Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Pakaian Perempuan di Era Rasulullah, Edisi Penutup Kepala

perempuan mandiri secara finansial

BincangMuslimah.Com – Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Pakaian berfungsi sebagai pelindung, perhiasan, dan bahkan penanda status sosial. Pakaian sudah ada sejak kali pertama Nabi Adam dan istirnya tiba di bumi dan kemudian secara naluri mencari sesuatu untuk menutupi bagian tubuhnya. Pada era berikutnya, bentuk, jenis, dan bahan pakaian berkembang. Termasuk di masa Islam Rasulullah, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallama. Kali ini penulis akan membahas pakaian perempuan di era Rasulullah.

Mengenai pakaian di era Rasulullah, pembahasan ini perlu mencakup sisi budaya dan agama. Pada masa Rasulullah, pakaian perempuan muslim yang dikenakan adalah apa yang juga diperintahkan dalam Alquran dan disebutkan istilah-istilahnya di dalamnya. Pakaian yang dikenakan juga tidak lepas dari budaya dan kebiasaan pada masa itu karena iklim dan tujuan tertentu.

Dalam bahasa Arab, kata yang menunjukkan pakaian adalah Libāsun (لباس) yang diambil (isytiqoq) dari tiga huruf, yaitu lam-ba`-sin. Dalam kamus al-Muhith karya Fairuzzabadi dijelaskan,

اللُبْسُ بالضم مصدر قولك لبست الثوب البسه واللَبس بالفتح مصدر قولك لبستُ عليه الأمر خلطته واللباس ما يلبس

Artinya: Al-Lubsu dengan dhommah adalah mashdar dari kalimat saat engkau mengucapkan, “aku mengenakan baju maka aku memakainya,” sedangkan al-Labsu dengan fathah adalah mashdar dari kalimat saat engkau mengucapkan “aku mencampurkan suatu perkara maka aku mencampurnya (kebingungan)”. Dan al-Libās adalah apa yang dikenakan.

Lafaz al-Libās juga banyak disebut dalam ayat-ayat Alquran, salah satunya dalam surat al-A’rof ayat 26,

يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

Artinya: Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.

Dalam buku al-Libās fi ‘Ashri ar-Rasul karya Muhammad bin Faris al-Jamil, tercatat ada banyak istilah dan jenis pakaian perempuan di masa Rasulullah. Pakaian yang dicatat oleh Faris al-Jamil pun terklasifikasi ke beberapa bagian. Di antaranya adalah Libās ar-Ra`si (pakaian kepala), Libās al-Wajhi (pakaian wajah), Libās al-Badan (pakaian badan), Libās al-Yad (pakaian tangan), Libās al-Qidam (pakaian kaki).

Kali ini penulis akan mengulas pakaian kepala bagi perempuan di era Rasulullah terlebih dahulu.

Al-Khimār

Khimar berarti sesuatu yang dikenakan perempuan untuk kepalanya. Diterangkan di dalamnya,

الخمار: ما تغطي به المرأة رأسها

Khimar adalah sesuatu yang dikenakan oleh perempuan untuk menutup kepalanya. Khimar juga disebutkan dalam Alquran surat an-Nur ayat 31,

 وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ

Artinya:  Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya

Perintah mengulur khimar ke dadanya karena pada masa itu, perempuan hanya menggantungkan khimarnya ke bagian punggung saja sehingga leher, dada, dan telinganya nampak. Maka Allah memerintahkan perempuan untuk mengenakan khimarnya sampai terulur menutupi dadanya. Dalam konteks ini, khimar yang dimaksud pada zaman Nabi dan Alquran adalah kain yang menutupi kepala dan menjulur hingga ke dada sehingga bisa menutupi telinganya, leher, dan dadanya.

Dalam hadis Nabi juga disebutkan tentang syarat sahnya shalat, yaitu harus mengenakan khimar,

لا يقبل الله صلاة حائض إلا بخمار (رواه أبو داود)

Artinya: Allah tidak menerima shalatnya perempuan yang telah haid (baligh) kecuali mengenakan khimar (menutup aurat). (HR. Abu Daud)

Syarat khimar yang diperintahkan untuk dikenakan oleh perempuan adalah khimar yang menutup bagian telinga, leher, pundak, hingga dada dan yang jelas tidak menerawang. Khimar yang disyaratkan menjulur sampai dada, karena pada masa itu perempuan biasanya mengenakan baju kurung yang mana jika menunduk bagian dadanya nampak. Maka fungsi menjulurkan khimar hingga ke dada adalah untuk menghilangkan potensi nampaknya bagian dada wanita saat menunduk. Adapun warna untuk khimar tidak ditentukan dengan warna tertentu.

An-Nashif

Kata Nashif muncul pada beberapa hadis Rasulullah  salah satunya ada pada hadis yang membicarakan tentang keutamaan jihad,

وَسَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَرَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ غَدْوَةٌ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَقَابُ قَوْسِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْجَنَّةِ أَوْ مَوْضِعُ قِيدٍ يَعْنِي سَوْطَهُ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ لَأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلَأَتْهُ رِيحًا وَلَنَصِيفُهَا عَلَى رَأْسِهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya:, dan aku mendengar Anas bin Malik radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Pergi keluar berperang di jalan Allah pada awal (pagi) hari atau pergi keluar berperang pada akhir (siang) hari lebih baik dari pada dunia dan seisinya. Dan sungguh panjang (sehasta) busur panah seorang dari kalian di surga atau tempat (sarung) cambuknya lebih baik dari dunia dan seisinya. Dan seandainya seorang perempuan (bidadari) penduduk surga muncul di tengah penduduk bumi niscaya ia akan menerangi apa yang ada diantara keduanya (cakrawala langit dan bumi) dan aroma wanginya akan memenuhi cakrawala itu dan sungguh kerudung yang ada di kepalanya itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya”. (HR. Bukhari)

Beberapa sejarawan dan ahli tata bahasa Arab mengartikan makna nashif dengan khimar. Seperti Ibnu Manzur, ia mengartikan nashif dengan khimar,

…..أن النصيف: الخمار، وقد نصفت المرأة رأسها بالخمار وانتصفت الجارية وتنصفت اختمرت

Artinya: Bahwa makna nashif adalah khimar, sungguh, perempuan telah menutupi kepalanya dengan khimar, dan budak perempuan mengenakan nashif artinya mengenakan khimar.

Sama halnya dengan Fairuzzabadi, ia sepakat dengan Ibnu Manzur yang mengartikan nashif sebagai khimar. Hal ini karena merujuk pada hadis Nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah,

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم …….ولنصيف امرأة من الجنة خير من الدنيا ومثلها معها قلت يا أبا هريرة ما النصيف قال الخمار

Artinya: dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:……… perempuan yang memiliki nashif dari surga itu lebih baik daripada dunia dan semumpanya dan yang ada bersamanya,” aku (Rasulullah) bertanya, “Wahai Abu Hurairah, apa itu nashif?” Abu Huraiah menjawab, “khimar.”

Dari beberapa sumber, bisa diketahui bahwa nashif adalah penutup kepala yang hampir sama dengan khimar. Namun, sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad bin Fairis al-Jamil, nahsif ukurannya sedkit lebih besar daripada khimar. Karena nashif dimaknai sebagai penutup kepala yang menjulur hingga hampir ke seluruh tubuh, yaitu separuhnya. Itulah alasan dinamai nashif karena berasal dari nishfun (نصف) yang berarti setengah.

Demikian dua pakaian atau penutup kepala di masa Rasulullah. Dua pakaian tersebut hingga kini masih terus dikenakan oleh perempuan muslim dunia. Wallahu a’lam.

 

 

Rekomendasi

pakaian rasulullah penutup kepala pakaian rasulullah penutup kepala

Pakaian Laki-laki di Era Rasulullah Edisi Penutup Kepala

islam kenyamanan perempuan pendapat islam kenyamanan perempuan pendapat

Islam Menyediakan Kenyamanan pada Perempuan untuk Mengemukakan Pendapat

perempuan berdua sopir taksi perempuan berdua sopir taksi

Perempuan hanya Berdua dengan Sopir Taksi, Apakah Disebut Khalwat?

pakaian perempuan penutup badan pakaian perempuan penutup badan

Pakaian Perempuan di Masa Rasulullah, Edisi Penutup Badan

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

islam menghapus diskriminasi perempuan islam menghapus diskriminasi perempuan

Kehadiran Islam Menghapus Tradisi Diskriminasi Pada Perempuan

Muslimah Talk

masjid dhirar tempat ibadah masjid dhirar tempat ibadah

Masjid Dhirar dan Tragedi Perusakan Tempat Ibadah

Khazanah

perempuan bela diri senjata perempuan bela diri senjata

Perempuan Perlu Mahir Ilmu Bela Diri Bahkan Memiliki Senjata

Muslimah Talk

kelompok seruan meninggalkan hadis kelompok seruan meninggalkan hadis

Menyikapi Kelompok yang Melakukan Seruan untuk Meninggalkan Hadis

Khazanah

darah istihadhah hentakan setan darah istihadhah hentakan setan

Benarkah Darah Istihadhah Berasal dari Hentakan Setan?

Kajian

duo ibnu hajar islam duo ibnu hajar islam

Mengenal Duo Ibnu Hajar dalam Literatur Islam

Khazanah

mandi jumat sunnah shalat mandi jumat sunnah shalat

Apakah Mandi Hari Jumat Hanya Sunnah untuk yang Melaksanakan Shalat Jumat?

Kajian

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

Trending

tuna netra waktu shalat tuna netra waktu shalat

Cara Penyandang Tuna Netra dalam Memperkirakan Waktu Shalat

Ibadah

sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah

Tasawuf Cinta Murni Sufi Rabi’ah al-Adawiyah

Diari

nafkah keluarga ditanggung bersama nafkah keluarga ditanggung bersama

Nafkah Keluarga Boleh Ditanggung Bersama-Sama

Kajian

al-Mulk anjuran untuk merantau al-Mulk anjuran untuk merantau

Haruskah Laki-Laki Memberikan Kursi pada Perempuan di dalam Transportasi Umum?

Muslimah Talk

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

perempuan korban kekerasan zakat perempuan korban kekerasan zakat

Bisakah Perempuan Korban Kekerasan Menjadi Penerima Zakat?

Kajian

anak berbeda orang tua anak berbeda orang tua

Pandangan Islam Jika Anak Berbeda dengan Keinginan Orang Tua

Keluarga

fenomena adopsi spirit doll fenomena adopsi spirit doll

Fenomena Adopsi Spirit Doll dan Pandangan Islam Terhadapnya

Berita

Connect