Ikuti Kami

Subscribe

Diari

Tujuh Hikmah Sakit yang Kadang Lupa Kita Syukuri

hikmah sakit
gettyemages.com

BincangMuslimah.Com – Setiap orang pasti pernah mengalami sakit baik itu ringan maupun berat. Tak hanya manusia biasa, kekasih Allah yaitu Nabi Muhammad saw pun pernah mengalami sakit. Tak jarang, seseorang yang menderita sakit kemudian mengeluh bahkan menyerah atas kesehatannya. Hal terburuk lainnya adalah marah kepada Allah dan berprasangka buruk terhadap-Nya. Padahal di balik cobaan ataupun ujian yang diberikan, Allah SWT pasti mempunyai maksud atau hikmah yang bisa diambil. Kira-kira apa saja hikmah sakit yang bisa kita petik dan syukuri?

Pertama, melatih untuk menjadi orang yang lebih sabar. Saat sedang sakit, seseorang tentu akan menjalani berbagai pengobatan dan perawatan agar kembali sehat. Meski terkadang membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan melakukan rangkaian pengobatan yang bermacam-macam, sebenarnya Allah sedang melatih kita agar menjadi orang yang lebih sabar dalam melalui proses tersebut. Dalam Quran Surah Az-Zumar ayat 10, Allah berfirman

قُلْ يَعِبَادِ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ لِلَّذِيْنَ أَحْسَنُوْا فِى هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللهِ وُسِعُةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصّبِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”.

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi, dalam ayat tersebut Allah menyampaikan bahwa orang yang bersabar menjalankan ketaatan, bersabar menjauhi kemaksiatan dan menghadapi takdir Allah, Dia akan menjanjikan pahala tanpa batas dan tanpa ukuran. Hal ini karena keutamaan sabar memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan dapat membantu segala urusan.

Kedua, melatih untuk selalu percaya rencana dan ketetapan-Nya. Ketika seseorang sudah melalukan pengobatan dan berdoa untuk kesembuhannya, hal tersebut juga melatih untuk yakin atas kuasa Allah bahwa Dia yang akan menyembuhkan. Sesuai dengan salah satu nama Allah yaitu Asy Syaafii yang berarti Zat yang Maha Menyembuhkan.

Ketiga, melatih diri untuk bertawaqqal kepada Allah. Setelah berusaha dan berdoa mengharap kesembuhan, hal yang sebaiknya dilakukan setelah itu ialah bertawaqqal kepada Allah atau berserah diri dalam menghadapi atau menunggu hasil dari suatu yang diusahakan, dalam hal ini yaitu kesembuhan.

Keempat, menjadi manusia yang lebih menjaga kesehatan tubuh. Saat sedang sakit, sehat bukan lagi menjadi sesuatu yang biasa. Ungkapan “Sehat itu mahal” sepertinya cukup untuk menyadarkan ketika diri sedang tidak dalam kondisi prima. Saat itulah seseorang perlu muhasabah dan memperbaiki pola hidup agar tidak mengalami sakit kembali.

Kelima, sebagai sarana menghapus dosa. Rasulullah saw bersabda “Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya dengan penyakit itu Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim). Rasulullah saw juga bersabda “Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan Allah hapuskan kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari Muslim).

Keenam, doa orang sakit adalah permohonan yang mustajab. Dalam Hadis Riwayat Baihaqi, Rasul bersabda “Lima orang yang doanya dikabulkan dengan cepat: orang yang dizalimi sampai ia mendapat kemenangan atau pertolongan, orang yang melaksanakan haji hingga pulang, orang yang berperang sampai ia kembali ke kampung halamannya, orang yang sakit hingga sembuh, dan seseorang yang mendoakan saudaranya dari kejauhan”.

Ketujuh, sakit bisa menghindari seseorang dari api neraka. Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah saw “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. al-Bazzar).

Demikianlah tujuh hikmah sakit yang bisa kita petik pelajarannya sekaligus patut kita syukuri. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam bisshawab.

Rekomendasi

koma wajibkah menqadha shalatnya koma wajibkah menqadha shalatnya

Pasien Covid-19 Koma, Wajibkah Ia Mengqadha Shalat Setelah Sembuh?

corona sebagai tanda kiamat corona sebagai tanda kiamat

Corona Sebagai Tanda Kiamat, Benarkah Demikian?

kurban sedekah korban covid-19 kurban sedekah korban covid-19

Sebaiknya Dahulukan Kurban atau Sedekah untuk Korban Covid-19?

para penimbun di masa pandemi para penimbun di masa pandemi

Ancaman Bagi Para Penimbun Barang di Masa Pandemi

Ria Umala Idayanti
Ditulis oleh

Berniat abadi melalui tulisan. Penulis adalah alumni Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aktif sebagai Reporter RDK FM (2017) dan Reporter Berita UIN (2018). Baca juga karya Umala di Blog Pribadi http://riaumala.blogspot.com/

Komentari

Komentari

Terbaru

piagam madinah falsafah hidup piagam madinah falsafah hidup

Piagam Madinah, Falsafah Hidup Berbangsa dan Bernegara

Khazanah

Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar

Melaksanakan Pernikahan di Bulan Shafar, Benarkah Tidak Boleh?

Kajian

aksi dokter sperma makanan aksi dokter sperma makanan

Aksi Dokter Campur Sperma ke Makanan; Kejahatan Seksual Terhadap Perempuan

Muslimah Talk

murtad wajib mengqadha shalat murtad wajib mengqadha shalat

Murtad Lalu Beriman Lagi, Wajib Mengqadha Shalat?

Kajian

koma wajibkah menqadha shalatnya koma wajibkah menqadha shalatnya

Pasien Covid-19 Koma, Wajibkah Ia Mengqadha Shalat Setelah Sembuh?

Kajian

hadis perempuan penduduk neraka hadis perempuan penduduk neraka

Bincang Hadis, Perempuan Penduduk Neraka Terbanyak

Kajian

dzikir 1000 kebaikan sehari dzikir 1000 kebaikan sehari

Ini Bacaan Dzikir Untuk Memperoleh 1000 Kebaikan Dalam Sehari

Ibadah

anhar palestina melahirkan penjara anhar palestina melahirkan penjara

Anhar al-Deek, Perempuan Palestina yang Nyaris Melahirkan di Penjara

Muslimah Talk

Trending

makna sekufu dalam pernikahan makna sekufu dalam pernikahan

Memilih Pasangan; Ikhtiar Menuju Pernikahan

Keluarga

anak menolong orang tuanya anak menolong orang tuanya

Bisakah Seorang Anak Menolong Orang Tuanya di Akhirat?

Keluarga

Pakaian di Masa Rasulullah Pakaian di Masa Rasulullah

Pakaian di Masa Rasulullah (2)

Kajian

Perundungan perempuan pengalaman biologis Perundungan perempuan pengalaman biologis

Perundungan Terhadap Perempuan karena Pengalaman Biologis

Muslimah Talk

mahram mertua cerai pasangan mahram mertua cerai pasangan

Status Mahram Mertua Pasca Cerai dari Pasangan

Keluarga

Bagaimana Islam Memandang Konsep Childfree?

Kajian

Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan

Bagaimana Seharusnya Menentukan Kriteria Sekufu dalam Pernikahan?

Kajian

janda stigma negatif melekat janda stigma negatif melekat

Janda dan Stigma Negatif yang Melekat

Muslimah Talk

Connect