Ikuti Kami

Kajian

Kemuliaan Bulan Rajab Menurut Imam Ghazali

Kemuliaan Bulan Rajab ghazali
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Bulan Rajab merupakan bulan yang sangat mulia. Tak bisa dipungkiri, bulan Rajab dinanti oleh umat Islam. Pasalnya di dalamnya terdapat pelbagai kemuliaan. Salah satu kemuliaan bulan Rajab adalah dikabulkan oleh Allah segala doa dan hajat hamba-Nya. Berikut akan dijelaskan mengenai kemuliaan bulan Rajab menurut Imam Ghazali.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Mukasyafatul Qulub, halaman 270 menjelaskan bahwa term Rajab merupakan bentuk masdar at-tarjib. Kata Rajab ini kata Imam Al-Ghazali memiliki banyak sekali nama.

Pertama nama lain dari bulan Rajab adalah at-ta’zim. Yang berarti kemuliaan. Dinamakan demikian, pasalnya bulan ini adalah bulan mulia. Doa akan dikabulkan saat meminta pada Allah.

Yang kedua, nama Rajab juga dijelaskan pula memiliki arti sebagai al-Ashab (pencurahan). Pasalnya, pada bulan Rajab rahmat Allah diturunkan pada orang-orang yang bertaubat.

Ketiga, Rajab disebut juga dengan al-Asham (yang tuli), karena dalam bulan itu tidak didengar suara peperangan. Bulan Rajab itu termasuk di antara bulan haram. Yang diberarti diharamkan untuk berperang.

Keempat, dijelaskan juga bahwa Rajab merujuk pada nama sebuah sungai. Yang air suangai itu lebih putih dari susu. Pun airnya, lebih manis dari madu. Yang lebih dingin darip es.  Kata Imam Ghazali, orang yang akan minum dari  yang tidak akan meminumnya kecuali orang yang berpuasa di bulan Rajab.

Nabi Muhammad bersabda:

رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي

Artinya; Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Famadlan adalah bukan umatku”.

Pada sisi lain, Ahli isyarah berkata bahwa term Rajab itu terdiro dari tiga huruf, yakni; ra’, jim dan ba (ر-ج-ب). Yang setiap huruf tersebut memiliki makna yang berbeda.

Baca Juga:  Tanya Ustadzah: Sedang Haid, Apakah Boleh Baca Surah Yasin dengan Niat Hajat Tertentu ?

Kata Imam Ghazali, huruf ra berarti rahmatullaah (rahmat Allah). Adapun huruf jim, memiliki makna jurmul ‘abdi wa jinayatuhu (dosa dan pelanggaran hamba). Terakhir huruf ba berarti birrullaah (kebaikan Allah).

Hal ini sebagaimana Allah berfirman:

اجعل جرم عبدي بين رحمتي وبري

“Aku menjadikan dosa hamba-Ku di anatara rahmat dan kebaikan-Ku.”.

Demikian penjelasan kemuliaan bulan Rajab menurut Imam Ghazali. Semoga bermanfaat.

*Tulisan ini pernah terbit di Bincangsyariah.com

Rekomendasi

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Ditulis oleh

Redaksi bincangmuslimah.com

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect