Ikuti Kami

Diari

Review Buku ‘Ulama-ulama yang Menghabiskan Harinya untuk Membaca’ Karya Kiai Husain Muhammad

Ulama-ulama yang Menghabiskan Hari-harinya untuk Membaca, Menulis dan Menebarkan Cahaya Ilmu Pengetahuan.

Judul Buku : Ulama-ulama yang Menghabiskan Hari-harinya untuk Membaca, Menulis dan Menebarkan Cahaya Ilmu Pengetahuan.

Penulis        : KH. Husain Muhammad

Penerbit      : IRCiSoD

Halaman     : 156

BincangMuslimah.Com – Buku yang saya pegang ini termasuk buku yang masih hangat, baru dicetak awal bulan Juni tahun ini. Bukannya saya seorang bibliophile apalagi bibliomania, saya hanya memanfaatkan waktu pre order yang biasanya harga dipasang miring dari pada harga aslinya.

Penulisnya, KH. Husein Muhammad adalah salah seorang ulama feminis yang sangat produktif. Bagaimana tidak, ketika masa swakarantina ia menghasilkan 4 buku; Dialog Dengan Kiai Ali Yafie, Islam yang Mencerahkan dan Mencerdaskan, Menuju Fikih Baru dan Ulama-ulama yang Menghabiskan Hari-harinya untuk Membaca, menulis dan Menebarkan Cahaya Ilmu Pengetahuan. Buku yang terakhir murni tulisan beliau saat swakarantina 2 bulan ini.

Dalam buku yang terakhir buya Husein –sapaan akrab KH. Husein Muhammad- mencatat 25 ulama yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu, baik dengan membaca, mengkaji, menulis dan mengajarkannya pada orang lain. Sejatinya angka itu bukan hitungan mentok tapi (dugaan saya) 25 ulama itulah yang penting untuk dicatat, setidaknya untuk saat ini.

Dari sekian ulama-ulama yang disebutkan dalam buku ini saya menemukan beberapa karakter yang sama hingga menjadikan mereka sebagai ahli ilmu.

Pertama, tamak (greediness) dalam mencari ilmu, tak pernah merasa puas atau merasa memiliki banyak ilmu sehingga menganggap diri sudah sampai pada puncaknya. abuya sayyid Muhammad al-Malikī pernah berkata “man ahassa bi an-nihāyah fa qad afsada al-bidāyah” Barang siapa yang merasa sampai pada puncak maka sungguh ia telah merusak permulaannya. Demikian itu karena dunia ilmu tidak mengenal batas. Bahkan sahabat Ali menyamakan ilmu yang dimiliki seluruh manusia seperti sisa air yang menempel pada jarum setelah ia dicelupkan ke lautan, lautan itu adalah ilmu Tuhan.

Baca Juga:  Jilbab, SKB 3 Menteri dan Kemerdekaan Perempuan

Kedua, serius (seriousness) dalam mencari dan berusaha menambah pengetahuan. Keseriusan ini tergambar dari usaha mereka mencari ilmu sampai ke luar kota bahkan luar negara. Dengan bekal curiosity yang begitu besar inilah dahaga seorang ahli ilmu tidak akan pernah terobati.

Ketiga, berkelanjutan dalam waktu lama (continuation). Jangka waktu sangat berkelindan dengan kesungguhan. Rakus saja tidak cukup karena bisa jadi hangat-hangat tahi ayam (awalnya giat tapi lama-lama malas). Maka kehausan akan ilmu disertai keseriusan dalam waktu lama akan membuahkan hasil yang maksimal.

Abū Yūsuf murid imam Abū Hanīfah selama 17 tahun tidak pernah sekalipun meninggalkan gurunya dan senantiasa salat berjamaah bersamanya. Imam Ubaid bin Ya’isy selama 30 tahun tidak pernah makan dengan tangannya sendiri lantaran menulis hadis sedangkan adik perempuannya yang menyuapinya. Abū Hāmid al-Ghazālī wafat di usia yang masih muda yakni 55 tahun meninggalkan 457 kitab.

Ibn Abī Hātim ar-Rāzī yang juga tak kenal waktu untuk belajar pada ayahnya saat makan, saat berjalan, ketika berada di toilet bahkan saat ayahnya sedang mencari sesuatu. Ayahnya selalu melayaninya hingga saat ayahnya sakaratul maut ia masih melayani petanyaan Ibn Abī Hātim. Ia pernah berkata “Ilmu itu tidak bisa diperoleh dengan enak-enakan dan bersantai-santai”.

Dari kalangan perempuan ada seorang ahli hadis terbesar abad ke-5 M, al-Hāfizhah Karīmah al-Marwaziyah, ia merupakan perawi hadis pertama dari Imam Bukhārī yang kepadanya para ulama besar ahli hadis pada masanya mengambil sanad. Syaikhah Fakhr an-Nisā’ Syuhdah binti Ahmad seorang ahli hadis, khaṭṭāṭah (kaligrafer), penulis produktif, suaminya meninggal pada usia 40 tahun namun ia tetap sabar menjalani hidupnya dengan terus belajar dan mengajar. Ribuan santrinya mendapatkan beasiswa sekolah dari syaikhah sendiri sebagai founder agar tetap belajar, ia senantiasa mengajar sampai ia wafat di usianya ke-90.

Baca Juga:  Review Buku Rentang Kisah Karya Gita Savitri

Dan masih banyak lagi kisah-kisah inspiratif yang patut ditiru dari ulama-ahli ilmu ini.
Ketiga karakter di atas mengingatkan saya pada nyanyian yang sering saya baca setelah belajar dulu ketika sekolah dasar. Nyanyian ini adalah warning dari sahabat Ali karramallāhu wajhahū;

ألا لا تنال العلم إلا بستة, سأنبك عن مجموعها ببيان: ذكاء وحرص و اجتهاد وبلغة وإرشاد أستاذ وطول زمان

Ingatlah! Seseorang hanya akan mendapatkan ilmu dengan 6 hal yang akan kujelaskan sekarang; kecerdasan, kerakusan (mencari ilmu), kesungguhan, bekal, setia pada guru dan lama waktunya (mencari ilmu).

Kalimat ini mengingatkan kita bahwa ilmu hanya akan diperoleh oleh orang yang benar-benar serius dalam belajar.

Mungkin ada yang menyayangkan, dari 25 ulama yang diulas dalam buku ini hanya 2 perempuan yang tercatat padahal ada perempuan yang juga ulama namun tak dicatat oleh buya. Sekilas terkesan diskriminatif, tapi menurut saya tidak. 2 ulama itu telah cukup mewakili bahwa perempuan sejak abad petama ikut andil dalam ranah keilmuan. Tidak sebanding memang bahkan dari separuh dari laki-laki tapi di sinilah bukti keikutsertaan perempuan harus dinilai dan diakui.

Minimnya peran perempuan sejak itu (harus diakui) adalah warisan misoginis jahiliyah lalu Islam datang membawa cahaya bagi perempuan untuk ikut serta dalam melakukan kebaikan bersama-sama dengan laki-laki.

Dan sekarang kita berada pada fase mahiriyah yang memberikan ruang seluas-luasnya untuk laki-laki dan perempuan untuk meningkatkan kualitas spiritual, intelektual dan finansial. Wallahu A’lam.

Rekomendasi

Perempuan yang Menangis Kepada Perempuan yang Menangis Kepada

Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam: Perlawanan Korban Kawin Tangkap Sumba

please look after me please look after me

Please Look After Mom (Ibu Tercinta): Kisah Penyesalan Usai Ibu Menghilang

perempuan titik nol arab perempuan titik nol arab

Perempuan di Titik Nol; Firdaus dan Pengalaman Sosial Perempuan Arab

Review Buku “Menuju Fikih Baru” Karya KH Husein Muhammad

Ditulis oleh

Santriwati Nurul Islam Dasuk Sumenep

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect