Nisa Ayat 1; Benarkah Perempuan Berasal dari Tulang Rusuk Laki-laki?

Kajian

Benarkah Janin yang Gugur Menjadi Syafaat Bagi Orang Tuanya Kelak?

Kajian

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Memberi nama baik bayi Memberi nama baik bayi

Mengapa Disunnahkan Memberi Nama yang Baik untuk Bayi?

Ibadah

angin vagina membatalkan wudhu angin vagina membatalkan wudhu

Apakah Angin yang Keluar dari Vagina Dapat Membatalkan Wudhu?

Ibadah

doa menjelang persalinan rasulullah doa menjelang persalinan rasulullah

Doa Menjelang Persalinan dari Rasulullah untuk Fatimah

Ibadah

Makna aurat buya syakur Makna aurat buya syakur

Empat Makna Aurat Menurut Buya Syakur Yasin

Kajian

Connect