Ikuti Kami

Muslimah Talk

Menghindari Zina atau Perselingkuhan dengan Poligami Jadi Alasan yang Tidak Relevan

rasulullah melarang ali poligami
Source: freepik.com

BincangMuslimah.Com – Walau praktiknya kerap menuai pro dan kontra, berpoligami tetap dilakukan oleh sebagian laki-laki. Salah satu alasan yang kerap ditemukan adalah menghindari zina atau perselingkuhan dengan melakukan praktik poligami. Alasan ini mungkin mengingatkan kita kampanye poligami lewat mentoring berbayar yang sempat ramai beberapa waktu lalu. 

Bahkan salah satu media melakukan peliputan khusus dengan seorang mentor poligami yang merupakan seorang kiai pesantren di Serang, Banten. Di dalam peliputan tersebut, ditampilkan bagaimana aktivitas saat menjadi mentor kampanye poligami ini.  

Beliau diketahui mengisi seminar berdurasi sembilan jam yang semua peserta diisi oleh perempuan. Salah satu yang ditekankan dalam seminar ini adalah perempuan, sebagai istri harus patuh dan taat pada suami. Keduanya adalah syarat mutlak yang tidak dapat dibantah. 

Selain itu, ia juga menyampaikan jika seorang istri yang tidak diperlakukan baik oleh suami, seharusnya tidak perlu marah. Diamnya istri, menerima apa yang dilakukan suami adalah bentuk berbakti dan diganjar pahala oleh Allah Swt. 

Saat ditanyakan alasan orang-orang mendaftar menjadi peserta, mentor itu menjelaskan jika semua ini berkaitan dengan libido yang terlampau kuat. Di sisi lain, orang-orang yang memiliki ‘libido tinggi’ ini tidak ingin berzina. Namun, orang-orang ini, disebut tidak memiliki ilmu berpoligami. Karenanya, mentor poligami ini pun membuka kelas untuk memberikan ilmu berpoligami kepada orang-orang. 

Di luar dari adanya mentoring poligami, sebagian masyarakat juga punya anggapan yang serupa dengan mentor. Misal, seorang istri tidak terima ketika sang suami menikah lagi secara diam-diam. Tanpa ada konflik atau prahara sebelumnya, sang suami telah mengikat perempuan lain lewat pernikahan. 

Maka tidak sedikit ditemukan orang-orang yang berpandangan lebih baik suami menikah, ketimbang melakukan perzinahan di luar pernikahan. Zina diharamkan, sedangkan poligami diperbolehkan. Lagi pula ini juga dilakukan oleh Rasulullah Saw. 

Baca Juga:  Menjauhi Zina Bukan dengan Nikah Muda

Lantas apakah benar praktik poligami yang juga dilakukan oleh nabi memang dilatarbelakangi atas tuntutan libido manusia yang disebut tidak dapat dibendung tadi? Kyai, tokoh agama sekaligus penulis buku K.H Husein Muhammad ternyata punya pandangan yang berbeda. 

Keberadaan Poligami dalam Islam dan Praktiknya oleh Nabi

Di dalam bukunya yang berjudul ‘Poligami: Sebuah Kajian Kritis Kontemporer Seorang Kiai’, beliau menyatakan jika poligami bukan tradisi Islam, K.H Husein menjelaskan fakta-fakta poligami yang dilaksanakan oleh Nabi. 

Sejarah menunjukkan jika istri-istri nabi merupakan perempuan yang berusia lanjut, berstatus janda dan sebagian bukan perempuan dengan penampilan yang menarik pandangan. Sehingga, bisa dilihat jika poligami yang dilakukan nabi bukan karena faktor biologis. 

Salah satu istri nabi bahkan ada yang sudah berusia lanjut yaitu 50 tahun, yaitu Sudah binti Zama’ah. Ia memilih jalan Islam, meski mendapatkan tekanan dari keluarganya, Bani Abdusy Syams. Atau ada seorang dermawan terkemuka Ummu Salamah dari Bani Makhzum. 

Ia merupakan janda dari Abdullah Abi Salamah Ra yang terbunuh dalam perang Uhud dan memiliki banyak anak. Ummu Salamah pun mengalami berbagai penderitaan secara psikis dari keluarganya yang kafir. 

Melainkan perlindungan kepada kelompok lemah atau rentan di masa itu. Terlebih di zaman itu posisi perempuan masih jauh dari kata ‘baik’. Keberadaan Islam menaikkan posisi perempuan, memberikan hak-hak yang seharusnya diterima, serta perlindungan.

K.H Husein menyebut jika posisi para istri nabi adalah kultural atau dari berbagai latar belakang. Terdiri dari perempuan terkemuka, cerdas, tokoh terhormat, dan janda para pahlawan. Tentu ada pesan besar yang terkandung di dalamnya. 

Lewat para istri Rasulullah, sampailah ajaran-ajaran keislaman dari sisi perempuan, khususnya hak-hak yang mereka miliki. Pesan lain adalah nabi ingin menghormati janda para pahlawan sekaligus memberikan perlindungan kepada mereka. 

Baca Juga:  Tidak Perlu Jadi Super Mom untuk Jadi Ibu yang Baik

Masih dalam konteks ‘libido’ yang tidak tertahankan hingga berakhir pada perzinaan atau perselingkuhan ini. Nyatanya, K.H Husein mengungkapkan jika kebolehan poligami oleh Alquran sama sekali tidak pernah dikaitkan dengan alasan di atas. 

Poligami dengan perzinaan atau perselingkuhan punya ruang yang berbeda. Libido atau hasrat pada dasarnya tidak memiliki batasan dan sering kali menuntut rasa tidak puas jika tidak dikendalikan. Bahkan, meski telah menikahi empat orang istri, belum tentu hasrat bisa habis, tuntas. 

Faktanya pada beberapa kasus ada laki-laki yang mampu menahan gejolak syahwat. Berupaya bersetia dan tidak melakukan perselingkuhan. Bukankah Islam juga mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu. Bahkan pada seseorang yang belum mampu menikah. 

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari, no. 5065 dan Muslim, no. 1400).

Sedangkan untuk menuntaskan hasrat biologis, bukankah sudah ada pasangan yang sah dan diikat oleh pernikahan. Kenapa perlu mencari yang kedua, jika pasangan pertama punya peranan serupa? Jika melihat Nabi berpoligami yang dipaparkan oleh K.H Husein, maka dapat disimpulkan satu hal. Menghindari zina atau perselingkuhan dengan berpoligami bukanlah alasan yang relevan.

Rekomendasi

An-Nisa Ayat 3: Izin Poligami atau Larangan Terselubung? An-Nisa Ayat 3: Izin Poligami atau Larangan Terselubung?

An-Nisa Ayat 3: Izin Poligami atau Larangan Terselubung?

Nikah Siri : Pernikahan yang Sangat Rentan tapi Masih Sering Terjadi Nikah Siri : Pernikahan yang Sangat Rentan tapi Masih Sering Terjadi

Nikah Siri : Pernikahan yang Sangat Rentan tapi Masih Sering Terjadi

Benarkah Islam Agama yang Menganjurkan Monogami?

Refleksi Lagu Bang Toyib dan Bang Jono dalam Kisah Pewayangan Refleksi Lagu Bang Toyib dan Bang Jono dalam Kisah Pewayangan

Refleksi Lagu Bang Toyib dan Bang Jono dalam Kisah Pewayangan

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect