Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Siapa Itu Mualaf dan Sampai Kapan Disebut Mualaf?

Doa Mendengar Azan Keutamaannya
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Dalam kehidupan sehari-hari jamak kita mendengar kata ‘mualaf’. Kata ‘mualaf’ biasanya disematkan kepada orang yang baru masuk Islam. Namun terkadang predikat mualaf masih saja disematkan bahkan setelah berbupuluh-puluh tahun sejak keislamannya. Sesungguhnya siapa itu mualaf? Dan sampai kapan seseorang disebut mualaf?

Merujuk kepada Al-Qur’an, kata mualaf dapat dijumpai dalam surat al-Taubah ayat ke-60;

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui lagi Maha bijaksana”

Dari ayat di atas Imam al-Thabari mendefisikan mualaf dengan; orang-orang yang menyatakan masuk Islam pada masa permulaan islam dan mereka dijinakkan hatinya dengan diberi sedekah agar keyakinan terdahulunya menjadi lemah dan keislamannya semakin kuat.

Sementara al-Zuhri mengatakan bahwa muallaf adalah orang-orang yang masuk islam dari kalangan yahudi maupun nasrani walaupun seorang yang kaya. (Tafsir al-Thabari [juz XIV hal: 313])

Namun apa yang disampaikan Imam al-Thabari dan al-Zuhri tersebut bukanlah satu-satunya pengertian muallaf, dalam suatu riwayat dikatakan mualaf adalah orang-orang arab atau non arab yang oleh nabi diberi sedekah agar mau masuk Islam.

Dengan demikian muallaf menurut pendapat pertama adalah orang yang baru masuk Islam atau baru berpindah dari agama lain menuju agama Islam sedangkan menurut pendapat kedua mualaf adalah orang yang diberi sedekah agar mau masuk Islam.

Berangkat dari perbedaan definisi di atas maka para ulama berbeda pendapat mengenai apakah mualaf hanya ada pada masa Nabi atau masih ada sampai hari ini. Sebagian ulama mengatakan mualaf hanya ada pada masa nabi, sebagian yang lain mengatakan muallaf masih ada hingga detik ini. (al-Istidzkar [juz III hal: 211]).

Di antara ulama yang mengatakan mualaf hanya ada pada masa nabi adalah Imam Malik dan Imam al-Tsauri dan diantara ulama yang mengatakan mualaf masih ada hingga kini adalah Imam al-Syafi’i.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka bisa dipahami bahwa mualaf adalah predikat bagi seseorang yang baru masuk Islam dan keimanannya masih lemah sehingga ia diberi bagian zakat agar keimanannya menjadi kuat.

Oleh karena itu predikat mualaf tidak selamanya disandang, predikat mualaf akan berkahir jika keimanannya sudah kuat atau sudah berlalu waktu yang cukup untuk mempelajari ajaran-ajaran dasar dalam Islam.

Demikian penjelasan terkait siapa itu mualaf? Dan sampai kapan seseorang itu dikatakan mualaf. Wallahu a’lam bi al-shawab. 

Ditulis oleh Ach. Fawaid, salah seorang kontributor di Bincangsyariah.com. Tulisan ini merupakan kerja sama antara Bincang Syariah X Bincang Muslimah. Selama Ramadhan ini kami akan menayangkan pelbagai konten tentang “Islam Itu Mudah”. Ikuti terus konten keislaman Bincang Syariah selama Ramadhan 1443 H.

Rekomendasi

Islam Mengakui Eksistensi Perempuan Islam Mengakui Eksistensi Perempuan

Islam Mengakui Eksistensi Perempuan Sebagai Bagian dari Peradaban

Hukumnya Menjadi Hacker Islam Hukumnya Menjadi Hacker Islam

Apa Hukumnya Menjadi Hacker dalam Islam?

Cara Mengkritik Pemerintah Islam Cara Mengkritik Pemerintah Islam

RKUHP Disahkan; Cara Mengkritik Pemerintah dalam Islam

Islam Mengusung Visi Perdamaian Islam Mengusung Visi Perdamaian

Islam Sejak Awal Mengusung Visi Perdamaian

Redaksi
Ditulis oleh

Redaksi bincangmuslimah.com

Komentari

Komentari

Terbaru

Kisah Cinta Perempuan Cerdas Kisah Cinta Perempuan Cerdas

Kisah Cinta Perempuan Cerdas dan Pemuda Takwa

Khazanah

bertahan kdrt ketaatan suami bertahan kdrt ketaatan suami

Apakah Bertahan dalam KDRT Merupakan Bentuk Ketaatan pada Suami?

Kajian

amalan sunnah kebersihan badan amalan sunnah kebersihan badan

Beberapa Amalan Sunnah untuk Menjaga Kebersihan Badan

Kajian

Bolehkah Perempuan Membawa Kendaraan Sendiri?

Kajian

dalam Kitab Mafatih Al-Ghaib dalam Kitab Mafatih Al-Ghaib

Tafsir Keajaiban “Basmalah” dalam Kitab Mafatih Al-Ghaib (Bagian 4)

Kajian

Hukum Bermazhab alquran hadis Hukum Bermazhab alquran hadis

Hukum Bermazhab dalam Perspektif Alquran dan Hadis

Kajian

Beberapa Keutamaan Penuntut Ilmu Beberapa Keutamaan Penuntut Ilmu

Beberapa Keutamaan Penuntut Ilmu Menurut Imam Sulaiman Al-Bujairimi

Kajian

relasi muslim berbeda agama relasi muslim berbeda agama

Resensi Buku “Relasi Mubadalah Muslim dengan Umat Berbeda Agama”

Resensi

Trending

hukuman mendidik dalam islam hukuman mendidik dalam islam

Penerapan Hukuman yang Mendidik untuk Anak dalam Islam

Kajian

Arrijal Qowwamun 'alan Nisaa Arrijal Qowwamun 'alan Nisaa

Bagaimana Memahami Ayat “Arrijal Qowwamun ‘alan Nisaa”?

Kajian

kaki perempuan muslim aurat kaki perempuan muslim aurat

Apakah Kaki Perempuan Muslim Adalah Aurat?

Kajian

khadijah sahnun perempuan agama khadijah sahnun perempuan agama

Khadijah binti Sahnun, Perempuan Ahli Agama dan Politik

Khazanah

The Stoning of Soraya The Stoning of Soraya

Review Film “The Stoning of Soraya”; Suara Perempuan yang Dibungkam

Muslimah Talk

single mom ulama besar single mom ulama besar

Kisah Ibu dari Rabi’ah Ar-Ra’yi, Single Mom yang Didik Anaknya Jadi Ulama Besar

Khazanah

cara berpakaian kekerasan seksual cara berpakaian kekerasan seksual

Benarkah Cara Berpakaian Seseorang Menjadi Faktor Adanya Kekerasan Seksual?

Muslimah Talk

ulama perempuan kupi ii ulama perempuan kupi ii

Peran Ulama Perempuan dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II

Kajian

Connect