Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Khidmat Sosial Perempuan Pada Zaman Rasulullah Saw

BincangMuslimah.Com – Perempuan di zaman Rasulullah dapat dijadikan contoh dan panutan dalam kehidupan saat ini. Ketertarikan dalam sosial ini, merujuk kepada sebuah praktikal amalan kebajikan, kebaikan dan perkara makruf berdasarkan keperluan kumpulan komuniti dalam masyarakat.

Dalam Islam, peranan perempuan sangat penting dalam keluarga, maupun dalam masyarakat. Pada zaman Rasulullah, kaum perempuan tidak dipandang rendah karena mereka sangat memahami tanggungjawab agama yang perlu dilaksanakan tanpa mengabaikan pedoman syariat dalam kehidupan sosial mereka. Khidmat yang dimaksud ialah sejumlah orang yang bergabung dan bekerjasama melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri mereka dan masyarakat awam, baik dalam bidang ibadah, keilmuan dan hiburan.

Khidmat juga merupakan kegiatan yang dilakukan oleh satu atau beberapa orang secara sukarela sebagai pengabdian terhadap masyarakat dalam bidang pendidikan, bakti sosial, dan sebagainya. Pada zaman Rasulullah, perempuan memiliki sumbangan yang besar dalam aspek kebudayaan dan peradaban sama dengan lelaki, ikut dalam medan pertempuran, memberikan hartanya untuk Islam, dan kegiatan lainnya yang membangun agama. Berikut ini merupakan tumpuan bidang perempuan zaman Rasulullah dalam kegiatan sosial:

Dalam Ilmu Pendidikan

Zaman era Madinah, kaum perempuan banyak mendapatkan kesempatan yang besar dalam ilmu pendidikan. Mereka terus mempelajari ajaran-ajaran agama dari Rasulullah. Bahkan Rasulullah menganjurkan pentingnya pengajaran bagi setiap kaum perempuan. Seperti dari kalangan sahabat perempuan, juga ada ahli pidato seperti Asmā binti al-Ansāriyyah, dan sahabat yang terkenal dengan kecerdasannya seperti Ummu Darda’. Perempuan dalam mempelajari ilmu pendidikan mereka menghafal hadis-hadis dan sebagainya.

Dalam Golongan Sukarelawan

Para sahabat perempuan zaman Rasulullah menunjukkan pentingnya peranan perempuana dengan aktif dalam perkembangan Islam. Pengertian sukarelawan disini ialah sebagai amalan dermawan, amalan sunat, ihsan, mengutamakan orang lain dari kepentingan diri sendiri dan selalu berbuat kebajikan. Sebagaimana Aisyah r.a beliau dalam keadaan berpuasa, pernah membahagiakan dan membelanjakan harta kepada orang lain dan sukarela memberikan hartanya sebagai tanda ketaatan kepada Allah Swt.

Dalam bidang Pertanian dan Perdagangan

Kegiatan yang mulia lainnya dari kalangan perempuan ialah selalu menjamu tamu karena mempunyai ladang sejenis ubi dan setiap jum’at perempuan ini selalu memberikan lauk sejenis sup untuk selalu dihidangkan kepada sesiapa yang hadir. Kemudian bidang perdagangan seperti Khadijah r.a. Zaman Rasulullah setiap masyarakat bebas bergerak dan berinteraksi baik dalam peternakan, pertanian, dan sebagainya. Ketika di Madinah, seorang bernama al-Hawlā menjual minyak atar.

Dalam bidang Pengobatan

Bidang pengobatan juga sangat masyhur pada zaman Rasulullah. Perempuan terhimpun dalam dirinya kebijaksanaan ilmu pengobatan ini bernama al-Shifā binti Abdullah al-Qurshiyyah merupakan seorang perempuan yang cerdas dan ahli mengobati penyakit namlah dengan ruqyah dan diakui oleh Rasulullah (Mahmūd Mahdiyy & Mustafā Abū al-Nasr 1992: 228).

Dalam bidang Mendandani Pengantin

Sebagian sahabat perempuan juga mempunyai keahlian dalam menghiasi dan mengurus perhiasaan para perempuanuntuk hari perkawinannya seperti Asmā’ mendandani ‘Aisyah dalam perkawinannya dengan Rasulullah saw. Selain itu, juga ada kalangan perempuan yang menepuk gendang seperti Arnab al-Madaniyyah yang terkenal sebagai penyanyi nasyid di Madinah (‘Ismah al-Din 1993)

Rekomendasi

Mengapa Perempuan Harus Berpendidikan? Mengapa Perempuan Harus Berpendidikan?

Sebuah Opini : Mengapa Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi?

Maula Sari
Ditulis oleh

Mahasiswi S2 program study Al-Quran dan Hadits di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Komentari

Komentari

Terbaru

Beberapa Hal Yang Patut Diketahui Perempuan Ketika Mengalami Nifas

Muslimah Daily

menolak dijodohkan menolak dijodohkan

Lima Bahasa Cinta: Suami Istri Perlu Tahu

Diari

An-Nur 32 An-Nur 32

Tidak Menyebutkan Jumlah Mahar, Sahkah Akad Nikah?

Kajian

Resensi Buku: Perempuan Ulama di Atas Panggung Sejarah

Diari

Hak Khiyar dalam Pernikahan

Kajian

Pemahaman Fase Menopause Bagi Perempuan Berusia 40an dan Cara Mengatasinya

Diari

Parenting Islami: Ini Adab Ketika Bersin yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Keluarga

Hukum Tayamum bagi Istri yang Dilarang Bersuci Menggunakan Air oleh Suami

Ibadah

Trending

Tiga Wasiat Terakhir Sayyidah Fatimah Kepada Sang Suami

Keluarga

Ummu Sulaim Ummu Sulaim

Ibu Sempurna dalam Pandangan Masyarakat

Diari

Tengku Fakinah, Ulama Perempuan Hebat dari Tanah Rencong

Muslimah Talk

Toleransi: Perjumpaan Islam dengan Nasrani dan Romawi

Kajian

The Queen’s Gambit: Representasi Diskriminasi pada Perempuan

Muslimah Daily

Ini Lima Hal yang Patut Diketahui Muslimah sebelum Menerima Pinangan

Ibadah

hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran

Tidak Hanya Laki-laki, Perempuan Juga Berhak Memilih Calon Suaminya!

Kajian

Perempuan dalam Perspektif Tafsir Klasik dan Kontemporer

Kajian

Connect