Ikuti Kami

Keluarga

Riwayat Uwais Al-Qarni: Menjadi Penghuni Langit karena Memuliakan Ibu

BincangMuslimah.Com –  Riwayat Uwais al-Qarni menjadi sebuah narasi betapa Allah sangat menganjurkan umat manusia untuk menyayangi ibu. Seorang fakir dari Yaman yang tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah. Namanya tidak pernah disebut di kalangan para sahabat. Namun, sosoknya dikagumi bahkan oleh Nabi. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Rasulullah pernah bersabda, “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya. Dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Mengapa demikian? Uwais al-Qarni rupanya sosok yang sangat patuh dan hormat kepada ibunya yang lumpuh. Hingga pada suatu hari, Uwais pernah meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke kota Madinah untuk berjumpa dengan Rasulullah. Ibunya memberikan izin kepadanya, asal segera kembali karena kondisi ibu yang sedang tidak sehat.

Namun sesampainya di Madinah, Uwais tidak berjumpa dengan Rasulullah yang sedang memimpin perang. Uwais hanya menitipkan sebuah pesan kepada Aisyah, sebab ia mengingat pesan ibunya untuk lekas pulang. Subhanallah, betapa Uwais sangat patuh terhadap apa yang dititahkan ibu kepadanya.

Demikian pula ketika ibu Uwais ingin melaksanakan ibadah haji. Kondisi ekonomi sedang tidak baik, namun Uwais berusaha untuk menabung makanan yang bisa dijadikan bekal perjalanan untuk ibunya. Tidak hanya itu, Uwais juga sudah sering berlatih menggendong seekor lembu setiap hari, agar fisiknya kuat dan terbiasa untuk menggendong ibunya ketika pergi melaksanakan ibadah haji nanti.

Hingga akirnya ibu Uwais bisa menunaikan ibadah haji lewat punggung anaknya, sebab ibunya lumpuh. Keteladanan Uwais seperti itulah yang membuat Rasulullah berwasiat kepada para sahabat agar meminta doa dan istighfar ketika bertemu Uwais al-Qarni, sosok yang disebut-sebut sebagai penghuni langit, bukan bumi.

Baca Juga:  Mengenal RUU KIA dan Kemungkinan Dampaknya Bagi Ibu Pekerja Bila Disahkan

Alhasil, memuliakan ibu adalah salah satu amal shaleh yang akan diberikan balasan dan kemulian oleh Allah di sisi-Nya. Tidak hanya itu, diceritakan dalam hadis riwayat Ahmad bahwa Rasulullah berpesan agar mencari surga lewat ridha Allah yang terselip dalam ridha orangtua terutama ibu. Maksudnya adalah mendahulukan kepentingan mereka atas kepentingan sendiri dan memilih berbakti kepada mereka daripada berbakti kepada hamba lainnya.

Hal itu berdasarkan dalam QS al Isra’ ayat 23 disebutkan:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. (QS. al Isra’: 23)

Lewat Firman-Nya, Allah SWT memerintahkan agar manusia mengingat pengorbanan Ibu. Bahwa kasih sayang ibu tak terhingga. Seorang ibu mengandung anak dengan segala kelelahan dan risiko yang ada. Bersusah payah melahirkan, lalu membesarkannya. Kebaikan yang telah ia curahkan kepada anak-anaknya tak akan pernah terhitung. Cinta kasih ibu laksana mentari menyinari dunia. Terus berbagi cahaya untuk alam semesta, tanpa pamrih. Maka tidak heran jika seorang Uwais al-Qarni mendapat predikat penghuni langit dari Rasulullah Saw sebab memuliakan ibunya.

Rekomendasi

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Ummu Sulaim Ummu Sulaim

Ibu Sempurna dalam Pandangan Masyarakat

rasulullah terbuka sahabat muda rasulullah terbuka sahabat muda

Kisah Rasulullah yang Terbuka Menerima Pendapat Sahabat Muda

Berbakti kepada Orang Tua Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada Orang Tua, Jalan Tol Menuju Ridha Allah

Ditulis oleh

Penulis adalah kandidat magister pengkajian Islam dalam bidang pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan aktif di Komunitas Jaringan Gusdurian Depok.

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect