BincangMuslimah.Com – Di tengah masyarakat masih sering muncul pertanyaan:“Mengapa laki-laki penting belajar ilmu haid, padahal yang mengalami haid adalah perempuan?” Pertanyaan ini tampak sederhana, tetapi dalam khazanah fikih Islam, para ulama telah memberikan pembahasan yang cukup mendalam. Bahkan, dalam kondisi tertentu, mempelajari hukum-hukum haid dapat menjadi kewajiban bagi laki-laki.
Ilmu Haid Bukan Hanya Urusan Perempuan
Haid berkaitan langsung dengan berbagai hukum syariat, seperti salat, puasa, hubungan suami istri, talak, iddah, hingga pendidikan anak perempuan. Karena itu, pembahasan haid tidak hanya menjadi kebutuhan perempuan, tetapi juga laki-laki yang memiliki tanggung jawab sebagai suami, ayah, guru, atau pemimpin keluarga.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu jauhilah istri pada waktu haid dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Ayat ini menunjukkan bahwa hukum haid tidak hanya menyangkut perempuan, tetapi juga laki-laki karena terdapat ketentuan yang harus ditaati oleh suami.
Pandangan Ulama tentang Kewajiban Belajar Ilmu Haid
Dalam tradisi fikih Syafi’iyyah, para ulama menjelaskan bahwa setiap muslim wajib mempelajari ilmu yang berkaitan dengan keadaan yang akan atau sedang mereka hadapi.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa ilmu yang berkaitan dengan kewajiban seseorang tergolong fardhu ‘ain untuk dipelajari. Karena perempuan mengalami haid dan hukum-hukumnya berhubungan langsung dengan ibadah, maka perempuan ilmu haid wajib. Namun, laki-laki yang memiliki tanggung jawab membimbing keluarga juga dituntut memahami hukum tersebut.
السَّابِعُ: أَنْ يَتَعَلَّمَ الْمُتَزَوِّجُ مِنْ عِلْمِ الْحَيْضِ وَأَحْكَامِهِ مَا يَحْتَرِزُ بِهِ الِاحْتِرَازَ الْوَاجِبَ، وَيُعَلِّمَ زَوْجَتَهُ أَحْكَامَ الصَّلَاةِ وَمَا يُقْضَى مِنْهَا فِي الْحَيْضِ وَمَا لَا يُقْضَى، فَإِنَّهُ أُمِرَ بِأَنْ يَقِيَهَا النَّارَ بِقَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا﴾… وَيُعَلِّمُهَا مِنْ أَحْكَامِ الْحَيْضِ وَالِاسْتِحَاضَةِ مَا تَحْتَاجُ إِلَيْهِ… وَمَهْمَا أَهْمَلَتِ الْمَرْأَةُ حُكْمًا مِنْ أَحْكَامِ الْحَيْضِ وَالِاسْتِحَاضَةِ وَلَمْ يُعَلِّمْهَا الرَّجُلُ حَرِجَ الرَّجُلُ مَعَهَا وَشَارَكَهَا فِي الْإِثْمِ
“Ketujuh, seorang yang telah menikah hendaknya mempelajari ilmu haid dan hukum-hukumnya sehingga ia dapat menghindari hal-hal yang wajib dihindari. Ia juga harus mengajari istrinya hukum-hukum salat, mana yang harus qada saat haid dan mana yang tidak. Sebab ia diperintahkan untuk menjaga keluarganya dari api neraka berdasarkan firman Allah:’Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’. Ia harus mengajarkan kepada istrinya hukum-hukum haid dan istihadhah yang dibutuhkannya. Dan apabila seorang perempuan mengabaikan suatu hukum dari hukum-hukum haid dan istihadhah, sedangkan suaminya tidak mengajarkannya, maka suami turut menanggung dosa bersamanya.”
Kapan Belajar Ilmu Haid Wajib bagi Laki-Laki?
Terdapat beberapa hukum belajar ilmu haid bagi laki-laki dengan rincian sebagai berikut:
- Fardhu Kifayah
Ning Amiroh Alauddin melalui kelas Fikih Muslimah by Bincang Muslimah menjelaskan bahwa belajar ilmu haid bagi laki-laki hukumnya fardhu kifayah. Artinya, harus ada sebagian umat Islam yang mendalaminya sehingga dapat menjadi rujukan, guru, atau mufti dalam masalah kewanitaan.
- Fardhu ‘Ain dalam Kondisi Tertentu
Hukumnya belajar ilmu haid bagi laki-laki dapat berubah menjadi fardhu ‘ain apabila:
Seorang laki-laki telah menjadi suami dan memiliki istri yang membutuhkan bimbingan hukum haid. Seorang ayah memiliki anak perempuan yang memasuki usia baligh dan seorang guru agama mengajar perempuan.
Seorang laki-laki yang tidak ada orang lain yang mampu menjelaskan hukum haid kepada keluarganya juga wajib belajar ilmu haid. Dalam beberapa keadaan tersebut, ketidaktahuan seorang laki-laki bisa menyebabkan kesalahan ibadah dan pelanggaran syariat dalam keluarganya. Karena itu, ia wajib mempelajarinya sesuai kadar kebutuhan.
Oleh karena itu, mempelajari ilmu haid bagi laki-laki bukan sekadar tambahan pengetahuan, melainkan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kepemimpinan dalam keluarga Muslim. Semoga bermanfaat.
Rekomendasi