Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Hukum-hukum Rujuk dalam Islam

berbuat baik pada perempuan
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Rujuk atau dalam bahasa Arab diungkapkan dengan lafadh al-raj’ah. Lafadh tersebut menurut lughat Masdar dari lafadh al-ruju’ ( kembali). Menurut syara’, raj’ah adalah mengembalikan istri yang masih dalam Iddah talak, ( masa penantian karena bercerai yang bukan ba’in) kepada pernikahan dengan jalan khusus.

Dalam kitab Fathul Qarib, Sheikh Muhammad bin Qasim al-Ghazziy (918 H / 1512 M) menyebutkan, apabila seseorang telah mentalak istrinya dengan satu kali talak, maka baginya boleh merujuknya, selama iddah belum selesai. Rujuk (kembali) itu bisa hasil dari seorang yang mengucapkan dengan beberapa lafadz, yang diantaranya “Aku kembali lagi kepadamu”.

Menurut pendapat yang lebih shahih lafal rujuk dari suami bisa dengan kata yang sharih dan kinayah, misal ucapan dari laki laki yang merujuk, seperti ” Aku mengembalikanmu dalam pernikahan mu”, atau “Aku memegangmu atas pernikahan” adalah dua kalimat sharih (terang) dalam rujuk. Dan ucapan ” Aku mengawinimu”, atau ” Aku menikahimu”, adalah dua kalimat kinayah rujuk (maka butuh terhadap niat).

Syarat orang yang merujuk adalah ahli nikah dengan sendirinya (seperti baligh, berakal, dan kehendak sendiri), kecuali orang yang sedang ihram ( meskipun ia tidak punya keahlian dalam menikahkan dirinya, tetapi rujuk nya adalah sah, sebab ihram adalah keadaan yang ‘Aridl (baru muncul), yang tidak sampai mencegah sahnya rujuk.

Dengan demikian, dihukumi sah rujuknya orang yang mabuk, dan tidak sah rujuknya orang yang murtad, anak kecil, dan orang gila, sebab mereka bukan orang orang yang dapat menikahkan dirinya sendiri. Lain halnya dengan orang yang bodoh dan hamba sahaya, rujuk mereka berdua adalah sah tanpa seizin dari wali dan Tuannya, meskipun permulaan nikahnya harus mendapat izin dari wali dan Tuannya.

Jika sudah habis masa iddahnya perempuan yang tertalak satu, maka bagi laki laki harus menikahinya dengan akad nikah yang baru. Dan perempuan sudah tertalak satu bersama suaminya setelah akad nikah itu, maka baginya masih ada sisa dari talak (jika ia telah tertalak satu, maka baginya masih ada dua talak, jika ia telah tertalak dua, maka baginya tinggal satu talak), baik perempuan tersebut sudah menikah dengan laki laki lain atau belum.

Apabila sang suami sudah menjatuhkan talak tiga terhadap isterinya, baik terjadi sebelum jima’ atau setelahnya maka perempuan tersebut tidak menjadi halal bagi laki laki nya. Kecuali dengan 5 syarat, yaitu:

  1. Sudah habis iddah nya ( masa penantian) sang perempuan dari suami yang mentalaknya.
  2. Perempuan tadi telah menikah lagi dengan laki laki lain ( bukan yang pertama) dengan akad nikah yang sah.
  3. Suami yang lain ( bukan yang pertama) sudah menyetubuhinya sebagaimana ia telah memasukkan batang dzakar atau seukurannya (bagi seorang yang terputus batang dzakarnya) di dalam qubul istri, bukan dalam duburnya (anus). Dengan syarat batang dzakarnya tegang ( ereksi), dan orang tersebut adalah orang yang memungkinkan jima’ ( bukan seorang bocah).
  4. Perempuan itu sudah tertalak ba’in dari suami yang kedua tersebut.
  5. Masa iddahnya dari suami yang kedua habis.

Rekomendasi

Avatar
Ditulis oleh

Pengajar di Pondok Pesantren Nurun Najah Pasuruan

Komentari

Komentari

Terbaru

Perkara Yang Membatalkan Wudhu Perspektif Empat Mazhab Perkara Yang Membatalkan Wudhu Perspektif Empat Mazhab

Perkara Yang Membatalkan Wudhu Perspektif Empat Mazhab

Ibadah

Hai Ladies, Mari Turut Serta Menjadi Aktor Kunci Penjaga Toleransi!

Diari

jenis mukena jenis mukena

Tiga Kesunnahan yang Dianjurkan Ketika Melakukan Shalat Fajar

Ibadah

apakah sikat gigi bisa menggantikan siwak? apakah sikat gigi bisa menggantikan siwak?

Apakah Sikat Gigi Bisa Menggantikan Siwak?

Ibadah

doa dalam wudhu doa dalam wudhu

Doa-doa dalam Wudhu Tidak Ada Sumber Hadisnya, Bolehkah Diamalkan?

Ibadah

menolak ruu-pks, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menolak ruu-pks, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Catatan Bagi Orang-Orang yang Menolak RUU-PKS

Diari

bolehkah berwudhu dengan bantuan bolehkah berwudhu dengan bantuan

Bolehkah Berwudhu Dengan Bantuan Orang Lain?

Ibadah

Berbicara Saat Berwudhu Berbicara Saat Berwudhu

Berbicara Saat Berwudhu, Batalkah?

Ibadah

Trending

Hukum Menghisap Kemaluan Suami

Kajian

Beauty Previllege, Menjadi Masalah Ketika Terobsesi dengan Kecantikan

Diari

dalil puasa rajab dalil puasa rajab

Berapa Hari Kita Disunnahkan Puasa Rajab?

Ibadah

Metode Nabi Muhammad Metode Nabi Muhammad

Parenting Islami: Tiga Langkah Membina Generasi Berkualitas bagi Perempuan Karir

Keluarga

Ini Keutamaan Bersedekah Di Bulan Rajab yang Perlu Kamu Ketahui

Ibadah

Mandi junub dan haid Mandi junub dan haid

Hukum Menggabungkan Mandi Jum’at Dengan Mandi Janabah, Bolehkah?

Ibadah

qabliyah shubuh qabliyah shubuh

Ini Surah-surah yang Sunah Dibaca Saat Shalat Qabliyah Shubuh

Ibadah

Jilbab, SKB 3 Menteri dan Kemerdekaan Perempuan

Diari

Connect