Ikuti Kami

Muslimah Talk

E-Commerce Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Beban Ganda bagi Perempuan

perempuan keluar malam bekerja
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Menjadi perempuan harus siap menghadapi dua tantangan, yaitu dirinya sendiri berupa peran dan fungsinya dalam ruang lingkup keluarga, serta ilmu pengetahuan juga teknologi terkhusus bagi perempuan yang memikul beban ganda dalam keluarga. Fakta dari hasil sebuah observasi menyebutkan bahwa hampir 90% pekerjaan domestik hanya dilakukan oleh kaum perempuan. Namun yang menjadi permasalahan ialah pekerjaan tersebut juga harus dilakukan oleh perempuan yang bekerja di wilayah publik, sehingga risiko beban ganda harus dipikul oleh perempuan yakni, bekerja di rumah dan di luar rumah.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa Bali menempati posisi pertama pada persentase perempuan bekerja di Indonesia pada tahun 2012 yakni sebesar 68,49%. Lalu pada tahun 2019, secara keseluruhan jumlah perempuan bekerja yakni sebanyak 55,5% dengan jumlah laki-laki yang bekerja yakni sebesar 83.18%. pada tahun tersebut pula, perempuan masih memiliki peran penting dan turut berpartisipasi dalam dunia kerja sebagai bentuk turut membantu dalam memperbaiki perekonomian keluarga.

Partisipasi perempuan terkhusus yang sudah menjadi istri atau ibu dalam dunia kerja tentu tidak dapat dihindari karena melahirkan masalah baru dan cukup rumit bagi mereka. Ia dituntut mengambil peran ganda dengan resiko yang cukup berat pada setiap perannya. La rose menuliskan pada sampul belakang bukunya yang berjudul Dunia Wanita; 

“permasalah yang dihadapi perempuan semakin bertambah rumit, kompleks, sulit setiap harinya karena perempuan harus berada dibanyak tempat seperti kantor, di organisasi sosial, bahkan kedudukan pentik di pemerintahan. Sedangkan letak dasar perempuan paripurna ialah tetap berada di dalam rumah tangga, di sebelah suami, dalam jangkauan anak-anak, di ruang lingkup keluarga, serta tetap dalam lingkaran pergaulan sesama manusia…

Baca Juga:  Memaknai Hari Ayah: Peduli Kesehatan Mental Kepala Keluarga yang Kerap Terabaikan

Hal tersebut dapat digunakan sebagai alat identifikasi bahwa keterlibatan perempuan di ruang publik yang dianggap menjadi konstruksi sadar gender, justru di sisi lain dapat memunculkan bias gender. Maka partisipasi perempuan harus dilihat secara teliti dan proporsional, maksudnya apakah seorang perempuan yang bekerja merupakan interpretasi “kebutuhan” sebagai upaya menyelamatkan perekonomian rumah tangga, atau untuk mengaktualisasikan ilmu dan keahlian yang didapatkan selama belajar, atau malah sebagai usaha tempat pelarian dari rutinitas rumah tangga yang menjenuhkan. Maka perlu adanya penilaian dari banyak dimensi terhadap suatu fakta yang memiliki alasan bagi kaum perempuan sendiri yang harus dipahami.

Masuknya perempuan di sektor publik justru kerap dianggap sebagai sebuah peluang bagi golongan laki-laki untuk memperluas jiwa imperialis dan koloninya. Kekuasaan hanya bagi laki-laki dan perempuan menjelma menjadi wilayah yang dapat dieksploitasi dan bersifat pragmatis serta adanya profit oriented yang komersil. Peran publik digunakan sebagai senjata peran politis untuk mempertahankan prestise antara maskulinitas dan feminim. Apabila perempuan tidak berhati-hati, maka terdapat kemungkinan menjadi penyebab kontradiktif. Oleh sebab itu, maka sangat relevan apabila disebutkan jika penindasan terhadap golongan perempuan merupakan  penindasan terpanjang dalam perjalanan sejarah, termasuk risiko beban ganda yang dialami oleh perempuan.

Untuk mewujudkan perbaikan ekonomi, tidak hanya dapat melalui pendidikan formal dengan pencapaian akademiknya sehingga dapat bekerja di kantor-kantor besar dengan gaji tinggi, upaya lain yakni seperti berdagang baik di pasar maupun di rumah. Sering kali ditemui bahwa perempuan kerap kali mendominasi perdagangan di pasar-pasar tradisional. Selain itu, pada sektor pertanian dan perkebunan, perempuan juga ikut terlibat dalam pengolahan sawah dan kebun seperti, perempuan ikut menanam padi di sawah, memetik teh, kopi, dan cengkeh di berbagai wilayah di Indonesia

Baca Juga:  Sepak Terjang Zaha Hadid: Arsitek Muslimah Pertama Peraih Penghargaan Pritzker

Pada era kemajuan digital yang berkembang pesat, pemanfaatan E-Commerce bagi perempuan yang membutuhkan penghasilan menjadi trend baru. Banyak para perempuan ibu rumah tangga yang semula hanya berperan sebagai konsumen yang hanya berbelanja dari uang yang diberikan suami, kini bergeser menjadi produsen dan memulai usahanya sendiri.

Biasanya, awal mula mereka menjadi pelanggan dari E-Commerce di berbagai macam produk seperti kosmetik, pakaian perempuan, dan lainnya, lalu berkembang menjadi pelaku E-Commerce  dengan menjadi dropship sampai dapat tumbuh menjadi penyedia barang sendiri di rumah. Beberapa contoh platform yang dapat digunakan diantaranya yakni; Olx.co.id, Tokopedia.com, Lazada.com, Sophee, Zalora.com, dsb. Sedangkan asosiasi kalangan pebisnis online yaitu Indonesia E-Commerce Asspciatio (www.idea.or.id). Selain  media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp juga dapat digunakan sebagai media penjualan.

Sholekan, dalam penelitiannya, menyebutkan beberapa manfaat lain dari penggunaan E-Commerce yang diperoleh penjual dan pembeli antara lain sebagai berikut:

Pertama, meminimalisir jarak. Maksudnya, produsen dapat lebih mudah menjangkau konsumen hanya dengan meng-klik tautan yang tercantum pada sebuah situs, maka konsumen dapat langsung berada pada perusahaan atau toko yang mereka inginkan

Kedua, luasnya jangkauan pasar. Produsen maupun konsumen dapat menjangkau letak geografis manapun tanpa ada batasan tempat.

Ketiga, jaringan mitra bisnis yang luas. Jika pada pasar tradisional penjual hanya dapat menjangkau mitra bisnis pada wilayah tertentu saja, maka dengan adanya E-Commeefektirce para pelaku bisnis akan mendapat kemudahan menambah mitra bisnis dari wilayah geografis mana saja. Sebagaimana dalam dunia bisnis, mitra sangat diperlukan baik sebagai wadah konsultasi maupun relasi kerjasama baik teknis maupun non-teknis.

Keempat, efisiensi. Apabila bekerja di sebuah perusahaan maka perlu adanya tempat dan waktu, sedangkan dengan adanya E-Commerce maka perempuan tetap dapat bekerja meskipun hanya di rumah karena semua dilakukan secara online.

Baca Juga:  Gadrida Rosdiana, Jurnalis Senior NTT: Pentingnya Perspektif Gender dalam Narasi Perdamaian

Kelima, efektif. Penjual dapat memberikan informasi produk secara detail seperti jenis, harga, ukuran, dsb, sedangkan pembeli mendapat keuntungan dari informasi tersebut apakah barang tersebut sesuai dengan yang diinginkan.

Keenam, aman secara fisik, bagi perempuan khususnya. Adanya E-Commerce dapat memberikan keamanan karena tidak perlu melakukan transaksi di luar rumah.

Ketujuh, fleksibel. Perempuan sebagai produsen dapat dengan mudah melakukan transaksi baik lokasi maupun waktu sesuai kondisi. Hal tersebut sangat mendukung bagi perempuan yang masih harus menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab di rumah

Dengan adanya pemaparan yang telah disebutkan di atas, penulis meyakini pemanfaatan E-Commerce masih cukup efektif bagi perempuan pekerja terkhusus bagi perempuan yang bekerja dengan tujuan untuk ikut membantu perekonomian keluarga, bukan perempuan pekerja karena ingin meningkatkan eksistensi diri. Hal ini akan juga akan membantu pengurangan risiko beban ganda yang seringkali dipikul oleh perempuan. 

Rekomendasi

Yang Terhapus dari Catatan Sejarah: Ketimpangan Gender dalam Filsafat dan Keilmuan Yang Terhapus dari Catatan Sejarah: Ketimpangan Gender dalam Filsafat dan Keilmuan

Yang Terhapus dari Catatan Sejarah: Ketimpangan Gender dalam Filsafat dan Keilmuan

ummu salamah penyebutan perempuan ummu salamah penyebutan perempuan

Tafsir al-Ahzab Ayat 35: Kritik Ummu Salamah atas Ketiadaan Penyebutan Perempuan dalam Alquran

Ayat-ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Orang yang Sakit Ayat-ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Orang yang Sakit

Tafsir Pembebasan Perempuan: Jalan Menuju Kesetaraan Gender dalam Islam

ratu safiatuddin pemimpin perempuan ratu safiatuddin pemimpin perempuan

Ratumas Sina, Pahlawan Perempuan dari Jambi

Ditulis oleh

Redaktur Bincang Muslimah, Alumni Magister Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pegiat Sastra Arab dan Gender

4 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Peran Khalifah di Bumi yang Terbakar dalam Kebakaran Hutan

Tak Berkategori

Larangan bagi Perempuan yang Haid dan Nifas Larangan bagi Perempuan yang Haid dan Nifas

Larangan bagi Perempuan yang Haid dan Nifas

Ibadah

sayyidah nafisah guru syafi'i sayyidah nafisah guru syafi'i

Nafisah: Sosok Guru Perempuan Imam Syafii

Muslimah Talk

Greening Muhammadiyah dan Pengelolaan Sampah Makanan Greening Muhammadiyah dan Pengelolaan Sampah Makanan

Greening Muhammadiyah dan Pengelolaan Sampah Makanan

Muslimah Talk

Hukum Minum Air Bekas Cucian Kaki Ibu Hukum Minum Air Bekas Cucian Kaki Ibu

Hukum Minum Air Bekas Cucian Kaki Ibu

Kajian

Cara Anak Muda Muslim Menjawab Krisis Lingkungan

Muslimah Talk

Keutamaan bagi Orang yang Bersholawat Keutamaan bagi Orang yang Bersholawat

Keutamaan bagi Orang yang Bersholawat

Ibadah

Menghirup Jelut, Membilang Rugi: Ketika Karhutla Melumpuhkan Nafas, Dapur, dan Masa Depan Anak Sumatera Menghirup Jelut, Membilang Rugi: Ketika Karhutla Melumpuhkan Nafas, Dapur, dan Masa Depan Anak Sumatera

Menghirup Jelut, Membilang Rugi: Ketika Karhutla Melumpuhkan Nafas, Dapur, dan Masa Depan Anak Sumatera

Muslimah Talk

Trending

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

sayyidah nafisah guru syafi'i sayyidah nafisah guru syafi'i

Nafisah: Sosok Guru Perempuan Imam Syafii

Muslimah Talk

Pendapat Empat Mazhab Tentang Hukum Jual Beli Saat Shalat Jumat Berlangsung

Muslimah Daily

Cerita Seru Serba-Serbi Mondok: Selamat Hari Santri!!!

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Connect