Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Mengenal Generasi Sandwich: Salah Satu Upaya Berbakti Pada Orang Tua

sandwich berbakti orang tua
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Manusia yang lahir pada rentang tahun 1984 hingga 1996 ini juga sering dijuluki sebagai generasi Y. Namun generasi milenial terdengar akrab dan familiar.

Generasi Milenial kerap diidentikkan dengan sifat yang pragmatis, individualis dan bersifat egosentris. Tidak ada yang dipikirkan selain diri sendiri dan kehidupan yang tengah ia jalani. 

Pada anggapan paling ekstrim, kaum milenial disebut-sebut hanya menggantungkan hidupnya pada orang tua. Makan dan minum tinggal minta. Bahkan dianggap sebagai kaum pemalas yang enggan bergerak maju ke depan. 

Tapi benarkah demikian? Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Banyak generasi muda yang di luar sana lebih mandiri dan bertanggung jawab dari yang diperkirakan. Tidak hanya menghidupi diri sendiri, mereka pun turut menafkahi kebutuhan keluarga.

Perlu diakui jika situasi sosial dan ekonomi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Biaya hidup yang melonjak tajam, biaya rumah yang tidak lagi murah, serta standar sosial yang cukup tinggi. 

Bahkan setelah menikah, masih ada yang membantu keuangan keluarga. Jika dipikirkan secara seksama, mereka adalah kelompok yang terjepit. Dimana terjepit dari generasi terdahulu yaitu orang tua dan generasi setelahnya yaitu anak. 

Orang yang berada di posisi ini kerap dijuluki dengan generasi sandwich. Dilansir dari dari Tirto.id, istilah ini pertama kali dikemukakan oleh seorang profesor dan juga menjabat sebagai Direktur praktikum Universitas Kentucky, Lexington, Amerika Serikat yaitu Dorothy A. Miller, pada 1981

Istilah ini ia tuangkan ke dalam jurnal yang berjudul “The ‘Sandwich’ Generation: Adult Children of the Aging. Di dalam jurnal tersebut dijelaskan generasi yang berperan memegang kebutuhan keluarga serta anak-anaknya. 

Dan istilah ini rentan mengalami tekanan karena harus memikirkan dua sisi. Yaitu dari sisi satunya adalah  orang tua, dan di sisi yang lain adalah anak mereka. Jika manajemennya emosional kurang tepat, maka akan berpengaruh pada keluarga dan rumah tangga secara sekaligus. 

Apalagi jika penghasilan mereka tidaklah besar. Banyak keperluan yang dipikirkan selain membiayai keluarga, tapi juga anak-anak dan diri sendiri. Lantas bagaimana tanggapan Islam terkait hal ini?

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ  

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah ayat 215)

Menurut Tafsir as-Sa’di oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di abad 14 menjelaskan jika Q.S Al-Baqarah ayat 215 ini mencerita pertanyaan umat kepada Rasulullah. Ia mempunya harta dan bertanya, kemana baiknya akan diinfakkan. 

Nabi Muhammad Saw pun menjawab, pihak yang paling utama menerima dan harus didahulukan adalah orangtua. Karena memberikan sebagian nafkah menjadi salah bentuk bakti anak pada orang tua yang telah mendoakan dan membesarkan kita. 

Baru setelahnya diikuti oleh kerabat terdekat dan mereka yang teramat membutuhkan bantuan seperti anak yatim, orang miskin dan musafir. 

Namun ada kalimat penyerta di sini, dimana seorang anak diharuskan menafkahi orang tua dalam kondisi yang lapang. Dan jika kondisi seorang anak tengah sempit, maka berbuat baik dengan jenis apapun disebut dengan menafkahi. 

Tercatut pada ‘dan kebaikan apa saya yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.’ Karenanya, besar atau kecil, materi atau selalu berada di sisi orangtua tetap memiliki nilai di mata Allah.

Allah tidak memberi takaran pada anak yang ingin membantu meringankan beban orang tua dan keluarganya sendiri. Jika berlandaskan pada keikhlasan dan niat yang tulus, maka kerjakanlah. 

Dan apabila dirasa tidak sanggup menanggung sendiri, maka berdiskusi dengan sesama generasi sandwich mungkin dapat menemukan beberapa solusi. Mereka juga bisa mengkomunikasikan pada orang tua terkait situasi keuangan secara berkala. Sehingga bisa berdiskusi dan mengambil jalan tengah. 

Bersikap terbuka pada saudara lain juga bisa menjadi pemecah masalah. Jika ada satu permasalahan finansial yang tidak bisa dipegang sendiri, maka saling bahu-membahu dan ‘patungan’ dapat menjadi kunci.

Oleh karena itu, ada dua poin kesimpulan yang bisa diulas pada tulisan ini. Pertama, tidak semua generasi milenial bersikap egosentris dan tidak bisa mandiri. Tingginya standar dan persaingan aktivitas ekonomi serta sosial mengolah mereka turut andil menghidupi keluarga. 

Kedua, menjadi generasi sandwich adalah salah satu cara berbakti anak pada orang tua. Dan jika dalam kondisi tidak lapang, jangan sungkan untuk berdiskusi dan menyambung komunikasi. Sehingga semua masalah dapat dihadapi bersama, tidak ditanggung sendiri.

Rekomendasi

tips Mengajarkan Toleransi Keberagaman tips Mengajarkan Toleransi Keberagaman

Tips Mengajarkan Toleransi dan Keberagaman pada Anak

10 metode parenting rasulullah 10 metode parenting rasulullah

Lima Manfaat Pola Asuh dan Pendidikan yang Baik

orang tua non muslim orang tua non muslim

Jika Orang Tua Merupakan Non Muslim

anak shalih hadis nabi anak shalih hadis nabi

Saat Anak Bertanya Tentang Syariah, Bagaimana Sebaiknya Respon Orang Tua?

Aisyah Nursyamsi
Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Komentari

Terbaru

amalan shalat ashar jumat amalan shalat ashar jumat

Amalan Nabi Khidir Setelah Shalat Ashar di Hari Jumat

Ibadah

ajarkan kesetaraan laki-laki perempuan ajarkan kesetaraan laki-laki perempuan

Ajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-Laki dan Perempuan

Kajian

fans k-pop larangan fanatik fans k-pop larangan fanatik

Ramai Kegaduhan Fans K-POP di Space Twitter, Ini Larangan Fanatik dalam Islam

Kajian

UU PRT Harus Disahkan UU PRT Harus Disahkan

Alasan Kenapa UU PRT Harus Segera Disahkan

Muslimah Talk

Film KKN Desa Penari Film KKN Desa Penari

Film KKN Desa Penari; Begini Penjelasan Buya Syakur tentang Ruh Orang yang Meninggal Karena Santet atau Sihir

Kajian

Ayah Alami Postpartum Blues Ayah Alami Postpartum Blues

Tidak Hanya Ibu Hamil, Ayah Juga Bisa Mengalami Postpartum Blues

Muslimah Talk

Kehidupan Manusia Setelah Kematian Kehidupan Manusia Setelah Kematian

Dalil Kehidupan Manusia Setelah Kematian

Kajian

penembakan wartawan palestina shireen penembakan wartawan palestina shireen

Mengutuk Aksi Penembakan Terhadap Wartawan Palestina, Shireen Abu Akleh

Muslimah Talk

Trending

kepemilikan aset kripto dizakati kepemilikan aset kripto dizakati

Apakah Kepemilikan Aset Kripto Harus Dizakati?

Kajian

memberi zakat meninggalkan shalat memberi zakat meninggalkan shalat

Hukum Memberi Zakat Pada Orang yang Meninggalkan Shalat, Bolehkah?

Kajian

UU TPKS Telah Disahkan UU TPKS Telah Disahkan

UU TPKS Telah Disahkan, Masih Ada Tugas Lain yang Menanti

Muslimah Talk

laki-laki jadi korban kdrt laki-laki jadi korban kdrt

Tidak Hanya Pada Perempuan, Laki-Laki Pun Bisa Jadi Korban KDRT

Kajian

anggota keluarga menggantikan puasa anggota keluarga menggantikan puasa

Apakah Anggota Keluarga Bisa Menggantikan Puasa Kerabat yang Sudah Wafat?

Kajian

tata cara membayar fidyah tata cara membayar fidyah

Tata Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Kajian

pekerja berat membatalkan puasa pekerja berat membatalkan puasa

6 Syarat Pekerja Berat Boleh Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan

Kajian

kesempurnaan manusia imam al-ghazali kesempurnaan manusia imam al-ghazali

Kesempurnaan Manusia Dan Cara Mencapai Tujuan Akhir Hidup dalam Pandangan Imam Al-Ghazali

Kajian

Connect