Ikuti Kami

Kajian

Penyebab Terjadinya Kekerasan Seksual di Pesantren Menurut Komisioner Komnas Perempuan

penyebab kekerasan seksual pesantren

BincangMuslimah.Com – Jaringan Gusdurian Jakarta dan Gusdurian Ciputat untuk pertama kalinya berkolaborasi mengadakan Serial Diskusi Gender. Sebanyak empat seri, diskusi ini menghadirkan empat narasumber yang fokus pada isu ini. Salah satu pematerinya datang dari Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi. 

Pada sesi ini, Siti Amina membawa topik “Penyebab Terjadinya Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren”. Data menunjukkan bahwa pesantren menempati peringkat kedua yang menjadi tempat terbanyak terjadinya kekerasan seksual (KS) setelah Perguruan Tinggi. 

Siti Aminah menelusuri penyebab terjadinya KS di pesantren salah satunya adalah adanya relasi kuasa yang timpang. Karena para pelaku yang terjadi pada umumnya berasal dari guru atau bahkan pimpinan pesantren. Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh para pelaku dijadikan alat manipulatif untuk menjerat korban dan melampiaskan nafsu jahatnya. 

Relasi kuasa yang tidak dipahami dengan baik menimbulkan keraguan di masyarakat jika KS terjadi di pesantren. Biasanya, masyarakat sekitar akan meragukan kasus ini dan merasa kejadian ini tidak mungkin terjadi. 

Berdasarkan kategori wilayah, KS yang terjadi di pesantren merupakan kasus yang terjadi di ranah publik karena pelaku dan korban tidak memiliki relasi sanak kerabat atau keluarga. Beberapa jenis kekuasaan yang menimbulkan powerless di calon korban adalah kekuasaan pengetahuan ataupun jabatan. Jika dua jenis kekuasaan ini disalahgunakan, maka seseorang yang berada di kekuasaan pelaku akan semakin rentan menjadi korban.

Faktor berikutnya adalah pemahaman tafsir agama yang keliru. Tentu kita bertanya-tanya, apakah agama tidak cukup menjadi pengendali bagi mereka untuk melampiaskan nafsu jahat itu?

Ternyata, berdasarkan pendapat Siti Aminah, pemahaman agama yang bersumber dari tafsir yang salah terutama tafsir agama yang penuh nilai patriarki akan menggiring seseorang pada tindakan yang mensubordinasikan perempuan. Pemahaman ini kemudian akan menjadi dalih bagi calon pelaku untuk memenuhi nafsu jahatnya. 

Baca Juga:  Riffat Hassan: Perintah Berjilbab Tidak Bisa Dijadikan Alasan Domestikasi Perempuan

Maka penting bagi orang tua atau siapapun yang hendak belajar agama di lembaga pesantren, mengetahui sistem pembelajaran dan nilai-nilai pengetahuan agama yang dianut dan diyakini. Selain itu, penting juga mengajarkan pada setiap anak tentang hak tubuh sehingga seseorang tidak mudah dimanipulatif dan mengerti batasan-batasan yang mesti dijaga olehnya mengenai tubuhnya sendiri. 

Lanjutnya, kasus KS yang terjadi di pesantren menjadi autokritik bagi kalangan muslim untuk mengawal pencegahan, bukan untuk memojokkan lembaga pesantren tertentu. Untuk saat ini, Komnas Perempuan sedang menyusun regulasi yang menjadi kontrol bagi pesantren dalam upaya pencegahan kasus KS di masa mendatang. 

Maka bisa disimpulkan bahwa ada 2 hal yang menjadi penyebab kekerasan seksual terjadi di pesantren yaitu, ketimpangan relasi kuasa dan pemahaman tafsir agama yang keliru dari para pemegang kuasa tersebut.

Rekomendasi

Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

4 Komentar

4 Comments

Komentari

Terbaru

Konferensi Pemikiran Gus Dur Perdana, Hadirkan Pramono Anung, Mahfud MD, dan Sinta Nuriyah Konferensi Pemikiran Gus Dur Perdana, Hadirkan Pramono Anung, Mahfud MD, dan Sinta Nuriyah

Konferensi Pemikiran Gus Dur Perdana, Hadirkan Pramono Anung, Mahfud MD, dan Sinta Nuriyah

Berita

Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah? Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah?

Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah?

Kajian

Jangan Sampai Terlewat! El-Bukhari Kembali Membuka Pendaftaran Sekolah Hadis 2025 Jangan Sampai Terlewat! El-Bukhari Kembali Membuka Pendaftaran Sekolah Hadis 2025

Jangan Sampai Terlewat! El-Bukhari Kembali Membuka Pendaftaran Sekolah Hadis 2025

Berita

Pasangan Bukan Tempat Rehabilitasi: Mengapa Hubungan Tidak Bisa Menggantikan Proses Pemulihan Diri Pasangan Bukan Tempat Rehabilitasi: Mengapa Hubungan Tidak Bisa Menggantikan Proses Pemulihan Diri

Pasangan Bukan Tempat Rehabilitasi: Mengapa Hubungan Tidak Bisa Menggantikan Proses Pemulihan Diri

Keluarga

Hak-Hak Anak Yang Harus Dipenuhi Orang Tua Menurut Imam Ghazali Hak-Hak Anak Yang Harus Dipenuhi Orang Tua Menurut Imam Ghazali

Hak-Hak Anak yang Harus Dipenuhi Orang Tua Menurut Imam Ghazali

Keluarga

Bagaimana Hukum Salat Pakai Sarung Tangan bagi Perempuan Bagaimana Hukum Salat Pakai Sarung Tangan bagi Perempuan

Bagaimana Hukum Salat Pakai Sarung Tangan bagi Perempuan

Ibadah

Raya, Balita Sukabumi yang Tak Selamat Karena Cacingan Akut: Saat Kemiskinan Mengalahkan Hak Hidup Anak Raya, Balita Sukabumi yang Tak Selamat Karena Cacingan Akut: Saat Kemiskinan Mengalahkan Hak Hidup Anak

Raya, Balita Sukabumi yang Tak Selamat Karena Cacingan Akut: Saat Kemiskinan Mengalahkan Hak Hidup Anak

Muslimah Talk

Benarkah Islam Agama yang Menganjurkan Monogami?

Kajian

Trending

Doa yang Diajarkan Nabi kepada Abu Bakar untuk Diamalkan Sehari-hari

Ibadah

Benarkah Islam Agama yang Menganjurkan Monogami?

Kajian

Rahmah El-Yunusiyah: Pahlawan yang Memperjuangkan Kesetaraan Pendidikan Bagi Perempuan

Muslimah Talk

Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah? Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah?

Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah?

Kajian

Kenapa Harus Hanya Perempuan yang Tidak Boleh Menampilkan Foto Profil?

Diari

maria ulfah kemerdekaan indonesia maria ulfah kemerdekaan indonesia

Maria Ulfah dan Kiprahnya untuk Kemerdekaan Indonesia

Khazanah

Nor “Phoenix” Diana: Gadis Pemalu Menjadi Pegulat Berhijab Pertama di Dunia Nor “Phoenix” Diana: Gadis Pemalu Menjadi Pegulat Berhijab Pertama di Dunia

Nor “Phoenix” Diana: Gadis Pemalu Menjadi Pegulat Berhijab Pertama di Dunia

Muslimah Talk

rasuna said pahlawan kemerdekaan rasuna said pahlawan kemerdekaan

Rasuna Said: Pahlawan Kemerdekaan dari Kalangan Santri dan Pejuang Kesetaraan Perempuan Bersenjata Pena

Khazanah

Connect