Ikuti Kami

Khazanah

Serba-serbi Makna Cantik Kisah Perempuan Muslim

Serba-serbi Makna Cantik
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – “Cantik. Kenapa kau harus jadi objek, yang menurutku sangat tak baik, membuatku tak henti-hentinya terpekik, dengan datangnya gelombang yang naik. Cantik. Mengapa mereka memprioritaskanmu, sedang kau masih kelabu, kau tak pasti ditau, dan kau hanya menipu.”

Begitulah secuplik pepatah yang penulis kutip dari Catatan Najwa Shihab yang mungkin dapat meluruskan pemahaman kita mengenai serba-serbi makna cantik, apa, dan bagaimana itu cantik?

Di era milenial kini, ukuran kecantikan lebih banyak ditentukan oleh media massa melalui aneka sarananya yang memengaruhi lelaki dan perempuan dalam menampilkan kecantikan dan ketampanannya, sekaligus memengaruhi penilaian masyarakat. Medialah yang menjadi aktor di dalam memengaruhi perempuan untuk tampil langsing dan kurus sehingga para kaum perempuan rela menahan diri untuk tidak makan dan minum serta olah raga yang melelahkan, serta rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk meraih ukuran kecantikan itu.

Hal itu semua disambut, kemudian ditiru dengan sangat antusias oleh banyak orang. Mereka beranggapan bahwa penyanyi Raisa atau Ayu Ting Ting itu cantik karena mereka sudah terpengaruh oleh media yang mengatakan keduanya cantik. Coba saja yang dikatakan media bahwa cantik itu adalah mereka para wanita yang kurus kerempeng misalnya, pasti semua orang juga berlomba-lomba membuat tubuhnya agar menjadi seperti apa yang media katakan.

Namun, apakah kecantikan itu hanya diukur dari penampilan fisik, tanpa memandang kecantikan hati dan perbuatan. Sedangkan kecantikan fisik hanya keindahan yang bersifat sementara?

Dalam hal ini, agama Islam menganjurkan kepada penganutnya untuk memadukan keindahan jasmani dengan keindahan rohani, yakni keindahan yang bersumber dari dalam diri seseorang juga keindahan luar. Cantik luar (dzahir) hanya akan menyenangkan mata saja, sedangkan cantik yang bersumber dari dalam (bathin) justru akan menawan hati.

Coba kita membaca ulasan kisah sejarah yang menjelaskan tentang perempuan-perempuan yang tak hanya mengandalkan paras cantik, namun juga memiliki kehebatan yang luar biasa dalam memperjuangkan agama Islam.

Siti Asiyah, Istri Fir’aun

Bicara tentang cantik, Siti Asiyah, istri Fir’aun merupakan salah satu gambaran wanita cantik yang bersumber dari perilakunya. Asiyah menjadi salah satu wanita yang Allah janjikan surga Firdaus sebagai jawaban atas doa yang ia panjatkan kepada Allah. Sebagaimana yang termaktub dalam Alquran surat Al-Tahrim ayat 11 yang berbunyi,

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِندَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Baca Juga:  Macam-macam Kitab Maulid Nabi Muhammad

Artinya: Dan Allah menjadikan istri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata , “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus, dan selamatkanlah dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku daari kaum yang zalim.”

Siti Asiyah dengan segala keberanian dan ketulusan hatinya memutuskan untuk merawat dan membiarkan bayi laki-laki dalam peti yang ia temukan di dekat sebatang pohon di tepi sungai untuk tetap hidup. Padahal, pada waktu yang bersamaan, sang suami tercinta telah menyebarkan berita untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang terlahir. Rasa kasih dan sayang membuat ia menjadi wanita tegas untuk meminta agar sang suami mengizinkannya membesarkan bayi itu.

Pada suatu ketika Fir’aun bersama para anak buahnya berusaha merampas bayi itu dari dekapan Asiyah, tetapi ia memeluknya erat-erat sambil terus menghindar dari kejaran Fir’aun beserta anak buahnya itu. Mereka tak berani memaksa sang permaisuri, karena mereka tahu betapa tinggi kedudukannya di sisi suaminya. Akhirnya mereka tak berkutik dan hanya melihat ke arah sang raja. Dengan perasaan rasa cemas, Asiyah berkata kepada Fir’aun dan anak buahnya, “Bayi itu adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu, janganlah engkau membunuhnya, mudah-mudahan ia berguna kelak untuk kita atau kita angkat ia menjadi anak.” Ucapnya.

Bayi itu telah diberi nama Musa. Bayi ini yang kelak akan menjadi salah satu manusia pilihan tuhan untuk menyebarkan agama Islam. Dan tanpa diketahui Asiyah, bayi ini pulalah yang kelak juga akan membinasakan suaminya sendiri.

Setelah Musa menginjak usia dewasa dan mulai menyatakan bahwa ia adalah utusan Allah, saat itu juga Asiyah langsung menyatakan beriman. Asiyah menyadari bahwa pengakuan Fir’aun sebagai tuhan hanyalah omong kosong dan tidak benar. Ketika Fir’aun mengetahui keimanan istrinya, ia langsung mengurungnya di kamar yang sempit dan gelap. Dilarang berkomunikasi dengan siapapun di istana, serta tidak diberi makan dan minum kecuali sekedar sebagai penyambung nyawa. Asiyah tetap tabah menghadapi siksaan ini, ia percaya bahwa ia memiliki Allah yang selalu melindunginya.

Kemudian Asiyah berdoa kepada Allah agar dibangunkan rumah di surga Firdaus dan diselamatkan dari kaum yang zalim. Allah mengabulkan doanya, ia dijadikan sebagai salah satu dari para pemimpin wanita surga sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Rasululullah dalam salah satu hadisnya yang berbunyi,

Baca Juga:  Mengenal Sayyidah Umamah binti Abul Ash, Cucu Perempuan Kesayangan Nabi Muhammad

سَيِّدَاتُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ أَرْبَعٌ: مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَآسِيَةُ

Artinya: “Pemimpin-pemimpin perempuan ahli surga ialah ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulillah Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam, Khadijah binti khuwailid, dan Asiyah.” (HR. ‘Aisyah Ra.)

Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Asiyah setinggi derajat keimanannya kepada Allah dan penolakannya bertuhan kepada suaminya, Fir’aun. Setinggi penderitaan yang ia tanggung dan kegigihan berjuang menyelamatkan hidup Musa. Setinggi kedudukannya sebagai mata air cinta kasih dan pengayoman tanpa pamrih terhadap utusan Allah.

Maryam, Ibunda Nabi Isa

Lain Siti Asiyah, lain pula Siti Maryam ibunda Nabi Isa. Wanita ini juga memiliki kelebihan yang tak pernah Allah berikan kepada wanita ciptaan-Nya yang lain. Sikap dan action-nya yang membuat wanita ini terlihat cantik. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 42 yang berbunyi,

وَاِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفٰىكِ عَلٰى نِسَاۤءِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Dan (ingatlah) tatkala malaikat (Jibril) berkata, “Hai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memiihmu, mensucikanmu, dan melebihkanmu atas segala wanita di alam semesta (yang semasa dengan kamu).”

Ia menerima anugerah seorang anak lelaki dari Allah tanpa dijamah oleh seorang lelakipun. Dengan kuasa Allah, ketika malaikat Jibril meniupkan kantong baju Siti Maryam maka pada saat itu juga ruh manusia telah tertiup kedalam rahimnya.

Namun, untuk menjadi wanita pilihan tentunya tidaklah mudah. Ia harus menerima segala cacian, hinaan, dan fitnah dari masyarakat sekitarnya. Segala hujatan tentang hal-hal buruk telah mendarat di wajahnya. Fitnah itu tak lain adalah tuduhan atas dirinya yang katanya telah berzina. Selain itu, Siti Maryam sesungguhnya adalah wanita yang ditinggal wafat ayahnya sejak kecil. Namun, ia masih bisa menjalani kehidupan dengan ceria dan selalu bersemangat.

Siti Maryam selalu tabah menjalani cobaan yang diberikan Allah. Meski harus sendiri, ia akhirnya merawat dan membesarkan titipan Allah itu dengan rasa syukur dan tak henti tetap meminta pertolongan Allah. Maka tak perlu heran apabila Allah menjadikannya pemimpin surga bersama wanita pilihan lainnya.

Para Ummul Mukminin

Pada masa awal perkembangan Islam, Khadijah radliyallahu ‘anha adalah perempuan pertama yang ikut aktif dalam perjuangan Rasulullah. Peran aktifnya bahkan sudah dimulai jauh sejak Rasulullah belum diangkat sebagai utusan Allah. Juwairiyah binti Harits adalah istri Rasulullah yang berperan sebagai juru damai antara kaum Muslimin dan kelompok Bani Mustholiq. Adapun ‘Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Rasulullah yang paling tenar dalam perjuangan Islam. Di samping karena kecerdasan dan kecantikannya, ia juga terkenal dengan keberaniaanya tampil di wilayah publik dan bersaing dengan dominasi laki-laki, seperti Umar ibn Khattab, Utsman ibn Affan, terlebih dengan Ali ibn Abi Thalib.

Baca Juga:  Persahabatan Antara Aisyah dan Perempuan Yahudi

Masih banyak kisah lain yang mengungkap heroisme perempuan dalam penyebaran Islam. Hal ini tentu berbeda dengan perjuangan masa sekarang, di mana perang terbuka nyaris tak ada. Meskipun perempuan saat ini tidak mungkin melakukan apa yang perempuan muslimah lakukan di zaman dahulu, namun mereka bisa menjadi perempuan yang hebat dan menghebatkan. Tak hanya memiliki paras cantik, namun juga dibarengi dengan hati dan kekuatan yang cantik.

Sebagaimana ungkapan al-maghfurlah Gus Miek tentang Ayu Wedayanti yang menurutnya berhak meneruskan kepemimpinan Jam’iyyah, tentang Erna Jailani yang cerdas dalam memahami ajaran yang disampaikannya, atau tentang Mbak Nur (putri kiai Dalhar) yang menurutnya memiliki kapasitas 100 perempuan.

Mungkin kita bisa sedikit merenungi bersama perkataan yang dibawakan oleh Dr. Layyinah Al-Himshi yag sudah menulis berjilid-jilid buku yang menjadikannya wanita hebat dan sukses. Bahwa,

“Seorang muslimah bukanlah objek untuk bersenang-senang, bukan sekedar perantara melahirkan generasi penerus, bukan burung bersayap patah yang menyembunyikan luka mendalam di balik jubah hitamnya. Tapi seorang muslimah berhak untuk menerima dan menguasai ajaran-ajaran agama serta menjadi pendidik yang baik. Oleh karenanya, perempuan berhak meraih kemuliaan. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk meraup ridla Allah”.

Terdapat banyak sekali serba-serbi makna cantik yang bisa kita ambil dari kisah perempuan hebat Islam. Sekaranglah waktu bagi kita untuk merubah sudut pandang mengenai makna cantik. Yang harus ada di pikiran dan hati kita bahwa cantik itu adalah saat kita berbuat sesuatu. Tidak berhenti sampai di sini, level cantik dapat meningkat saat kita berbuat sesuatu yang positif untuk diri kita sendiri, lebih-lebih untuk orang lain. Jangan biarkan otot tangan kita kaku sebab tak pernah berbuat apapun. Jangan acuhkan bibir kita mengering karena tak pernah memberi nasihat atau sharing dengan teman-teman kita. Terakhir, jangan biarkan paras cantik wajah kita kesepian tanpa paras hati dan sikap yang baik pula. Wallahua’lam.

Rekomendasi

perempuan rentan terpapar ekstrimisme perempuan rentan terpapar ekstrimisme

Taliban: Tak ada Tempat Bagi Perempuan di Afghanistan

juna hate speech perempuan juna hate speech perempuan

Chef Juna: Perempuan Memiliki Hak atas Tubuhnya dan Hate Speech yang Menimpa Perempuan

hukum islam perjalanan perempuan hukum islam perjalanan perempuan

Hukum Islam Terkait Mahram pada Perjalanan Perempuan: Kehadiran Negara Pun Diperlukan

Kisah Perempuan yang Hanya Berbicara dengan al-Qur’an

Ditulis oleh

Santri Tahfidz Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuwangi Jawa Timur

Komentari

Komentari

Terbaru

Konferensi Pemikiran Gus Dur Perdana, Hadirkan Pramono Anung, Mahfud MD, dan Sinta Nuriyah Konferensi Pemikiran Gus Dur Perdana, Hadirkan Pramono Anung, Mahfud MD, dan Sinta Nuriyah

Konferensi Pemikiran Gus Dur Perdana, Hadirkan Pramono Anung, Mahfud MD, dan Sinta Nuriyah

Berita

Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah? Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah?

Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah?

Kajian

Jangan Sampai Terlewat! El-Bukhari Kembali Membuka Pendaftaran Sekolah Hadis 2025 Jangan Sampai Terlewat! El-Bukhari Kembali Membuka Pendaftaran Sekolah Hadis 2025

Jangan Sampai Terlewat! El-Bukhari Kembali Membuka Pendaftaran Sekolah Hadis 2025

Berita

Pasangan Bukan Tempat Rehabilitasi: Mengapa Hubungan Tidak Bisa Menggantikan Proses Pemulihan Diri Pasangan Bukan Tempat Rehabilitasi: Mengapa Hubungan Tidak Bisa Menggantikan Proses Pemulihan Diri

Pasangan Bukan Tempat Rehabilitasi: Mengapa Hubungan Tidak Bisa Menggantikan Proses Pemulihan Diri

Keluarga

Hak-Hak Anak Yang Harus Dipenuhi Orang Tua Menurut Imam Ghazali Hak-Hak Anak Yang Harus Dipenuhi Orang Tua Menurut Imam Ghazali

Hak-Hak Anak yang Harus Dipenuhi Orang Tua Menurut Imam Ghazali

Keluarga

Bagaimana Hukum Salat Pakai Sarung Tangan bagi Perempuan Bagaimana Hukum Salat Pakai Sarung Tangan bagi Perempuan

Bagaimana Hukum Salat Pakai Sarung Tangan bagi Perempuan

Ibadah

Raya, Balita Sukabumi yang Tak Selamat Karena Cacingan Akut: Saat Kemiskinan Mengalahkan Hak Hidup Anak Raya, Balita Sukabumi yang Tak Selamat Karena Cacingan Akut: Saat Kemiskinan Mengalahkan Hak Hidup Anak

Raya, Balita Sukabumi yang Tak Selamat Karena Cacingan Akut: Saat Kemiskinan Mengalahkan Hak Hidup Anak

Muslimah Talk

Benarkah Islam Agama yang Menganjurkan Monogami?

Kajian

Trending

Doa yang Diajarkan Nabi kepada Abu Bakar untuk Diamalkan Sehari-hari

Ibadah

Benarkah Islam Agama yang Menganjurkan Monogami?

Kajian

Rahmah El-Yunusiyah: Pahlawan yang Memperjuangkan Kesetaraan Pendidikan Bagi Perempuan

Muslimah Talk

Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah? Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah?

Benarkah Perayaan Maulid Nabi Bid’ah?

Kajian

Kenapa Harus Hanya Perempuan yang Tidak Boleh Menampilkan Foto Profil?

Diari

maria ulfah kemerdekaan indonesia maria ulfah kemerdekaan indonesia

Maria Ulfah dan Kiprahnya untuk Kemerdekaan Indonesia

Khazanah

Dunia Membutuhkan Sains dan Sains Membutuhkan Perempuan

Muslimah Daily

Nor “Phoenix” Diana: Gadis Pemalu Menjadi Pegulat Berhijab Pertama di Dunia Nor “Phoenix” Diana: Gadis Pemalu Menjadi Pegulat Berhijab Pertama di Dunia

Nor “Phoenix” Diana: Gadis Pemalu Menjadi Pegulat Berhijab Pertama di Dunia

Muslimah Talk

Connect