Ikuti Kami

Kajian

Isu Vaksin Haram dan Makna Darurat Menurut Fikih

Vaksin Haram makna darurat
Vials of vaccine for Covid-19 to be administered by injection

BincangMuslimah.Com – Pandemi covid-19 sudah berjalan lebih dari satu tahun. Dampaknya sangat luar biasa berpengaruh dalam setiap lini kehidupan manusia. Pemerintah berkali-kali mengeluarkan upaya dan aturan kepada segenap warga Indonesia demi menanggulangi wabah ini. Salah satu upaya pencegahan dan pengurangan efek dari terdampak virus ini adalah dengan vaksin. Belum lagi vaksin disuntikkan kepada seluruh warga, isu vaksin haram sudah ramai diperbincangkan.

Sebagai negara yang mayoritasnya merupakan pemeluk agama Islam, kita memang perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi atau menggunakan kebutuhan dan meninjaunya dari segi halal dan haramnya. Karena itu adalah salah satu bentuk ikhtiar kita sebagai hamba Allah untuk takwa. Tapi, benarkah vaksin yang saat ini sedang diupayakan agar digunakan warga Indonesia dihukumi haram?

Isu vaksin haram sebenarnya sudah tidak asing lagi. Bukan hanya pada vaksin untuk virus corona, tapi juga vaksin untuk virus lainnya, salah satunya adalah vaksin polio. Dalam dunia kedokteran, pembuatan vaksin melalui beberapa tahap. Dikutip dari beberapa artikel, salah satu tahapan produksi vaksin adalah pembibitan vaksin. Salah satu medianya adalah  enzim tripsin babi yang berguna sebagai kasalitator atau pemecah protein. Kemudian pada tahap beirkutnya, enzim tripsin babi ini dibersihkan. Sehingga, saat vaksin jadi dan bisa ditanamkan ke tubuh manusia, enzim tripsin babi tidak ada lagi.

MUI Pusat mengharamkan vaksin Astrazeneca pada unsur kandungannya. Tapi penggunaannya boleh karena unsur darurat. Sedangkan MUI Jawa Timur membolehkannya karena unsur istihalah (perubahan zat haram menjadi halal karena proses tertentu. Sedangkan MUI pusat tidak membenarkan adanya proses istihalah pada babi dan turunannya. Perbedaan ini sebenarnya tetap menghasilkan hukum akan kebolehan penggunaan vaksin Astrazeneca, hanya saja alasan kebolehannya berbeda.

Baca Juga:  Ajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-Laki dan Perempuan

Sedangkan dalam ranah fikih, seperti yang difatwakan oleh MUI Pusat tentang kebolehan vaksin Astrazeneca adalah karena darurat. Tentu kita perlu menelaah, apa makna darurat menurut fikih Islam dan apa saja standar darurat tersebut?

Dalam kitab tafsir karya Ibnu Katsir yang berjudul Tafsir al-Qur`an al-Adzhiim disebutkan makna darurat yang menjelaskan ayat 173 dari surat al-Baqoroh. Ayat tersebut berbunyi:

اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Dijelaskan oleh Ibnu Katsir bahwa makna darurat pada ayat ini adalah kondisi saat seseorang tidak punya pilihan untuk menghindar. Seperti keterangannya berikut:

وحكى القرطبي عن مجاهد في قوله: {فَمَنِ اضْطُرَّ} أي: أكره على ذلك بغير اختياره

Imam Qurthubu diceritakan (disampaikan) oleh Mujahid tentang firman Allah (sesiapa yang terpaksa) maksudnya adalah sesiapa yang terpaksa (tidak mau melakukan) tapi tak punya pilihan lain.

Sedangkan dalam keterangan kitab Fadhlu Rabbi al-Baryyah Syarh karya Abu al-Hasan ‘Ali bin Ramli al-Mukhtar, seorang ulama berkebangsaan Yordania dalam bab at-Thib (kedokteran) menyebutkan akan bolehnya menggunakan barang haram untuk pengobatan. Hal ini dibolehkan jika penggunaan tersebut karena unsur darurat.

Begitu juga sang Guru Besar dan ulama Ushul Fikih di Universitas Madinah, Muhammad bin Husein Ibnu Hasan al-Jayzani mendefinisikan kata darurat dalam kitabnya, ad-Dharuriyyat asy-Syar’iyyah seperti ini:

Baca Juga:  Upaya Gus Dur Untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender

الحاجةُ الشديدةُ الملجئةُ إلى ارتكاب محظورٍ شرعيٍّ

Artinya: Kebutuhan mendesak untuk menggunakan/mengkonsumsi/memanfaatkan sesuatu yang dilarang dalam syariat.

Beliau berpedoman pada kaidah-kaidah fikih mengenai kondisi darurat yang terjadi saat melakukan hal yang sebelumnya dilarang. Kaidah tersebut, misalnya Dar`u al-Mafasid Muqoddam ‘ala Jalbi al-Mashalih (mencegah lebih baik daripada mengobati), al-Ahkam asy-Syar’iyyah Masyruthotun bil Qadri wal Istitho’ah (hukum-hukum syariat sesuai kadar kemampuan dan kondisi).

Ini bukan berarti hendak memainkan agama, tapi justru menjadi batasan sekaligus keleluasaan dalam beribadah. Islam tidak hendak menyulitkan, juga tidak meremehkan.

Bagaimana memandang vaksin Astrazeneca ini? Meski MUI Pusat dan MUI Jawa Timur memiliki alasan yang berbeda akan kebolehan vaksin ini, sebagai muslim alangkah baiknya memang lebih mengutamakan keselamatan diri di tengah maraknya wabah Covid-19. Penggunaan vaksin apapun, sesuai yang disediakan oleh pemerintah dalam upaya meminimalisasi atau menekan angka kematian karena virus ini harus segera dilaksanakan.

Meski terdapat pilihan vaksin Sinovac dan Astrazeneca, tapi kita tak bisa sepenuhnya memilih untuk menggunakan jenis vaksin yang mana. Semua tergantung pada stok yang tersedia dan juga efektivitas yang telah ditemukan oleh beberapa peneliti. Terlebih juga beberapa ahli biologi dan dokter mengatakan bahwa unsur enzim tripsin babi sudah tidak ada setelah vaksin jadi dan siap digunakan sebagai penguat sistem antibodi dalam tubuh manusia.

Jika beberapa ahli biologi dan dokter mengatakan bahwa vaksin ini sudah tidak lagi mengandung unsur babi setelah menjadi vaksin, maka perlulah kita yakini. Cermatlah dalam menerima informasi, jangan mudah percaya akan informasi yang tersebar terutama mengenai kandungan vaksin ini. Karena keselamatan manusia jauh lebih penting. Wallahu a’lam bisshowab.

 

Rekomendasi

Hukum mengkonsumsi ulat sagu Hukum mengkonsumsi ulat sagu

Hukum Mengonsumsi Ulat Sagu

melebur dosa ghibah doa melebur dosa ghibah doa

Penyebab Seseorang Melakukan Ghibah

vabbing tiktok hukumnya islam vabbing tiktok hukumnya islam

Mencampuri Urusan Orang Lain di Medsos Termasuk Ghibah

Apa Hukum Makanan Yang Apa Hukum Makanan Yang

Apa Hukum Makanan Yang Dicampur Dengan Rum Saat Proses Pengelolahan?

Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

Biografi Siti Suryani Thahir Biografi Siti Suryani Thahir

Biografi Siti Suryani Thahir: Perintis Majelis Taklim Jakarta

Muslimah Talk

Perempuan Bekerja saat Iddah Perempuan Bekerja saat Iddah

Bolehkah Perempuan Bekerja saat Masa Iddah?

Kajian

Belum Berhaji Menjadi Badal Haji Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Hukum Orang yang Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Ibadah

Biografi Yenny Wahid Biografi Yenny Wahid

Biografi Alissa Wahid: Pejuang Moderasi Beragama Perempuan Indonesia

Muslimah Talk

meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme

Langkah-langkah dalam Memahami Alquran

Ibadah

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Kajian

denda larangan haji denda larangan haji

Denda yang Harus Dibayar saat Melanggar Larangan Haji

Ibadah

Tiga macam ibadah haji Tiga macam ibadah haji

Tiga Macam Ibadah Haji, Apa Saja?

Kajian

Trending

Empat Karakteristik Kebudayaan Islam yang Dibawa Rasulullah

Kajian

Sayyidah Aisyah Sayyidah Aisyah

Belajar dari Fitnah yang Menimpa Sayyidah Aisyah  

Muslimah Daily

Makna Tawakkal atau Berserah Diri kepada Allah

Ibadah

butet manurung model barbie butet manurung model barbie

Butet Manurung, Dari Sokola Rimba Hingga Global Role Model Barbie

Diari

Kesalehan dan Domestikasi Perempuan Kesalehan dan Domestikasi Perempuan

Halal Lifestyle; Tawaran Gaya Hidup untuk Muslim Perkotaan

Muslimah Talk

Shafiyyah huyay istri nabi Shafiyyah huyay istri nabi

Shafiyyah binti Huyay, Perempuan Yahudi yang Masuk Islam dan Jadi Istri Nabi

Khazanah

Resensi Buku Feminisme Muslim di Indonesia

Diari

fomo media sosial islam fomo media sosial islam

Upaya Menghindari Fomo dalam Kacamata Islam

Muslimah Talk

Connect