Ikuti Kami

Kajian

Berikut Beberapa Amalan bagi Perempuan Haid saat Maulid Nabi

Berikut Beberapa Amalan bagi Perempuan Haid saat Maulid Nabi
Magnific.com

BincangMuslimah.Com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad merupakan momentum untuk memperbanyak kecintaan kepada Rasulullah, bershalawat, mendengarkan kisah perjuangan beliau, serta meneladani akhlaknya.

Namun, sebagian perempuan yang sedang haid terkadang merasa tidak dapat merayakan secara maksimal dalam kegiatan Maulid. Padahal, para ulama dalam kitab-kitab klasiks menjelaskan bahwa masih banyak amalan bagi perempuan haid untuk meraih keberkahan majelis tersebut.

Perbanyak Shalawat dan Berdzikir

Dalam Islam, haid bukanlah penghalang untuk berzikir dan mengingat Allah. Imam an-Nawawi menjelaskan dalam Al-Adzkar:

وَاعْلَمْ أَنَّهُ يَجُوزُ لِلْحَائِضِ وَالْجُنُبِ التَّسْبِيحُ وَالتَّهْلِيلُ وَالتَّحْمِيدُ وَالتَّكْبِيرُ وَالصَّلَاةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ  وَالدُّعَاءُ

“Ketahuilah bahwa perempuan haid dan orang junub boleh membaca tasbih, tahlil, tahmid, takbir, bershalawat kepada Rasulullah , dan berdoa.”

Keterangan ini menunjukkan bahwa membaca shalawat yang menjadi inti berbagai kegiatan Maulid tetap boleh bagi perempuan haid. Bahkan, shalawat merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan untuk mempererat hubungan spiritual dengan Rasulullah.

Selain bershalawat, perempuan haid juga hendaknya menghadiri majelis ilmu dan mendengarkan pembacaan sirah Nabi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan pentingnya majelis ilmu karena ia menjadi sarana menghidupkan hati dan menumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak terdapat larangan bagi perempuan haid untuk menyimak ceramah, tausiyah, atau kisah-kisah kelahiran Nabi yang dibacakan dalam acara Maulid.

Membaca Maulid Barzanji, Ad-Diba’i, dan Simthud Durar

Dalam banyak tradisi Maulid di Indonesia, pembacaan kitab seperti Maulid Barzanji, Ad-Diba’i, atau Simthud Durar menjadi bagian penting acara. Membaca shalawat, pujian kepada Nabi, doa, dan kisah sejarah Nabi, perempuan haid boleh mendengarkan serta mengikutinya selama tidak melakukan hal yang bertentangan dengan larangan syariat.

Selain itu, perempuan haid dapat memperbanyak zikir. Dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarh al-Minhaj, Imam Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan perkara yang boleh bagi orang junub, haid, dan nifas:

Baca Juga:  Hukum Melaksanakan Haji Setiap Tahun

(وَتَحِلُّ) لِجُنُبٍ وَحَائِضٍ وَنُفَسَاءَ (أَذْكَارُهُ) وَمَوَاعِظُهُ وَقِصَصُهُ وَأَحْكَامُهُ (لَا بِقَصْدِ قُرْآنٍ)

 

“Boleh bagi orang junub, perempuan haid, dan nifas membaca lafal-lafal Al-Qur’an yang digunakan sebagai zikir, nasihat-nasihatnya, kisah-kisahnya, dan hukum-hukumnya, selama tidak dimaksudkan sebagai tilawah (membaca Al-Qur’an).”

Karena itu, memperbanyak istighfar, tahmid, tahlil, dan doa selama acara Maulid merupakan kesempatan besar untuk memperoleh pahala.

Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah bersedekah dan membantu penyelenggaraan kegiatan Maulid. Dalam Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan keutamaan memberi makan dan melayani kaum muslimin sebagai amal yang mendatangkan pahala besar. Membantu menyiapkan konsumsi, menyambut tamu, atau mendukung kegiatan sosial yang menjadi bagian dari peringatan Maulid termasuk bentuk cinta kepada Rasulullah .

Dengan demikian, haid bukanlah penghalang untuk meraih keberkahan Maulid Nabi. Perempuan haid tetap dapat bershalawat, berzikir, berdoa, menghadiri majelis ilmu, mendengarkan sirah Nabi, bersedekah, dan membantu kegiatan Maulid. Semua amalan tersebut merupakan jalan untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah , yang menjadi ruh utama peringatan Maulid sepanjang sejarah umat Islam.

Rekomendasi

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Ditulis oleh

Redaktur Bincang Muslimah, Alumni Magister Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pegiat Sastra Arab dan Gender

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect