Ikuti Kami

Khazanah

Nyai Hamdanah, Tokoh Perempuan yang Turut Andil dalam Sejarah Islam Nusantara

nyai hamdanah sejarah islam

BincangMuslimah.Com – Nyai Hamdanah merupakan putri Kyai Sholeh Darat al-Samarani. Ia menikah dengan sahabat karibnya, yakni Syaikh Nawawi al-Bantani yang dinikahi setelah Nyai Nasimah, istri pertama Syaikh Nawawi, wafat. Nyai Hamdanah dalam literatur nusantara memiliki peran dalam penyebaran sejarah Islam.

Nyai Hamdanah mendampingi dan mengasuh para putri syekh Nawawi yang piatu. Ia merawat mereka dengan penuh kasih sayang seperti putrinya sendiri sampai mereka beranjak dewasa. Nyai Hamdanah baru hamil setelah cukup lama menemani syekh Nawawi dalam berdakwah. Namun, sebelum Nyai Hamdanah melahirkan anak pertamanya, Syaikh Nawawi meninggal dunia. 

Syaikh Nawawi sebagai ulama’ yang arif billah, sebelum wafat beliau menyampaikan pesan wasiat kepada salah satu muridnya, yakni Raden Asnawi Kudus, agar sepeninggalnya ia menikahi istrinya. Setelah Syaikh Nawawi wafat, Nyai Hamdanah menikah dengan Raden Asnawi Kudus. Dari pernikahan tersebut dikaruniai keturunan sebanyak sembilan orang anak, namun yang masih hidup hingga dewasa hanya tiga anak di antaranya; Zuhri, Azizah, dan Alawiyah. 

Relasi antara Syaikh Nawawi dan Raden Asnawi Kudus merupakan kerabat seperguruan. Berdasarkan cerita Mbah Moen, salah satu keberkahan Kota Kudus yaitu karena terjadinya pernikahan antara Raden Asnawi dengan Nyai Hamdanah sebagai istri dari Syaikh Nawawi al-Bantani sebelum meninggal yang merupakan ulama alim yang memiliki banyak murid alim di nusantara, terutama pulau Jawa. Salah satu keistimewaan Nyai Hamdanah, menurut cerita yang pernah disampaikan Mbah Moen yakni, “jika kalian ingin mempunyai istri shalihah, maka berziarahlah ke makam Nyai Hamdanah.”

Peran Nyai Hamdanah dalam Sejarah Nusantara

Nyai Hamdanah adalah salah satu tokoh perempuan yang turut andil dalam beberapa peran perempuan dalam lintasan sejarah Nusantara. Perannya dapat memberikan inspirasi untuk para perempuan agar dapat memperkuat keberlangsungan dan keberlanjutan keluarga. Nyai Hamdanah sebagai perempuan yang mendampingi suami mempunyai peran penting dalam terwujudnya pembangunan masyarakat di seluruh Nusantara. 

Baca Juga:  Sosok Roehana Koeddoes yang Menjadi ‘Google Doodle’ Hari Ini

Peran ini dapat diamati dari keikutsertaan Nyai Hamdanah memberikan dukungan kepada suami dalam melaksanakan dakwahnya di masyarakat. Nyai Hamdanah bahkan ikut andil dalam menyampaikan hal yang berkenaan dengan keperempuanan, dan ia  juga menjadi model suaminya dalam penyampaian dakwah bil hal (sikap) maupun bi qaul (perbuatan) yang tercantum dalam karya suaminya. Keberlangsungan dakwah yang dilaksanakan Nyai Hamdanah dan suaminya dituangkan dalam karya tulis. 

Di sisi lain, peran Nyai Hamdanah sebagai Ibu “Menteri Pendidikan” bagi anak-anaknya, yakni mendidik dan mengajari perihal keyakinan beragama, adab dan norma, fisik dan mental, intelektual, serta psikologi sehingga terbentuk kepribadian yang baik dalam diri setiap anak. Nyai Hamdanah juga menguasai cara memainkan peran dalam menjalankan tugasnya, sesuai dengan posisi yang dijalankannya. Sebagai ibu, pendidik anak-anak perempuan harus mengetahui dengan tepat dalam memberikan kebutuhan anak, disesuaikan dengan tahap perkembangannya. Sikap dan perilaku Nyai Hamdanah harus bisa menjadi contoh untuk anak-anaknya. 

Peran Nyai Hamdanah dalam mengelola keuangan keluarga pun sudah teruji. Beliau mengelola pemasukan dan pengeluaran setiap harinya, memastikan segala keperluan tercukupi, dan mengarahkan guna mencapai tujuan keluarga. Rasa syukur dan qanaah yang dimiliki olehnya menjadikan uang atau rizki yang diperoleh semakin bertambah dan melimpah. Pengelolaan keuangan yang dilakukan Nyai Hamdanah diarahkan pula guna keperluan sang suami dalam dakwah menyebar luaskan ilmu pengetahuan. Dan hasil royalti dari karya sang suami, sebagian juga disumbangkan untuk dana kebajikan dalam bentuk wakaf khoiri. Serta mengamalkannya dalam bentuk dakwah haliyah yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas hingga kini. 

Sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk bertawasul yaitu berupaya mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan perantara sosok yang dekat kepada Allah. Artinya adalah berdoa dan meminta kepada Allah di sisi sosok-sosok yang memperoleh tempat terbaik di sisi Allah. Salah satunya, Nyai Hamdanah yang diakui mempunyai karomah yang kuat sampai hari ini, yakni tawasul untuk wasilah jodoh. 

Baca Juga:  Sejarah Singkat Bubur Suro atau Tajhin Sora dalam Tradisi Jawa

Tawasul ini dapat dilakukan di Makam Nyai Hamdanah yang letaknya di belakang mihrab Masjid Al Aqsa Menara Kudus, satu area Makam Sunan Kudus. Berdasarkan ijazah yang diberikan KH Maimun Zubair bagi mereka yang sedang mencari jodoh. Kisah wasilah jodoh ini sudah nyata dan terbukti. Bisa dikatakan “Barokahnya wasilah di Nyai Hamdanah”. Nyai Hamdanah telah terbukti mampu melahirkan dan membesarkan dan membentuk karakter generasi muslim dan berperan dalam sejarah Islam Nusantara melalui peran aktifnya.

Sumber:

Muttholib, Abdul dan Nicky Estu Putu Muchtar. “Peran Nyai Hamdanah Dalam Sejarah Islam Di Nusantara”. Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education. Vol. 10, No. 2. 2023.

Rekomendasi

BuKUPI 2026: Puluhan Ulama Perempuan Perkuat Gerakan Tanpa Kekerasan BuKUPI 2026: Puluhan Ulama Perempuan Perkuat Gerakan Tanpa Kekerasan

BuKUPI 2026: Puluhan Ulama Perempuan Perkuat Gerakan Tanpa Kekerasan

Faizah Ali Syibromalisi: Ulama Perempuan dalam Jajaran Majelis Ulama Indonesia Faizah Ali Syibromalisi: Ulama Perempuan dalam Jajaran Majelis Ulama Indonesia

Faizah Ali Syibromalisi: Ulama Perempuan dalam Jajaran Majelis Ulama Indonesia

Pengalaman Saya Mendampingi Perempuan Inspirasi Indonesia Selama di Maroko

Jejak Dakwah Para Ulama Perempuan Indonesia  

Ditulis oleh

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect