Ikuti Kami

Subscribe

Keluarga

Etika Makan yang Perlu Diajarkan kepada Anak

Etika Makan diajarkan anak

BincangMuslimah.Com – Akhlak mulia harus ditanamkan kepada seseorang sejak masa anak-anak. Hal itu agar terpatri kuat dalam dirinya dan menjadi laku hidupnya. Akhlak baik selalu berkiblat pada Rasulullah, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Salah satunya adalah etika makan yang perlu diajarkan kepada anak. Etika yang tujuannya baik, mencerminkan keindahan dan juga akhlak mulia.

Syekh Musthofa ‘Adawy menulis perihal etika makan ala Rasulullah yang mesti diajarkan kepada anak dalam bukunya, Fiqh Tarbiyatu al-Abna`. Tata krama tersebut merupakan hal yang diwariskan oleh Rasulullah kepada umatnya.

Pertama, membaca basmalah dan menggunakan tangan kanan. Rasulullah mengajarkan kepada para sahabat dan umatnya agar makan dengan tangan kanan dan membaca bismillah. Sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadis,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنِي أَنَّهُ سَمِعَ وَهْبَ بْنَ كَيْسَانَ أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ أَبِي سَلَمَةَ يَقُولُ كُنْتُ غُلَامًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Sufyan ia berkata; Al Walid bin Katsir telah mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Wahb bin Kaisan, bahwa ia mendengar Umar bin Abu Salamah berkata; Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ghulam, bacalah Bismilillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari)

Jika lupa membaca basmallah dan ingat saat sedang makan, maka ucapkanlah,

بِسْمِ اللَهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Artinya: dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhir.

Hal ini sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah dalam hadisnya.

Kedua, makan bersama. Hendaklah orang tua selalu mengadakan makan bersama anaknya untuk mewujudkan keharmonisan dalam keluarga. Sebab dalam makan bersama akan mendatangkan berkah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw,

وعن جابر رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رسول الله  صلى الله عليه وسلم  يقول: طَعَامُ الوَاحِدِ يَكْفِي الاثْنَيْنِ، وَطَعَامُ الاثْنَيْنِ يَكْفِي الأَرْبَعَةَ، وَطَعَامُ الأرْبَعَةِ يَكْفِي الثَّمَانِيَةَ

Artinya: Dari Jabir r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Makanan untuk seorang itu dapat mencukupi dua orang dan makanan dua orang itu dapat mencukupi empat orang, sedang makanan empat orang itu dapat mencukupi delapan orang.” (HR. Muslim)

Selain mengikuti sunnah Nabi, makan bersama akan menumbuhkan cinta dan meredamkan marah juga perselisihan yang barangkali bisa terjadi di antara saudara. Salah satu Nabi ini adalah cara untuk mengikat tali kebersamaan dalam keluarga.

Ketiga, ajarkan berbagi. Kadangkala, di antara saudaranya, ada anak yang memiliki sifat rakus atau berlebihan dalam makanan. Maka sebagai orang tua, ajarkanlah anak untuk mau berbagi kepada saudara lainnya. Juga ajarkanlah anak agar menerima makanan apapun yang dihadirkan oleh orang tua. Begitu juga, ajarkan anak untuk meminta izin kepada saudaranya jika hendak memakan makanan yang dihadirkan untuk bersama. Sebagaimana dalam hadis,

حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا جَبَلَةُ بْنُ سُحَيْمٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقْرُنَ الرَّجُلُ بَيْنَ التَّمْرَتَيْنِ جَمِيعًا حَتَّى يَسْتَأْذِنَ أَصْحَابَهُ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Khallad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Jabalah bin Suhaim berkata, aku mendengar Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang memakan dua butir kurma sekaligus sebelum dia meminta izin sahabat-sahabatnya (yang sedang makan bersama)” (HR. Bukhari)

Karena saat makan bersama, hak makanan tersebut ada pada hak bersama. Meminta izin mengajarkan pada anak agar menghargai hak orang lain dan tidak menjadi pribadi yang serakah.

Keempat, tidak mencaci makanan jika tidak suka. Adakalanya makanan yang dimasak atau yang dihadirkan ternyata tidak disukai oleh anak. Dan anak-anak jika tidak diajarkan untuk tidak mencela makanan ia biasanya akan spontan mencacinya. Maka sebelum itu terjadi atau jika sudah terlanjur terjadi, ajarkanlah kepada anak untuk tidak mencaci makanan jika tidak suka. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis,

 عن أبي هريرة قال: ما عاب رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم طعامًا قطُّ إنِ اشتهاه أكَله وإنْ كرِهه ترَكه

Artinya: dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah Saw tidak pernah mencela makanan sekalipun.
Jika beliau suka maka beliau memakannya, dan jika tidak suka maka beliau meninggalkannya. (HR. Bukhari)

Kelima, tidak bernapas saat menenggak minuman. Ajarkan anak untuk menahan napas saat ia sedang menenggak minuman. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَتَنَفَّسْ فِي الْإِنَاءِ

Artinya: dari ‘Abdullah bin Abu Qatadah dari Bapaknya ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian minum, maka janganlah ia bernafas dalam gelas. (HR. Bukhari)

Keenam, menjilat tangan setelah makan. Ajarkan anak untuk menjilat jari-jarinya setelah makan sebelum mencucinya. Ini disunnahkan jika ia makan langsung dengan tangannya, tidak dengan sendok. Sebagaimana hadis Rasulullah,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما  أَنَّ النَّبِيَّ -صلى الله عليه وسلم  قَالَ: إذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا، أَوْ يُلْعِقَهَا

Artinya: Dari Ibnu Abbās raḍiyallāhu ‘anhumā bahwa Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai makan, maka janganlah ia mengusap (membersihkan) jari-jarinya hingga ia menjilatinya atau menjilatkannya (ke orang lain).

Hal ini diajarkan oleh Rasulullah karena kita tidak tahu bagian mana yang terdapat keberkahan pada makanan yang kita makan.

Ketujuh, makan secukupnya saja. karena Rasulullah mencela seseorang yang makan terlalu banyak dan mengikuti hawa nafsu yang sesungguhnya berasal dari setan.

Kedelapan, makan dan minum dengan tangan kanan.

Kesembilan, berdoa setelah makan. Berdoa setelah makan sebagai tanda syukur kepada Allah. Doa yang dibaca pun tidak hanya untuk kebaikan diri sendiri, tapi juga kebaikan untuk orang lain, orang-orang yang terlibat dalam mengelola makanan dan menghadirkan makanan sampai ke depan kita.

Doa yang diajarkan oleh Rasulullah adalah,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini kepadaku sebagai rezeki, tanpa daya dan kekuatan dariku.” (HR. Abu Daud)

Demikian beberapa etika saat makan yang wajib diajarkan kepada anak-anak agar kelak menjadi kebiasaan dan terpatri dalam perilakunya. Selain itu, akhlak baik menunjukkan bagaimana ajaran Islam melekat dalam dirinya. Wallahu a’lam bisshowab.

 

Rekomendasi

Empat Kiat Mendidik Anak Empat Kiat Mendidik Anak

Empat Kiat Mendidik Anak Menurut Anjuran Islam

anak menolong orang tuanya anak menolong orang tuanya

Bisakah Seorang Anak Menolong Orang Tuanya di Akhirat?

contoh penting sekedar perintah contoh penting sekedar perintah

Parenting Islami: Contoh Lebih Penting daripada Sekedar Perintah

Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan

Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

relasi muhammad non muslim relasi muhammad non muslim

Meneladani Relasi Nabi Muhammad dengan Non Muslim

Khazanah

mengidolakan ustaz ganteng halu mengidolakan ustaz ganteng halu

Mengidolakan Ustaz Ganteng Sampai “Halu”

Muslimah Talk

Semangat Women Supporting Women Semangat Women Supporting Women

Menurunnya Semangat Women Supporting Women

Muslimah Talk

persahabatan aisyah perempuan yahudi persahabatan aisyah perempuan yahudi

Persahabatan Antara Aisyah dan Perempuan Yahudi

Khazanah

Memperingati Maulid Nabi kesesatan Memperingati Maulid Nabi kesesatan

Apakah Memperingati Maulid Nabi Berarti Menuju Kesesatan?

Khazanah

Memperingati Maulid Nabi kesesatan Memperingati Maulid Nabi kesesatan

Penjelasan Akhlak Nabi Adalah Alquran

Khazanah

Beauty Standar hakikat kecantikan Beauty Standar hakikat kecantikan

Beauty Standar dan Hakikat Cantik Menurut Islam

Muslimah Talk

Esensi Memperingati Maulid Nabi Esensi Memperingati Maulid Nabi

Esensi Memperingati Maulid Nabi; Perjuangan Nabi Mengangkat Derajat Perempuan

Muslimah Talk

Trending

Shalat Sunnah Rawatib Perempuan Shalat Sunnah Rawatib Perempuan

Shalat Sunnah Rawatib Bagi Perempuan, Lebih Utama di Masjid atau Rumah?

Ibadah

keutamaan melanggengkan wudhu islam keutamaan melanggengkan wudhu islam

Keutamaan Melanggengkan Wudhu dalam Islam

Kajian

pendapat ulama membasuh tangan pendapat ulama membasuh tangan

Pendapat Ulama Mengenai Hukum Membasuh Tangan.

Kajian

cairan kuning setelah haid cairan kuning setelah haid

Menyikapi Cairan Kuning yang Keluar Setelah Haid

Kajian

Empat Kiat Mendidik Anak Empat Kiat Mendidik Anak

Empat Kiat Mendidik Anak Menurut Anjuran Islam

Keluarga

air liur manusia najis air liur manusia najis

Benarkah Air Liur Manusia Najis?

Kajian

3 Hal didiskusikan kontrasepsi 3 Hal didiskusikan kontrasepsi

3 Hal yang Perlu Didiskusikan Perihal Kontrasepsi

Keluarga

Perbedaan Kata Membasuh mengusap Perbedaan Kata Membasuh mengusap

Perbedaan Kata Membasuh dan Mengusap pada Rukun Wudhu

Kajian

Connect