Ikuti Kami

Subscribe

Khazanah

Kamla Bhasin, Perempuan Pembaharu India

Kamla Bhasin perempuan India
Photo By Hasive - Own work, CC BY-SA 4.0,. from Wikipedia.org

BincangMuslimah.Com – Kamla Bhasin lahir pada 24 April 1946, di Desa Shaheedan Wali, di distrik Gujranwala di Punjab. Di mana  tempat itu sekarang disebut Pakistan. Ia adalah anak keempat dari enam bersaudara. Ayahnya bernama  Mangat Ram Bhasin, seorang dokter yang bekerja untuk pemerintah India, dan ibunya bernama Sukanya Devi. Ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di desa-desa di Rajasthan, namun sering pindah ke mana pun pekerjaan ayahnya membawa keluarga itu. Bhasin menyelesaikan pendidikan sekolah menengah dan universitasnya di Jaipur sebelum mendapatkan beasiswa ke Universitas Münster di Jerman Barat pada tahun 1967.

Beberapa tahun kemudian ia kembali ke India. Awal kembalinya membuat sebuah perubahan besar. Di Udaipur, ia dikenal sebagai motorcycle-wali. Ia  mengendarai sepeda motor di sekitar kota dan di desa-desa untuk pekerjaannya, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh orang-orang di sana kala itu oleh seorang wanita sebelumnya. Pada pertengahan 1970-an, ia menikah dengan seorang tentara. Pernikahan tersebut tidak berumur panjang, hanya beberapa tahun dikarenakan adanya batasan dari suaminya yang dinilai sangat patriarkis. Pada tahun 1975 ia menikah lagi dengan  Baljit Malik, seorang jurnalis dan aktivis dan pada 1980 memiliki dua anak. Ia  dan suaminya pindah ke Delhi. 

Kehidupan dan perjalanannya aktivisnya telah dimulai pada tahun 1970. Ia banyak bekerja untuk isu gender, pendidikan, pembangunan manusia, dan media. Kamla pernah bekerja di PBB dan mengundurkan diri dari pekerjaannya di tahun 2002, dan kemudian mendirikan Organisasi South Asian Feminist Network atau disebut Sangat di India. Ajarannya yang sangat terkenal yaitu soal advokasi yang menggabungkan teori feminis dan aksi komunitas. Kamla Bhasin banyak bekerja untuk perempuan miskin dari berbagai komunitas suku dan pekerja, serta melakukan kampanye dengan memobilisasi masyarakat, khususnya di India.

Kemudian ia melakukan aktivisme jalanan Bhasin dimulai di Delhi sebagai bagian dari kolektif yang dipimpin oleh Saheli (salah satu kelompok perempuan pertama, yang dibentuk di Delhi pada 1981). Itu adalah periode berputar. Protes terhadap kematian mahar membawa para wanita Delhi turun ke jalan. Perempuan juga telah dikuatkan oleh putusan Mahkamah Agung pada tahun 1979 yang membebaskan polisi yang dituduh dalam kasus pemerkosaan Mathura tahun 1972 . Kaum feminis mulai bekerja untuk membuat undang-undang pemerkosaan lebih efektif dan kemudian melakukan perubahan bagian-bagian KUHP India yang terkait dengan mahar perkawinan.

Tak berhenti di sana, ia juga menjadi salah satu koordinator India One Billion Rising, sebuah kampanye global untuk mengakhiri pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap perempuan. Dikutip dari Twocircles.net , Bhasin juga menciptakan beberapa slogan yang sangat populer untuk perempuan di India, salah satunya adalah ‘Hum Bharat ki Nari hain, Phul Nahin, Chingari hain!’ (Kami adalah perempuan India, bukan bunga, tetapi bunga api).

Dalam catatan Thehindu.com, di India, dalam 75 tahun usianya, Kamla Bhasin dilukiskan sebagai perempuan yang lebih dari sekadar perempuan dengan wajah yang ramah dan tersenyum. Ia mewakili dan menyentuh para perempuan miskin yang berjuang untuk mendapatkan pijakan di tempat-tempat umum dimana mereka mendapatkan penolakan di sana, Kamla juga bekerja, mempertanyakan negara dan pemerintah atas ketidakmampuan mereka untuk menerapkan sistem yang adil bagi perempuan. 

Pada tahun 1984 terjadi pembantaian kejam terhadap orang Sikh di Delhi, di mana massa membunuh lebih dari 3.000 orang Sikh. Pembunuhan ini sangat mempengaruhi Bhasin karena ia menikah dengan seorang Sikh. Peristiwa penting lainnya terungkap: melemahnya putusan Shah Bano pada tahun 1986 terkait dengan pemeliharaan bagi wanita Muslim yang bercerai; gerakan anti-sati pada tahun 1987; kasus pemerkosaan geng Bhanwari Devi pada tahun 1992 yang akhirnya mengarah pada pedoman Vishaka yang mencantumkan perlindungan terhadap pelecehan seksual di tempat kerja.

Dari peristiwa ini muncul salah satu lagu Bhasin yang paling awal: Tod, Tod ke Bandhan ko Dekho Behne Aati Hain. Empat puluh tahun kemudian, lagu ini menjadi lagu protes khas bagi banyak perempuan. Bhasin adalah seorang penyair yang produktif. Selama bertahun-tahun, Jagori, organisasi yang ia dirikan bersama pada tahun 1984, telah menerbitkan beberapa buku lagu-lagu Bhasin dan lagu-lagu gerakan perempuan lainnya. Bhasin termasuk di antara generasi pertama feminis India yang menjalin hubungan dengan orang lain di anak benua itu dan membentuk gerakan feminis di Asia Selatan. Benih ide ini ditanam pada program pelatihan di Murree di Pakistan yang diselenggarakan oleh Nighat Said Khan dan Forum Aksi Wanita Pakistan. Tepat pada 25 September 2021 ia menghembuskan napas terakhirnya karena kanker yang diderita. 

Rekomendasi

Pemanfaatan E-Commerce beban ganda Pemanfaatan E-Commerce beban ganda

Pemanfaatan E-Commerce Sebagai Upaya Mengurangi Resiko Beban Ganda Perempuan Pekerja di Indonesia

kritik khaled ketimpangan gender kritik khaled ketimpangan gender

Pembelaan dan Kritik Khaled Abou El Fadl Terhadap Ketimpangan Gender di Era Kontemporer

kewajiban anjuran haji larangan kewajiban anjuran haji larangan

Apakah Jamaah Perempuan Wajib Berhaji dengan Mahram?

Aisyah al-Ba'uniyah sufi perempuan Aisyah al-Ba'uniyah sufi perempuan

Mengenal Aisyah al-Ba’uniyah, Seorang Sufi Perempuan yang Produktif

Avatar
Ditulis oleh

Mahasiswi UIN Jakarta dan volunter di Lapor Covid

Komentari

Komentari

Terbaru

Pemanfaatan E-Commerce beban ganda Pemanfaatan E-Commerce beban ganda

Pemanfaatan E-Commerce Sebagai Upaya Mengurangi Resiko Beban Ganda Perempuan Pekerja di Indonesia

Muslimah Talk

wabah pmk ibadah kurban wabah pmk ibadah kurban

Wabah PMK Jangan Bikin Kendor Ibadah Kurban, Namun Tetap Waspada

Kajian

janabah seksual lebih sekali janabah seksual lebih sekali

Mandi Janabah untuk Pasutri yang Berhubungan Seksual Lebih dari Sekali

Kajian

Cara Melaksanakan Badal Haji Cara Melaksanakan Badal Haji

Cara Melaksanakan Badal Haji

Kajian

Khaled Abou Hadis Misoginis Khaled Abou Hadis Misoginis

Interpretasi Khaled Abou El Fadl Terhadap Hadis Misoginis

Kajian

puasa sunnah dzulhijjah izin puasa sunnah dzulhijjah izin

Hukum Istri Puasa Sunnah Dzulhijjah, Perlukah Izin dari Suaminya?

Kajian

kewajiban anjuran haji larangan kewajiban anjuran haji larangan

Beberapa Kewajiban dan Anjuran Haji, Serta Larangan Yang Harus Dihindari

Kajian

kritik khaled ketimpangan gender kritik khaled ketimpangan gender

Pembelaan dan Kritik Khaled Abou El Fadl Terhadap Ketimpangan Gender di Era Kontemporer

Kajian

Trending

doa minum air zamzam doa minum air zamzam

Doa yang Bisa Dibaca Saat Minum Air Zamzam

Kajian

Hari Janda Internasional Rasulullah Hari Janda Internasional Rasulullah

Hari Janda Internasional; Perintah Rasulullah Menyayangi Para Janda

Kajian

Keutamaan Sikap Demokratis ala Nabi Ibrahim

Kajian

nasihat menerima kekurangan pasangan nasihat menerima kekurangan pasangan

Nasihat Nabi untuk Menerima Kekurangan Pasangan

Kajian

Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji

Sejarah Kewajiban Melaksanakan Ibadah Haji

Kajian

Membumikan Pancasila Generasi Milenial Membumikan Pancasila Generasi Milenial

Membumikan Pancasila Pada Generasi Milenial

Muslimah Talk

Nomadland Jati Diri Perempuan Nomadland Jati Diri Perempuan

Film Nomadland: Jati Diri Perempuan di Balik Rasa Duka

Muslimah Talk

Kariman Hamzah penafsiran perempuan Kariman Hamzah penafsiran perempuan

Kariman Hamzah dan Penafsiran Ayat-ayat Perempuan

Khazanah

Connect