Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Mengapa Nabi Muhammad Sangat Mewanti-wanti Paham Takfiri?

Nabi Muhammad paham takfiri
Sumber: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Fenomena takfiri atau memvonis muslim lainnya sebagai kafir atau murtad sudah tidak asing lagi di sekitar kita. Tuduhan ini biasanya dilontarkan kepada sesama muslim mengenai perbedaan ijtihad atau dilontarkan kepada orang-orang non-muslim. Padahal sejak dulu, Nabi Muhammad telah mewanti-wanti paham takfiri ini. 

Sedangkan, pengertian kafir merupakan seseorang yang berlawanan dengan iman. Menurut Abu Abdillah al-Dihbi, problematika takfiri bukan hanya terjadi pada zaman saat ini, penisbatan kafir sudah dimulai sejak 36 H, yang sering diperuntukkan orang-orang Khawarij—mereka yang keluar dari golongan Ali bin Abi Thalib—. Pada akhir-akhir ini, kita melihat bahwasannya pengeboman yang terjadi di Polsek Astana Anyar pada (7/12/2022), CNN melaporkan bom bunuh diri terjadi dilakukan oleh mantan narapidana terorisme. 

Jika kita runtut, problematika dari terorisme bersumber dari kekeliruan dalam memahami Alquran dan sunnah, maka seseorang dengan mudahnya memvonis orang lain yang berbeda dengan dirinya seorang kafir. Mereka beranggapan bahwasannya seseorang yang kafir wajib untuk dibunuh. 

فَإِذَا انْسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ، فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ، إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ  (التوبة: 5)

 Artinya: “Apabila sudah habis bulan-bulan mulia itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.” (QS. At-Taubah: 5). 

Secara sekilas, ayat di atas sering disalahpahami sebagai perintah yang menunjukkan untuk memerangi orang-orang kafir dengan tegas, orang tidak seiman dan berbeda dengan syariat Islam. Dengan pemahaman yang patah, mengakibatkan salah pemahaman dalam memahami ayat tersebut. Baik memahami makna kafir dan makna jihad sesungguhnya. Lalu, bagaimana Nabi melihat orang-orang yang menghukumi dengan mudahnya memvonis muslim lain kafir?

Bahwasannya Nabi Muhammad sendiri sudah mewanti-wanti umatnya untuk tidak saling menghukumi kafir atau melakukan takfiri kepada sesama muslim. 

(قول النبي صلى الله عليه وسلم: (لا يرمي رجل بالفسوق ولا يرميه بالكفر إلا ارتدت عليه إن لم يكن صاحبه كذلك

Artinya: Nabi Muhammad SAW berkata; janganlah kalian saling menghukumi orang lain dengan sebutan kafir ataupun fasik, jika kamu tidak ingin demikian juga. 

Dari hadis di atas, bahwasannya Nabi mengharamkan umatnya untuk saling menghukumi orang lain dengan sebutan kafir atau fasik. Karena, sesungguhnya orang-orang yang menghukumi kafir termasuk salah satu perkara perbuatan orang kafir itu sendiri. 

Menurut Imam Taqiyuddin Al-Subki, problematika takfiri harus segera dihindari, karena takfiri merupakan perkara yang sangat keji di mata Allah SWT. Allah juga tidak segan-segan untuk menempatkan di neraka selamanya. 

Berikut adalah alasan mengapa Nabi Muhammad mewanti-wanti umatnya agar tidak melakukan takfiri:

Pertama, Bahwasannya takfiri bertentangan dengan syariat dan perintah Allah dan perintah Nabi. Dalam firmannya,

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat: 10). Karena pada dasarnya muslim dan sesama muslim lainnya adalah saudara, maka dari itu Allah mewajibkan untuk saling menghormati, menjaga dan tolong-menolong dalam kebaikan. 

Kedua, menghukumi sesama muslim kafir adalah salah satu sifat dari orang kafir itu sendiri. 

Ketiga, pedoman dan rujukan dalam hal takfiri adalah Allah dan RasulNya.. 

Keempat, tidak menjatuhkan hukum takfir kepada sesama muslim kecuali dengan jelas dan gamblang; baik dalam Alquran dan Sunnah, bukan berdasarkan prasangka atau dugaan. 

 

Rekomendasi

definisi muslim tidak mengkafirkan definisi muslim tidak mengkafirkan

Mengerti Definisi Muslim Agar Tidak Mudah Mengkafirkan

Tata Cara Mengkafani Jenazah Perempuan

Lumatul Badrilhidayah
Ditulis oleh

1 Komentar

1 Comment

    Komentari

    Terbaru

    Perempuan Menjadi Sumber Fitnah Perempuan Menjadi Sumber Fitnah

    Benarkah Perempuan Menjadi Sumber Fitnah?

    Kajian

    stigma perempuan memilih bekerja stigma perempuan memilih bekerja

    Stop Stigma Pada Perempuan yang Memilih untuk Bekerja

    Muslimah Talk

    aturan anjuran mengucap salam aturan anjuran mengucap salam

    Anjuran dan Aturan Mengucap Salam dalam Islam

    Kajian

    bentuk kesetaraan gender islam bentuk kesetaraan gender islam

    Bagaimana Bentuk Kesetaraan Gender dalam Islam?

    Muslimah Talk

    Keluar Darah Istihadhah difasakh Keluar Darah Istihadhah difasakh

    Istri Keluar Darah Istihadhah, Bolehkan Difasakh?

    Kajian

    Keutamaan Menikahi Gadis ghazali Keutamaan Menikahi Gadis ghazali

    Keutamaan Menikahi Gadis atau Orang yang Belum Pernah Menikah Menurut Imam Ghazali

    Kajian

    Kisah Cinta Perempuan Cerdas Kisah Cinta Perempuan Cerdas

    Kisah Cinta Perempuan Cerdas dan Pemuda Takwa

    Khazanah

    bertahan kdrt ketaatan suami bertahan kdrt ketaatan suami

    Apakah Bertahan dalam KDRT Merupakan Bentuk Ketaatan pada Suami?

    Kajian

    Trending

    hukuman mendidik dalam islam hukuman mendidik dalam islam

    Penerapan Hukuman yang Mendidik untuk Anak dalam Islam

    Kajian

    Arrijal Qowwamun 'alan Nisaa Arrijal Qowwamun 'alan Nisaa

    Bagaimana Memahami Ayat “Arrijal Qowwamun ‘alan Nisaa”?

    Kajian

    kaki perempuan muslim aurat kaki perempuan muslim aurat

    Apakah Kaki Perempuan Muslim Adalah Aurat?

    Kajian

    khadijah sahnun perempuan agama khadijah sahnun perempuan agama

    Khadijah binti Sahnun, Perempuan Ahli Agama dan Politik

    Khazanah

    The Stoning of Soraya The Stoning of Soraya

    Review Film “The Stoning of Soraya”; Suara Perempuan yang Dibungkam

    Muslimah Talk

    single mom ulama besar single mom ulama besar

    Kisah Ibu dari Rabi’ah Ar-Ra’yi, Single Mom yang Didik Anaknya Jadi Ulama Besar

    Khazanah

    Kemuliaan Bulan Rajab ghazali Kemuliaan Bulan Rajab ghazali

    Kemuliaan Bulan Rajab Menurut Imam Ghazali

    Kajian

    ulama perempuan kupi ii ulama perempuan kupi ii

    Peran Ulama Perempuan dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II

    Kajian

    Connect