Ikuti Kami

Kajian

Ngaji Hadis: Dampak Ghibah Saat Puasa

Dampak Ghibah Saat Puasa
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Ketika seseorang berpuasa dan ingin meraih kesempurnaan puasa, sudah selayaknya ia tidak hanya menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa, tapi juga harus menahan diri dari sikap-sikap yang tercela. 

Di antara sikap tercela yang sering sekali terjadi di antara makhluk sosial ialah menggunjing atau disebut dengan ghibah. Berikut akan dijelaskan hadis yang membahas dampak melakukan ghibah saat puasa.

Adapun dampak yang akan didapatkan dari orang yang ghibah ialah merusak hubungan sosial, menimbulkan fitnah, merusak lingkungan kerja, merugikan korban yang jadi objek ghibah, dan masih banyak lagi dampak negatif yang akan bermunculan ketika adanya ghibah. Pengertian ghibah sendiri sudah dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam hadisnya yakni,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ؟ ” قَالُوا : اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : ” ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ “. قِيلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ ؟ قَالَ : ” إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ “.

Artinya: Dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah pernah ditanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ghibah?” beliau menjawab, “Engkau menyebut tentang saudaramu yang ia tidak sukai.” Beliau ditanya lagi, “Bagaimana pendapatmu jika apa yang ada pada saudaraku sesuai dengan yang aku omongkan?” Beliau menjawab, “Jika apa yang engkau katakan itu memang benar-benar ada maka engkau telah berbuat ghibah, namun jika tidak maka engkau telah berbuat fitnah.” (HR. Muslim 2589, Abu Dawud 4874, Tirmidzi 1934).

Menggunjing atau ghibah yang mana membicarakan keburukan orang lain sangatlah tidak dibenarkan oleh Islam secara mutlak, dalam keadaan apapun itu maupun ia saat puasa ataupun tidak. Namun bagaimana jika seseorang yang sedang puasa kemudian menggunjing dengan asyiknya? Apakah hal ini bisa membatalkan puasanya?

Baca Juga:  Khaulah binti Tsa’labah: Simbol Pembelaan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga

Pada hakikatnya, ghibah bukanlah salah satu dari perkara-perkara yang membatalkan puasa. Tetapi ghibah sendiri merupakan dosa kecil. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud dalam kitab Sunan Abi Daud pada pembahasan ghibah bagi orang yang berpuasa, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya: Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan pengamalannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Abu Dawud 2015, Bukhari 1770 dan 5597, Tirmidzi 641).

Perkataan kotor yang terdapat pada hadis di atas merupakan yang dianggap sebagai ghibah. Maksud dari makna bahwa Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum ialah tidak dibutuhkannya atau tidak berlakunya puasa orang yang menggunjing atau ghibah. 

Di sini muncul beberapa pendapat dari kalangan ulama dalam memahami hadis ini. Ibnu Munir mengatakan bahwa ini adalah sindiran jika puasanya tidak akan diterima oleh Allah. Kemudian Ibnu Arabi mengatakan makna hadis ini ialah tidak adanya pahala puasa bagi orang yang menggunjing saat puasa, pahala ini hilang dikarenakan munculnya dosa berkata palsu atau ghibah.

Maka dapat kita ambil kesimpulan dari hadis ini dampak ghibah saat puasa tidaklah membatalkannya. Jika seseorang menggunjing atau ghibah saat puasa maka pahala puasanya akan berkurang atau bahkan tidak akan mendapatkan pahala puasa sama sekali. Inilah konsekuensi yang akan didapatkan seseorang ketika berpuasa dan ia melakukan dosa-dosa kecil.

Mari hiasi setiap ibadah kita kepada Allah dengan amalan-amalan yang baik dan menjauhi perbuatan-perbuatan buruk dan dosa-dosa sekecil apapun itu. Karena sedikitpun ibadah yang dicampur atau dinodai dengan perbuatan buruk akan berdampak kurang afdhal atau bahkan bisa mengurangi pahala ibadah kita.

Baca Juga:  Melebur Dosa Ghibah dengan Pujian dan Doa

Editor: Zahrotun Nafisah

Rekomendasi

melebur dosa ghibah doa melebur dosa ghibah doa

Melebur Dosa Ghibah dengan Pujian dan Doa

vabbing tiktok hukumnya islam vabbing tiktok hukumnya islam

Gambaran Orang yang Gemar Bergosip dalam Peristiwa Mi’raj

melebur dosa ghibah doa melebur dosa ghibah doa

Doa Jika Terlanjur Melakukan Ghibah

tetangga beda agama meninggal tetangga beda agama meninggal

Berhentilah Membicarakan Keburukan Orang yang Sudah Wafat

Ditulis oleh

Mahasiswi Studi Keislaman UIN Jakarta dan Mahasantri Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect