Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Hukum Arisan Menurut Islam

Hukum Arisan Menurut Islam
gettyimages.com

BincangIslam.Com – Dalam Islam arisan dianggap sebagai salah satu cara untuk menabung dan memanfaatkan perputaran uang. Selain itu, arisan juga dianggap memberikan keuntungan jika dia mendapat undian sesuai dengan waktu yang tepat. Tapi, apa hukum arisan itu sendiri menurut Islam?

Hukum arisan sendiri secara umum dikategorikan sebagai akad muamalah yang belum pernah dijelaskan secara detail dalam Al-Qur’an atapun hadis, yang mana hukumnya dikembalikan kepada hukum asal dari muamalah yaitu dibolehkan (Mubah).

Para ulama menjelaskan perihal arisan tersebut dengan menyebutkan,

الأصل في العقود والمعاملات الحل و الجواز

Pada dasarnya hukum transaksi dan muamalah itu ialah halal dan boleh. (Sa’dudin Muhammad Al-Kibyi, Al-Muamalah Al-Maliyah Al-Mua’shirah fi Dhaui Al-Islam, hal. 83)

Dalam Majmu’ul Fatawa Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa tidak boleh mengharamkan muamalah yang dibutuhkan manusia sekarang, kecuali kalau ada dalil (nash) dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang pengharamannya. (Majmu’ Al-Fatawa, juz. 29, hal.18)

Pendapat Para ulama di atas berlandaskan Nash Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana firman Allah,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً

Dialah Dzat yang menciptakan bagi kalian apa-apa yang ada di bumi ini semuanya. (QS. Al-Baqarah: 29)

Di dalam redaksi ayat yang lain disebutkan,

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً

Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah melapangkan (memudahkan) untuk kamu apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi dan Ia (Allah) telah sempurnakan untuk kamu nikmat-Nya yang nampak maupun yang tidak nampak. (QS. Luqman: 20)

Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memberikan semua yang ada di muka bumi untuk kepentingan manusia dimana para ulama menyebutnya dengan istilah “Al-Imtinan” atau anugerah/pemberian.

Oleh karena itu, segala sesuatu yang berhubungan dengan muamalah maka hukum asalnya adalah mubah atau boleh kecuali ada dalil yang menyebutkan tentang dalil keharamannya. (Al-Qurtubi, Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, juz 2, hal. 604)

Jadi, mengenai arisan sendiri tidak dijumpai dalilnya baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang melarangnya maka berarti hukumnya adalah mubah atau boleh.

Dalam hadis riwayat Abu Darda’, disebutkan bahwa Rasulullah bersabda,

ما أحل الله في كتابه فهو حلال وما حرم فهو حرام وما سكت عنه فهو عفو فاقبلوا من الله عافيته فإن الله لم يكن لينسى شيئاً وتلا قوله تعالى وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

Artinya: Apa-apa yang dihalalkan oleh Allah di dalam kitab-Nya maka hukumnya adalah halal dan apa-apa yang diharamkannya maka hukumnya adalah haram, adapun sesuatu yang tidak dibicarakannya maka dianggap sesuatu pemberian maka terimalah pemberiannya, karena Allah tidaklah lupa terhadap sesuatu, kemudian Beliau membaca firman Allah, “Dan tidaklah sekali-kali Rabb-mu itu lupa.” [QS. Maryam: 64]. (HR. al-Hakim)

Pada redaksi hadis di atas secara sharih (jelas) disebutkan bahwa sesuatu dalam muamalah yang belum pernah disinggung oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah maka hukumnya adalah “Afwun” atau pemberian dari Allah dan sesuatu yang boleh.

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah Allah berfirman,

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS. Al-Maidah: 2)

Ayat di atas menjelaskan tentang perintah untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan yang mana sesuai tujuan arisan sendiri yaitu menolong orang yang membutuhkan dengan cara iuran secara rutin dan bergiliran jadi termasuk tolong-menolong yang diperintahkan oleh Allah.

Sayyidah Aisyah dalam salah satu riwayatnya pernah bercerita,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ فَطَارَتْ الْقُرْعَةُ عَلَى عَائِشَةَ وَحَفْصَةَ فَخَرَجَتَا مَعَهُ جَمِيعًا

Artinya: Saat Rasullulah ketika pergi, Beliau mengadakan undian di antara istri-istrinya lalu jatuhlah undian itu pada Aisyah dan Hafsah maka kami pun bersama beliau. (HR. Muslim)

Dari Hadis tersebut kita dapat mengambil pemahaman bahwa boleh hukumnya melakukan undian dan tentunya yang tidak mengandung perjudian atau riba, maka selagi dalam arisan terdapat undian yang tidak mengandung perjudian atau riba, maka hukumnya adalah boleh-boleh saja.

Syekh Ibnu Utsaimin dalam karyanya Riyadhus Sholihin berfatwa bahwa,

“Arisan hukumnya ialah boleh dan tidak terlarang, barang siapa mengira bahwa arisan termasuk kategori memberikan pinjaman dengan mengambil manfaat maka anggapan tersebut merupakan keliru sebab semua anggota arisan akan mendapatkan bagiannya sesuai dengan gilirannya masing-masing.” (Riyadhus Sholihin, Ibnu Utsaimin, juz 1, hal. 838)

Itulah hukum arisan dalam Islam secara umum yaitu boleh. Namun, ada beberapa bentuk arisan yang diharamkan yaitu jika arisan dilakukan untuk ajang pamer dan riya’ yang mana digunakannya untuk meninggikan status sosial seseorang yang mana dapat memicu keretakan sosial. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam.

sekolah Hadis el-Bukhari Institute

Rekomendasi

sahabat memutuskan hukum nabi sahabat memutuskan hukum nabi

Bagaimana Para Sahabat Memutuskan Suatu Hukum Pasca Wafat Nabi Muhammad?

Larangan Bersikap Boros Islam Larangan Bersikap Boros Islam

Larangan Bersikap Boros dalam Islam

transfusi darah non muslim transfusi darah non muslim

Hukum Menerima Transfusi Darah dari Orang Non Muslim

pandangan islam pemimpin perempuan pandangan islam pemimpin perempuan

Mulai Ramai Menjelang Pemilu Serentak 2024, Begini Pandangan Islam Terhadap Pemimpin Perempuan

Ziadatul Widadz
Ditulis oleh

Aktivis IKSASS (Ikatan Santri Salafiyah Syafi'iyah) Surabaya

Komentari

Komentari

Terbaru

Kehidupan Muhammad Sebelum Nabi Kehidupan Muhammad Sebelum Nabi

Kehidupan Muhammad Sebelum Menjadi Nabi (2)

Khazanah

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kehidupan Muhammad Sebelum Menjadi Nabi (1)

Kajian

istri menjual mahar nikah istri menjual mahar nikah

Bolehkah Istri Menjual Mahar Nikah dari Suami?

Kajian

kepribadian muhammad sebelum kenabian kepribadian muhammad sebelum kenabian

Kepribadian Muhammad Sebelum Mendapatkan Risalah Kenabian

Khazanah

prank kdrt baim paula prank kdrt baim paula

Viral Prank KDRT Baim dan Paula; Sangat Nir-Empati

Muslimah Talk

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

Pelecehan Seksual Uskup Belo Pelecehan Seksual Uskup Belo

Belajar dari Kasus Pelecehan Seksual Uskup Belo; Anak-anak Rawan Korban Pemuka Agama

Muslimah Talk

pesantren tempat belajar terbaik pesantren tempat belajar terbaik

Dua Alasan Mengapa Pesantren Masih Menjadi Tempat Belajar Terbaik

Muslimah Talk

Trending

suami istri tersangka adopsi suami istri tersangka adopsi

Viral Suami Istri Jadi Tersangka Karena Adopsi Anak Sahabat; Begini Cara dan Prosedur Legal Adopsi Anak

Kajian

doa anak alquran orang doa anak alquran orang

5 Doa untuk Anak dari Alquran yang Bisa Dibaca oleh Orang Tua

Ibadah

Menerima asi non muslim Menerima asi non muslim

Hukum Menerima Donor ASI Untuk Bayi dari Perempuan Non Muslim

Kajian

Rahasia Laut dalam Al-Qur’an Rahasia Laut dalam Al-Qur’an

Rahasia Laut dalam Al-Qur’an

Kajian

mahsa amini iran jilbab mahsa amini iran jilbab

Mahsa Amini; Simbol Perlawanan Perempuan Iran atas Pemaksaan Jilbab

Muslimah Talk

Perempuan Haid maulid nabi Perempuan Haid maulid nabi

Bolehkah Perempuan Haid Ikut Menghadiri Acara Maulid Nabi?

Kajian

pesantren tempat belajar terbaik pesantren tempat belajar terbaik

Dua Alasan Mengapa Pesantren Masih Menjadi Tempat Belajar Terbaik

Muslimah Talk

perbedaan agama penghalang warisan perbedaan agama penghalang warisan

Benarkah Perbedaan Agama Menjadi Penghalang Seseorang Mendapatkan Warisan ?

Kajian

Connect